
"Fitri..kamu ingat nggak, dulu kita pernah berhantam hebat di tepi sungai, cuma gara-gara aku habisin makanan kamu, kita saling dorong, dan aku nggak sengaja dorong kamu sampai jatuh ke sungai, ternyata kamu nggak bisa berenang, aku buru-buru lompat ke sungai buat nolong kamu" ujar Idul yang mengingat masa lalu.
Fitri ikut mengingat masa-masa itu, masa kecil mereka yang penuh cerita. "Kamu memang sahabat terbaik aku saat itu Dul, tapi tak mungkin sekarang kita bersahabat dekat seperti dulu, Bapak sama Ibu akan kecewa melihat putrinya tidak bisa menjaga adab bergaul," batin Fitri.
Sejam sudah Fitri menemani Idul di rumah sakit. Fitri merasa sudah saatnya dia pulang karena ayahnya akan khawatir jika ia telat pulang. "Idul..aku pulang dulu ya, aku takut bapak nyariin," kata Fitri.
"Ya udah nggak pa pa kamu pulang aja, lagi pula di sini banyak dokter kok," ujar Idul yang sudah faham bahwa Fitri perempuan baik-baik.
Fitri pun pulang meninggalkan Idul di rumah sakit.
Baru saja Fitri pergi, Idul sudah mengakhiri akting sakit nya karena di ruangan itu tinggal dia sendiri.
Idul duduk santai di Sofa. Tiba-tiba ada suara langkah kaki, Seseorang akan datang. Idul segera berlari ke ranjang pasien.
Tiba-tiba seseorang membuka pintu. ternyata yang datang adalah Ucup.
"Ngagetin aja.." batin Idul.
"Aku kira kamu sakit bohongan Dul," kata Ucup yang menghampiri Idul.
"Tumben kamu jenguk aku, ada apa cup?" tanya Idul. "Fitri ada di sini?" tanya Ucup balik.
"Udah pulang, kenapa emangnya?" cetus Idul.
"Status Facebook kamu tadi bohongan kan Dul," tanya Ucup dengan wajah serius.
"Bukan urusan kamu kali cup, kamu nggak jelas bangat sih, datang jenguk orang sakit bukan nya bawa makanan malah nanyain pacar orang," cetus Idul.
"Hah...pacar, Fitri maksud kamu?" Ucup syok mendengar kabar menyakitkan itu.
"Iya..emang kenapa, ada urusan??" lanjut Idul dengan santainya.
Ucup pulang dengan kondisi patah hati. Matahari yang tadinya bersinar cerah, tiba-tiba di tutupi awan hitam. memang mendung bukan berarti hujan. tapi tetap saja pipi Ucup basah meski tak hujan.
***
Fitri yang baru sampai di rumah mencari Fina di kamarnya. "Kok barang-barang Fina udah nggak di sini ya," batin Fitri.
Fina pergi begitu saja tanpa pamit pada Fitri dan Keluarga nya.
__ADS_1
Fitri menelepon Fina beberapa kali. namun Fina tak mengangkatnya.
"Apa aku ada salah ya," batin Fitri.
***
Keesokan hari, di sekolah Fitri menyapa Fina.
"Pagi Fin," sapa Fitri. "Pagi," jawab Fina cuek.
Fina memasuki kelas, ia duduk di bangkunya tanpa berbicara sepatah kata pun kepada Fitri .
Fitri menemui Fina di bangkunya. "Fin, aku ada salah ya sama kamu," tanya Fitri dengan lembut. "Nggak," jawab Fina Cuek .
"Pasti ada sesuatu kan Fin, nggak biasanya kamu seperti ini, Fin, aku nggak tau salah aku apa, tapi apa pun itu aku minta maaf ya," ucap Fitri yang duduk di sebelah Fina.
Fina diam tak memperdulikan perkataan Fitri.
Fitri kembali ke tempat duduk nya. "Pasti ini ada hubungannya sama Idul, apa dia cemburu ya, tapi aku kan nggak ngapa-ngapain sama Idul, aku juga jaga jarak kok," batin Fitri.
Citra baru saja tiba di kelas. "Pagi Fitri, kamu kok ngelamun sih, mikirin apa?" tanya Citra.
"Fitri..si Idul kayaknya udah tergila-gila deh sama kamu," kata Citra .
"Hah.. maksud kamu?" Fitri penasaran.
"Iya..kamu nggak lihat status Idul ada Foto kamu pas lagi di rumah sakit yang caption nya 'Di jenguk calon istri' atau jangan-jangan beneran kamu calon istri Idul," tutur Citra.
"Astaghfirullah..nggak lah," gumam Fitri.
"Pantas saja Fina menjauh dari aku, ternyata gara-gara ini," batin Fitri.
Bilal menghampiri Fitri. "Pagi Fitri" sapa Bilal.
"Pagi," Jawab Fitri singkat. "Kamu kenapa, lagi ada masalah ya," tanya Bilal menatap Fitri yang duduk di bangkunya.
"Nggak pa pa, aku nggak pa pa kok," elak Fitri.
"Fit maaf kalau aku lancang, tapi aku cuma mau tanya, kamu benar-benar calon istri Idul?" tanya Bilal penasaran. "Bukan..bukan ..Idul emang suka gitu orang nya, suka ngarang cerita," tegas Fitri.
__ADS_1
"Syukurlah," batin Bilal.
"O..jadi itu cuma bohongan ya," tegas Ucup yang tiba-tiba datang.
"Iya Cup," jawab Fitri singkat.
"Alhamdulillah.." ucup amat senang.
"Kok Alhamdulillah," tanya Bilal menatap Ucup. "Hehe.. maksudnya Alhamdulillah, si Idul udah sehat," Ucup mengalihkan pembicaraan.
***
Pulang sekolah Fitri kembali menemui Fina."Fina..aku minta maaf kalau aku ada salah, tapi kamu jangan begini Fin, kamu Jangan menghindari aku," ucap Fitri yang menahan tangan Fina.
"Kamu beruntung Fit, andai aku seberuntung kamu, semua laki-laki yang aku cintai di dunia ini tidak pernah berpihak kepadaku, Ayah ku pergi meninggalkan ku, begitupun idul yang tak menganggap ku ada," ucap Fina berderai air mata. Fina pergi begitu saja meninggalkan Fitri.
Citra menemui Fitri. "Sebenarnya ada apa sih Fit, kok hari ini kamu sama Fina agak aneh, kalian ada masalah ya," tanya Citra. "Iya Fit ..ada masalah apa sih, aku aja teman Fina yang paling dekat, di cuekin gitu aja, kayaknya mood dia lagi kacau deh," sambung Yuli yang datang menghampiri Fitri dan citra.
"Aku juga nggak tau, tapi sekarang Fina benci sama aku, gara-gara status Idul itu, aku juga nggak tau apa-apa," jelas Fitri sambil air matanya menetes.
"Udah Fit..nggak usah terlalu di pikirin ya, mungkin sekarang Fina lagi butuh sendiri, apalagi kan kita tau sendiri kalau keluarga nya saat ini sedang melewati masa-masa sulit," lanjut Citra.
"Iya Fitri, jangan terlalu di pikirin, nanti biar aku coba bujuk Fina," ucap Yuli menenangkan Fitri.
***
Idul sudah pulang dari rumah sakit. ia sedang nonton TV di ruang tamunya. ia tidak dibolehkan keluar rumah oleh mamanya, karena mengira idul masih sakit.
Namun Idul yang punya banyak akal punya cara untuk kabur dari rumah. ia pura-pura ke kamar mandi dan melompat dari jendela belakang yang dekat dengan kamar mandi.
Idul tak tahan jika sehari saja tak melihat Fitri. ia tahu bahwa ini adalah jam pulang sekolah, jadi ia menaiki bis yang biasa Fitri tumpangi.
Fitri duduk di sebelah kaca paling belakang. ia tak menyadari Idul ada di samping nya.
"Assalamualaikum Fitri .." sapa Idul.
Fitri terkejut. "Idul, kamu ngapain di sini, bukannya kamu sakit?" Tanya Fitri yang kaget melihat idul tiba-tiba si sampingnya. "Udah sembuh, tapi mungkin nanti akan sakit lagi di bagian hati kalau aku nggak bisa menatap wajah kamu," Idul tersenyum menatap Fitri.
"Bisa nggak sih sehari aja kamu nggak gangguin aku," tetus Fitri yang kesal.
__ADS_1