KEBAHAGIAAN STEVI

KEBAHAGIAAN STEVI
8


__ADS_3

.... " Nih bawa bekal, sambil belajar di sekolah sambil makan, enggak usah ke kantin dulu"


Papa menyodorkan kotak bekal yang sudah di isi nasi dan lauk.


" Makasi pa, stevi berangkat ya"


Aku mencium tangan dan pipi papa, lalu berlari menuju mang didin yang sudah menunggu.


************


Sampai di kelas aku membuka bekal yang di siapkan papa. Mengisi amunisi dulu pikirku, sebelum aku membaca baca lagi materi ulangan hari ini.


Tak lama nadia datang, di susul dengan cika dan clara yang datang heboh nya.


" Ada kabar baru "


Seru cika dan clara bersamaan


" Kabar bagus apa enggak? "


Tanyaku


" Kabar bagus itu ulangan hari ini di batalkan, itu baru bagus"


Jawab nadia

__ADS_1


"Aku juga setuju si kalau di batakkan, eh tapi bukan itu"


Cika dengan semangat menjawab


" Trus apa an? "


Aku sudah mulai kesal dengan duo c yang tidak segera menjawab


" Ada murid pindahan baru dooong"


Cika mulai menjawab


" Hah... Itu doang? Enggak asik"


Jawab nadia


Cika menjelaskan sambil tersenyum dan menyatukan kedua tangan nya dengan berbinar binar. Ommo.. Anak ini.


" Dan kabar nya lagi, dia ada di kelas kita dooonggg"


Clara menambahi berita yang di sampaikan cika.


" Beneran? Hoax kali, tar yang dateng enggak sesuai harapan lagi.


Kalian mau tanggung jawab sama hatiku yang uda terlanjur berharap? Sakit tauk"

__ADS_1


Nadia terus mengomel sambil melihat clara dan cika bergantian


" Tenang nad.. Kalau kamu sakit hati tar biar budi yang ngobatin, kan dia uda dari taun kemaren ngejar ngejar kamu terus"


" Aduuuhh cik... Jangan budi dooong, enggak ada yang lain apa? "


Kami semua tertawa melihat nadia yang begidik ngeri mengingat peristiwa nya dengan budi.


*


Bel masuk pun berbunyi, para siswa masuk ke dalam kelas dengan terburu buru,berbeda denganku karena sedaritadi memang sudah berada di dalam kelas, aku juga sudah menghabiskan bekal dari papa, sudah membaca beberapa lembar materi yang aku anggap penting untuk di ulang, oke rasanya aku sudah siap untuk ujian hari ini.


Bu Nita selaku wali kelas kami pun masuk, saat masuk, bu Nita tidak sendirian. Di belakang bu Nita masuk cowok dengan tubuh tinggi, kulitnya yang putih dengan rambut hitam nya, dan tatapan matanya yang tajam, kalau di lihat seperti arti korea. Bener nih kata clara dan cika.. Eh tapi... Kayak pernah tau...


Aku terkejut melihat siapa murid baru yang ada di depan ku, Dion batin ku.


Jadi dion murid pindahan baru yang tadi menghebohkan sekolah. Aku melihat dion yang sedang memperkenalkan diri, ternyata dia pindahan dari luar negeri,keren juga. Aku terus memperhatikan dion, mungkin bukan hanya aku saja, tapi seisi kelas, bahkan Clara sampai tidak bisa mengkondisikan mulutnya yang terbuka. Untung tidak ada lalat yang masuk tuh.


Nadia yang menyadari dion langsung menyenggol lenganku. Aku mengangguk paham dengan maksut pertanyaan nadia


Aku terus memperhatikan dion yang berdiri di depan, saat pandangan mata kami bertemu dion pun tersenyum. Dag dig dug dag dig dug.. Suara gendang bertalu talu.. Di dalam hatiku.


Bu nita menyuruh dion duduk di kursi kosong sebangku dengan Budi, kebetulan kursi kosong yang di maksut Bu Nita itu berada di sampingku. Ahh rasanya takdir ini begitu indah gumamku


Cika dan clara sudah heboh dari tadi menepuk nepuk pundakku.

__ADS_1


Bagaimana tidak, cowok yang mereka bilang ganteng, dan mereka menyuruh ku berhati hati, sekarang ada di hadapan mereka.


Kebetulan ataukah takdir ?


__ADS_2