KEBAHAGIAAN STEVI

KEBAHAGIAAN STEVI
2


__ADS_3

... Wajah mama pucat sekali, badan nya juga semakin hari semakin kurus, tetapi mamaku yang cantik selalu tersenyum. Di akhir akhir hari nya mama selalu memakai topi,aku tidak tau kenapa tapi kata mama topi ini papa yang membelikan, sayang kalau tidak di pakai kan..


**********


Aku merindukan mama, sangat merindukan nya.. Tapi aku tidak boleh menangis, kasihan papa.


Di hari mama tidak ada, papa sama sekali tidak menangis,papa tetap tersenyum kepadaku ,juga kepada keluarga besar dan orang yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa.


Tidak sepertiku, aku sampai tidak mau melepaskan tangan mama, entah kenapa mama tidak lagi mau tersenyum kepadaku, aku berfikir mama marah kepadaku. Aku sangat sedih sekali.


Suatu saat aku melihat papa menangis, malam itu aku terbangun, aku tidur dengan papa ku setelah mama tidak ada.


Dan aku melihat papa menangis sambil sambil memeluk foto almarhum mama. Selama beberapa hari aku memergoki papa menangis sambil memeluk foto mama.


Sejak saat itu aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan menangis lagi dan tidak akan membuat papa susah.


Aku tumbuh menjadi gadis mandiri, aku jarang bercerita pada papa ku, seperti aku bercerita pada mama ku, tetapi bukan berarti hubungan kami menjadi renggang.

__ADS_1


Kami selalu kompak dalam segala hal, papa juga selalu mendukung ku dalam segala aktivitas ku, bahkan papa tak segan ikut bergabung dengan aktivitas aktivitas ku kalau beliau sedang senggang.


Senyuman hangat yang hilang dari mama, papa lah yang menggantikannya. Papa yang selalu ada buat ku


Dan sampai sekarang 11 tahun lebih semenjak kepergian mama, aku tidak pernah menangis. Karena aku bahagia bersama papa ku.


*


"Stevi... Sayang... "


Papa membuka pintu kamarku, segera aku menengok ke belakang. Ku letakkan pensil dan tersenyum ke arah papaku.


" Hemm.. Sudah jam segini, jangan malam malam dong"


Sambil mengusap kepalaku papa menutup kertas yang ada di depan ku.


Aku tersenyum dan mengangguk. Aku segera melangkah ke tempat tidur ku, dan menutupi badan ku dengan selimut. Papa benar, seperti nya aku terlalu lama menggambar akhir akhir ini, badan ku rasanya mudah sekali capek dan berkeringat kalau terlalu lama memegang pensil.

__ADS_1


" Hari ini tema nya apa? " Tanya papa sambil membenarkan selimut ku


" Nggg... Hari ini musim gugur, daun yang gugur ternyata bisa menjadi indah ya pa, meski mereka sudah jatuh"


Papa tertawa mendengar penjelasanku, dan manggut manggut menanggapi ku.


" Apa kamu mau liburan ke Belanda? Beberapa bulan lagi di sana sudah memasuki musim gugur"


Mataku berbinar mendengar tawaran papa.


" Mau.. Eh tapi.... Papa nggak papa? Kerjaan papa gimana? "


Aku tau papaku bukan orang yang suka meninggalkan tanggung jawab nya. Meski itu perusahaan milik keluarga, dan kalau papa sedang tidak ada di tempat masih ada om Steven yang akan membantu menyelesaikan pekerjaan papa


Om Steven adalah adik sekaligus asisten pribadi papa, Kakek sengaja menempatkan om Steven sebagai asisten pribadi papa karena om Steven masih baru dalam dunia bisnis, masih banyak yang harus di pelajari, dan menjadi asisten pribadi merupakan posisi yang pas, karena posisi itu juga posisi yang harus tau seluk beluk dan rahasia perusahaan.


Sebelum dia memegang kendali atas perusahaannya sendiri. Kakek sudah membagi perusahaannya pada papa dan om Steven, dua anak laki laki kebanggaan kakek ini sudah di berikan jatah nya masing masing.

__ADS_1


Papa kadang suka menyerahkan proyek proyek besar pada om steven, agar dia bisa belajar bernegosiasi sekaligus mengenalkan om steven pada pimpinan pimpinan bisnis.


__ADS_2