
Halo.. Hai....
Perkenalkan nama ku Stevani Amaya Wile. Amaya diambil dari nama mama ku, sedangkan Wile adalah nama yang diambil dari keluarga papa. Aku sangat menyukai nama ini. Karena dari nama ini aku bisa merasakan cinta yang sangat luar biasa dari mama dan papaku saat mereka memberiku nama ini. Bagaimana mereka setiap hari nya menantikan kelahiranku, dan bagaimana cinta mereka yang semakin bertambah dengan adanya aku. Aku selalu membayangkan bagaimana mereka tersenyum sambil menggendong Stevi kecil.
Aku pelajar di salah satu SMU swasta terkenal di kota ini, dan sebentar lagi aku akan genap berusia 17 tahun.Yeayyy...
Usia yang kata orang paling di tunggu tunggu oleh remaja, termasuk aku hahaha..
Tidak ada yang aku inginkan di usia ku yang akan bertambah ini selain kebahagiaan orang yang paling aku cintai di dunia ini. Papa ku...
Sesibuk apapun dia, dia akan selalu mau menerima telefon dariku, bahkan ketika papa sedang ada rapat sekalipun, beliau akan meninggalkan rapat untuk membalas teleponku.
__ADS_1
Tapi itu dulu, seiring berjalannya waktu aku tau diri dan tidak mengganggu papa saat beliau kerja. Senyuman papa adalah segalanya bagiku, senyuman hangat dari orang tua yang sangat mencintai putrinya itu yang meluluhkan egoku, papa termasuk orang tua yang sangat protektif, tapi bukan berarti beliau melarang ku melakukan kegiatan apapun.
Papa akan selalu jadi supporter terdepan buat ku, tidak hanya fasilitas yang di berikan kepadaku, tapi juga perhatian dan kasih sayang nya lah yang membuatku seperti memiliki mama dalam diri papa.
Setiap akhir pekan papa selalu mengajak ku berlibur, katanya dulu mama selalu protes karena papa tidak pernah ada waktu berdua, bahkan di akhir pekan papa bekerja, kadang ada rapat ke luar kota dan kalaupun di rumah papa bekerja di ruang kerja nya untuk mengecek laporan. Seringkali membuat mama marah karena di abaikan.Mama tidak lagi bekerja semenjak hamil, papa memang melarang mama untuk beraktivitas berlebihan.
Maka dari itu papa selalu mengkosongkan jadwal kerjaannya di akhir pekan, dan menemani mama kemanapun mama mau. Hal itu sudah menjadi kebiasaan papa,bahkan sampai sekarang
Papa bilang, prioritas dalam hidupnya adalah aku, karena aku satu satu nya kebahagiaan mama dan papa, papa tidak mau sampai fokus papa ke kamu berkurang. Itu akan sangat menyakitkan mama mu. Lagipula cinta mama masih bisa papa rasakan meski mama tidak ada di sini.
Oiya..Mamaku sudah meninggal, kira kira saat umurku 5 tahun, dan sekarang sudah lebih dari 11 tahun mama pergi meninggalkan kami. Penyakit kanker stadium akhir yang telah mengambil mama dariku. Meski pun sakit mama selalu tersenyum di depan aku dan papa.
__ADS_1
Aku ingat setiap pulang sekolah aku akan langsung berlari menuju kamar mama, aku merindukan senyuman mama, kataku pada mama ku saat sudah berada dalam pelukannya.
Dulu waktu mama belum sakit setiap pulang dari sekolah mama akan selalu menunggu ku pulang, saat melihat mobil mang didin masuk halaman, mama segera keluar dan menyambutku dengan senyumannya, mama juga akan memelukku, menggendongku masuk ke dalam rumah.
Dalam gendongan mama aku akan bercerita dan bertanya pada mama sampai mama merasa kewalahan dengan pertanyaanku.
Tapi saat mama sakit aku yang selalu datang ke kamar mama, saat aku masuk aku akan melihat mama yang duduk sambil menunggu aku pulang, tentu saja dengan senyuman nya.
Semakin hari mama sudah tidak menunggu ku dengan duduk, mama selalu tertidur, dan aku akan membangunkannya saat aku pulang sekolah. Mama akan tersenyum saat beliau membuka mata dan melihat ku di samping nya.
Wajah mama pucat sekali, badan nya juga semakin hari semakin kurus, tetapi mamaku yang cantik selalu tersenyum. Di akhir akhir hari nya mama selalu memakai topi,aku tidak tau kenapa tapi kata mama topi ini papa yang membelikan, sayang kalau tidak di pakai kan..
__ADS_1