Katakan Tidak Pada Cinta

Katakan Tidak Pada Cinta
14. Perhatian darimu


__ADS_3

"Kenapa sih kalau aku yang ngajak pasti kamu nggak mau, tapi kalau yang ngajak si Bilal , kamu pasti mau kan" Gumam Idul


"Idul apaan sih, aku mau bareng sama Citra dan Fina, emang nya nggak boleh" Balas Fitri.


Idul pun kesal dan akhirnya ia pulang bersama Riski, Ucup dan Beni.


~~


Malam hari, Fina sedang membaca buku di kamarnya, tiba-tiba ia di kaget kan dengan suara ayahnya dari luar.


Fina keluar untuk melihat nya.


Ternyata di luar ada ibunya yang sedang berdebat dengan ayahnya.


"Mau ngapain lagi kamu ke sini" Gumam Ibu Fina.


"Aku mau bawa Fina, aku yang lebih berhak bersama anakku sendiri" Ucap ayah dengan angkuh.


"Nggak,, aku tidak akan pernah mau tinggal bersama ayah" Tegas Fina.


"Kamu dengar sendiri kan..Fina tidak mau hidup dengan laki-laki seperti kamu" Sambung Ibu Fina.


"Fina,, kalau kamu ikut dengan ayah, kamu bisa keliling dunia, kamu mau mobil mahal, uang, sekolah di luar negeri,, semua nya ayah bisa kasih" Bujuk ayah.


"Saya tidak perduli dengan harta milik ayah" Tegas Fina.


"Saya masih mampu memberi kebutuhan Fina, kamu tidak perlu repot-repot, silahkan angkat kaki dari Rumah saya" Usir ibu Fina.


Namun Ayah tetap memaksa Fina, ia menarik tangan Fina.


Ibu Fina tidak tinggal diam, ia menahan tangan sang Ayah. Fina pun mengambil kesempatan itu untuk lari.


Fina berlari sekuat tenaga. Setelah berlari jauh dari rumahnya, Fina lelah dan berjalan pelan.


Sambil menangis, ia meratapi nasibnya yang amat menyakitkan.


Idul yang kebetulan lewat dari jalan yang sama, melihat Fina yang berjalan sendirian sambil menangis. Karena tidak tega Idul pun menghentikan mobilnya.


"Fina.." Panggil Idul.


"Idul.." Fina kaget melihat Idul


"Kamu ngapain sendirian di sini, kamu kan perempuan, bahaya kalau malam - malam jalan sendiri, di sini banyak preman " Kata Idul.


Fina hanya menunduk.


"Aku lagi pengen sendiri " Ucap Fina.


"menyendiri sih boleh, tapi nggak di pinggir jalan begini juga kali, di sini sepi, emangnya kamu nggak mikir gimana nanti kalau tiba-tiba ada preman yang ngeliat kamu" Lanjut Idul.


"Emang ada preman?" Tanya Fina.

__ADS_1


"Iya banyak..ya udah deh aku antar kamu pulang, hitung-hitung biar nambah pahala" Kata Idul.


Fina pun naik ke mobil Idul. "Makasih yah udah mau antar aku pulang" Ucap Fina pada idul yang menyetir mobil.


"Iya sama-sama. kamu lagi ada masalah ya?" Tanya Idul.


Fina terdiam.


"Nggak papa, kalau nggak mau cerita, aku juga nggak maksa kok" Lanjut Idul.


Fina sebenarnya sangat sedih, namun melihat laki-laki yang dari dulu ia sukai memperhatikan nya, ia pun merasa beban pikiran nya lebih ringan.


"Kok kamu bisa tau kalau aku ada di sini" Tanya Fina.


"Aku cuma kebetulan lewat dari sini, nggak sengaja tadi lihat perempuan pakai jilbab putih, awalnya aku ngiranya itu pocong, eh ternyata kamu" Canda Idul.


"Ih..masa cantik begini dikira pocong" Fina kesal.


"Terimakasih buat malam ini Dul, sedikit perhatian kamu itu membuat aku merasa ada harapan untuk bahagia" Batin Fina.


~~


Sementara itu Fitri sedang melihat bulan dari jendela kamarnya.


"Maasyaa allah, Sungguh indah, bulan malam ini bulat penuh" Batin Fitri.


Ring...Ring..Ring..


bunyi handphone Fitri.


"Waalaikumussalam,Ini aku Bilal Fitri, aku dapat nomor kamu dari Citra" Jawab Bilal.


"Ada apa ya" Tanya Fitri.


"Fit..aku sebenarnya mau minta tolong sama kamu, ada tugas matematika yang aku nggak ngerti" Ujar Bilal.


"Yang mana, kebetulan tugas matematika aku sudah selesai dari tadi" Lanjut Fitri.


"Coba kamu lihat yang nomor 8, Itu susah banget deh" Keluh Bilal.


Fitri pun menjelaskan Soal itu meskipun hanya lewat telepon.


~~


Keesokan hari,,


pagi itu Fitri berangkat ke sekolah, namun ia lupa bahwa PR matematika nya masih ada di meja belajarnya karena semalam ia mengeluarkannya dari tas untuk mengajari Bilal soal nomor 8.


___


Pelajaran dimulai, ibu Desi Guru matematika baru yang amat garang itu memerintahkan siswa siswinya mengumpulkan tugas yang ia berikan.

__ADS_1


Semua siswa-siswi di kelas itu segera mengumpulkan tugas mereka ke meja ibu Desi.


Fitri baru tersadar kalau ternyata PR nya tertinggal di meja belajarnya.


"Astaghfirullah.. PR aku ketinggalan" Ucap Fitri.


"Gimana dong Fit, nanti kamu kena hukum Bu Desi, mana Bu Desi garang banget lagi" Ujar Citra.


Bilal melihat Fitri yang sedikit panik.


Idul pun mendengar perkataan Fitri itu, karena tempat duduknya tidak jauh dari Fitri. Idul dengan sengaja tidak mengumpulkan PR nya.


"Siapa yang tugasnya tidak ada silahkan maju"Tegas Bu Desi.


Fitri maju dengan sedikit ketakutan. Idul dengan santainya maju.


"Bagus ya.. padahal kemarin ibu sudah bilang, yang tidak mengerjakan Tugas akan di hukum secara tegas" Ucap Bu Desi.


"Maaf Bu, saya sudah kerjakan tapi ketinggalan di Rumah" Kata Fitri.


"Ia Bu..Tugas Fitri sudah selesai, malah semalam Fitri ngajarin saya lewat telepon karena saya belum mengerti" Bilal Bersuara.


"Hah.. teleponan, bagus ya Fit...kamu udah mulai berani dekat-dekat sama Bilal" Batin Idul yang kesal.


"Saya tidak menerima alasan apa pun, sekarang kalian berdua saya hukum, Silahkan kalian pungut seluruh sampah di lapangan sekolah. saya tidak mau tau pokoknya di lapangan sekolah tidak ada lagi sampah sekecil apapun" Tegas Bu Desi.


"Baik bu" Jawab Fitri dan Idul serentak.


Fitri dan idul pun berjalan menuju lapangan sekolah untuk menjalankan hukuman dari Bu Desi.


"Serius banget ngajarin Bilal, sampai-sampai lupa sama tugas sendiri" Ucap Idul.


Fitri hanya diam.


"Katanya menjaga pandangan, tapi kamu sama Bilal selalu curi-curi pandang" Lanjut Idul.


Fitri tetap diam.


"Pake telponan segala lagi, bilang aja kalau kamu suka sama Bilal" Lanjut Idul.


"Idul bisa diam nggak, emang nggak bisa ya sehari aja kamu ngomong nya yang baik-baik aja" Tegas Fitri.


"Tuh kan..kalau sama aku galak, tapi kalau lagi sama si Bilal pasti kamu sok lembut ..sok cantik" Ujar Idul.


"Sabar Fitri..sabar..jangan terpancing emosi" Batin Fitri.


"nggak usah banyak bicara lagi,cepat bersihin, nanti Bu Desi datang" Gumam Fitri


Idul dan Fitri pun membersihkan lapangan itu.


Setengah jam berlalu, Fitri lelah karena terlalu lama menunduk saat memungut sampah.

__ADS_1


"Bu Desi bikin hukuman nggak pake perasaan ya, masa di suruh bersihin lapangan seluas ini" Gumam Idul.


Idul menoleh ke arah Fitri yang nampak penat. Idul merasa kasihan melihat Fitri terlalu lelah.


__ADS_2