KEBAHAGIAAN STEVI

KEBAHAGIAAN STEVI
9


__ADS_3

..... Bagaimana tidak, cowok yang mereka bilang ganteng, dan mereka menyuruh ku berhati hati, sekarang ada di hadapan mereka.


Kebetulan ataukah takdir ?


********


Dion duduk di kursi yang bersebelahan dengan budi. Setelah menaruh tas nya, dion melirik ke arah ku dan tersenyum, aku pun segera membalas senyuman dion, tp memang aku lagi sial, bukannya dion yang nelihat senyumanku, tapi Budi yang secara kebetulan menengok ke arahku di waktu yang pas.


Dan tanpa sungkan Budi membalas senyuman ku sambil melambaikan tangannya ke arahku.


Nadia ,clara dan cika pun menahan tawa sambil menutup mulut mereka dengan tangan. Ahh senyuman maniskuuu....


*


Bel istirahat pun berbunyi, aku bernafas lega, ulangan hari ini aku yakin akan mendapatkan nilai 100. Teman teman ku sudah sedaritadi ribut mengajak ku untuk ke kantin, ku lirik bangku yang kosong di sampingku.


Karena dion barus aja pindah ke sekolah ini maka dia tidak mengikuti ulangan. Aku tidak tau kemana dion pergi selama jam pelajaran. Apa dia tidak apa apa ya, bagaimana kalau dia tidak tau letak kelas nya . Eh Kenapa aku jadi kuatir sih.


" Steviii... Ayooo dong, kamu melamun aja dari tadi, udah enggak usah di pikir ulangan nya, aku yakin kamu bisa dapet nilai bagus kok"

__ADS_1


Cika berceloteh membuyarkan lamunanku tentang Dion.


" Iya iya.. Bawel ah kamu Cik"


Aku pura pura kesal, dan segera menggandeng Cika mengikuti Nadia dan Clara yang sudah mendahului menuju kantin.


Sampai di kantin aku cuma memesan minum, aku sudah menghabiskan bekal yang di bawakan papa, dan itu sukses membuatku kenyang sampai jam istirahat ini.


" Cuma minum aja nih? "


Aku menoleh ke sumber suara, tersenyum melihat Dion berdiri di samping ku.


" Boleh ikut duduk? "


Mereka bertiga tentu saja hanya mengangguk dengan cepat dan semangat sambil tersenyum malu. Dih..


Dion mengambil bangku dan duduk di sampingku, dia membawa pesanannya dan mulai makan dengan tenang.


Aku dan teman teman seperti terhipnotis melihat pemandangan yang ada di depan kami, makan aja cakep ih, batin ku.. Mungkin juga sama dengan apa yang di pikiran teman teman ku.

__ADS_1


Dion tersenyum melihat tingkah kami, dan itu membuat kami malu. Kemudian kami mulai fokus dengan makanan kami tanpa suara, kalau aku tentu fokus mengaduk minumanku.


" Emm.. Ngomong ngomong, kamu enggak ada niatan jahat kan sama stevi?


Cika memulai obrolan setelah berapa lama kami terdiam yang otomatis membuat Dion tersedak, aku pun segera memukul pundak cika sambil mendelik.


" Yaaa.. Kan kita kuatir Stev sama kamu, meski dia ganteng pake banget, tapi kalau sampai mau nyakitin kamu kita enggak akan tinggal diam"


" Kayak sinetron aja cik.. " Balas Nadia yang tersenyum melihat tingkah Cika.


" Tapi aku juga penasaran lo, kalian uda bertemu beberapa kali, dan enggak mungkin di sengaja kan? " Lanjut nadia


Dion tersenyum, sambil melihat ku. " Takdir, jawab nya, sambil menoleh ke arah ku dengan senyuman nya Dion melanjutkan perkataanya


" jodoh bisa ketemu di manapun dan kapan pun"


"Cieeeeee.... "


Teman teman ku kompak menyoraki Dion

__ADS_1


Yang di soraki hanya tersenyum kemudian kembali asik dengan makanannya.


Sedangkan aku... Wajah ku mungkin sudah seperti kepiting rebus.. Ahhh maluuu tapi mau.


__ADS_2