Katakan Tidak Pada Cinta

Katakan Tidak Pada Cinta
19. Sarapan Dangdut


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Idul keluar dari kamar mandi.


tiba-tiba mama sudah berdiri saja di depannya. "Sejak kapan kamu suka dangdut" Tanya mama.


"Sejak tadi siang ma" Jawab Idul. "Keren kamu Dul, nanti kalau kakek kamu datang ke sini, pasti dia senang banget kamu suka dangdut" Ujar mama dengan semangat.


"Iya dong ma... demi ayang Fitri aku akan jadi pedangdut yang handal" Idul bersemangat.


"O...jadi karena Fitri...pantas saja nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba aja kamu suka dangdut, dasar Idul .." Mama mencubit telinga Idul.


"Aduh..aduh... sakit ma.. emangnya kenapa sih ma..bukannya mama juga dukung aku sama Fitri" Tanya Idul.


"Dukung kamu pacaran maksudnya?? kamu jangan mimpi ketinggian Idul..Fitri nggak akan mau pacaran" Tegas mama.


"Nggak papa ma, yang penting Idul cukup tau aja kalau Fitri Suka sama Idul, itu juga udah cukup kok, setelah itu Idul dan Fitri akan berkomitmen untuk menjaga perasaan masing-masing meskipun tidak ada ikatan pacaran" Jelas Idul dengan penuh percaya diri.


"Aduh...kalau lama lama bicara sama kamu mama bisa pusing nih, udah sana buruan makan" Ucap mama.


***


Sore itu Fitri dan Fina mengobrol di kamar Fitri. "Fitri...makasih ya aku udah boleh menginap di sini" Ucap Fina.


"Iya Fin sama-sama.. kayaknya kamu udah berkali-kali deh ngucapin terima kasih" kata Fitri.


"Fit...kalau boleh tau kamu kok pindah dari pesantren" Tanya Fina. "Sebenarnya aku juga berat meninggalkan pesantren, tapi karena beberapa kendala aku harus memilih untuk pindah sekolah, saat itu aku sering sakit, mulai dari tifus, asam lambung, demam, dan kadang suka migrain, oleh karena itu ibu menyuruh ku untuk pulang saja" Ujar Fitri.


"O..gitu,,terus kamu..kapan kenal Idul?" Tanya Fina.


"Pertama kali kenal idul itu pada saat masuk ke Sekolah Dasar, dari sekian banyak orang pasti yang satu meja sama aku tuh selalu Idul, dia baik kok cuma kadang ngeselin aja sih, dan memang aku sengaja selalu jutek sama dia, karena aku pikir sifat jutek ke Idul bisa menjadi penjaga jarak, aku takut berteman terlalu dekat dengan laki-laki" Tutur Fitri.


"pantas saja yah idul selalu perduli sama kamu" Lanjut Fina.


"Nggak gitu juga sih , paling Idul cuma iseng" Kata Fitri.


"Oh ya..Idul itu suka perempuan yang gimana sih Fit" Tanya Fina. "Kalau soal itu aku kurang tau sih Fin, cuma aku tau makanan kesukaan dia, dulu aku sering bawakan bakwan jagung buatan ibu ke sekolah, dan Idul pasti menghabiskan semuanya, tapi itu dulu, sekarang aku nggak tau sih dia masih suka bakwan jagung atau nggak " Jelas Fitri.


"Kamu mau bantu aku nggak" Tanya Fina


"Bantu apa Fin" Fitri penasaran.


"Bantu aku buatkan bakwan jagung untuk Idul" Ucap Fina.


"boleh..mau sekarang atau nanti.." Tanya Fitri.

__ADS_1


"Besok subuh masih sempat nggak sih, kalau dimasak sekarang takutnya besok nggak enak lagi" Usul Fina


"Kayaknya masih sempat deh, ya udah besok aja ya, berarti besok kita harus bangun cepat-cepat ya.." Ujar Fitri.


"Oke.." Fina bersemangat.


Keesokan hari, saking semangatnya Fina membangunkan Fitri tepat jam 03.30


Mereka pun memulai memasak bakwan jagung untuk Idul.


"Fitri...kita harus usahakan supaya bakwan nya berhasil ya.." Ucap Fina.


"Iya..Fin, tenang aja, aku udah biasa masak bakwan kok" Ujar Fitri.


Tak lama kemudian bakwan jagung pun jadi. Fina mencicipinya "Wah..enak banget Fit..kita berhasil" Fina amat bahagia.


***


Mentari pagi mulai memancarkan sinarnya. Fina dan Fitri berangkat ke sekolah.


Pagi itu Idul menyetir mobilnya sambil memutar lagu dangdut. ia amat disiplin untuk belajar menyanyi dangdut.


Bahkan sesampainya di sekolah Idul masih bernyanyi di sepanjang berjalan ke kelas.


Semua siswa-siswi yang melihat Idul tersenyum, bahkan ada yang tertawa lepas di belakang Idul.


Idul memerintahkan kedua temannya Beni dan Riski untuk mengatur suasana kelas pagi ini sebelum ada guru yang masuk kelas, karena pagi ini ia akan mempersembahkan sebuah lagu untuk Fitri, Idul ingin menunjukkan betapa keren nya ia saat bernyanyi dangdut.


Tak lama kemudian Siswa-siswi pun sudah di kelas serta sudah berhasil di kendalikan Beni dan Riski, saat Fitri dan Fina tiba di kelas semua siswa-siswi yang tadinya amat berisik tiba-tiba terdiam.


Fitri dan Fina merasa aneh "Kok tiba-tiba suaranya sunyi ya" Bisik Fina pada Fitri


"Iya yah kok semuanya pada diam" Kata Fitri.


Fitri pun duduk di bangkunya tepat di sebelah Citra.


"Ini ada apa Cit, kok tiba-tiba sunyi" Tanya Fitri


"Nggak tau tuh, kayak nya sih ini kerjaan si Idul" Ucap Citra


Tak lama kemudian Beni Bersuara. "Selamat pagi Bestie ku semuanya, pagi ini kita akan di hibur oleh seorang penyanyi yang pasti membuat kita semua makin bahagia memulai hari ini, langsung saja kita sambut, ini dia Idul.." Sambut Beni.


Idul pun berdiri di depan "Baiklah ..aku Idul, akan menyanyikan sebuah lagu dari Rhoma irama yang berjudul begadang ,Oke..mainkan musiknya.." Idul mulai petik jari.

__ADS_1


Beni memutar musiknya.


Idul pun mulai bernyanyi,


"Begadang, jangan begadang..


Kalau tiada artinya


Begadang boleh saja..


Kalau ada perlunya


Begadang, jangan begadang


Kalau tiada artinya


Begadang boleh saja


Kalau ada perlunya.."


Belum selesai Idul bernyanyi Seisi kelas bersorak. "Dul itu mah lagu kesukaan kakek aku" Ucup bersuara dari belakang. "Diam kamu cup" Tegur Riski.


Fitri yang melihat itu tersenyum melihat tingkah lucu Idul, bahkan sesekali Fitri menutup mulutnya karena tak bisa menahan tawa. Suara idul yang pas-pasan berhasil membuat telinga seisi kelas ternodai di pagi hari.


"Oke oke..diam semuanya, aku akan menyanyikan lagu yang lain, kali ini pasti kalian suka" Ucap Idul sambil menatap Fitri.


"Janganlah kau tanyakan besarnya cintaku..


Ku persembahkan untukmu, hanya kepadamu..


Oh dan janganlah kau ragukan luasnya cintaku.. Yang putih tulus untukmu, hanya kepadamu.uu..


Luasnya laut tak seluas cinta yang ku punya


Tak sedalam cinta yang ku rasa, cintaku satu untukmu..UU..


Tingginya langit tak setinggi kasih yang ku punya


Tak setinggi kasih yang ku rasa, cintaku satu untukmu


Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu


Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu

__ADS_1


Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu..


Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu..." Idul amat percaya diri menyanyikan lagu itu.


__ADS_2