KEBAHAGIAAN STEVI

KEBAHAGIAAN STEVI
10


__ADS_3

.... Yang di soraki hanya tersenyum kemudian kembali asik dengan makanannya.


Sedangkan aku... Wajah ku mungkin sudah seperti kepiting rebus.. Ahhh maluuu tapi mau.


***********


Aku melangkahkan kaki ku masuk ke kamar, setelah berganti baju aku langsung menuju balkon yang ada di kamarku. Tak lupa dengan buku yang sejak kemarin sama sekali belum aku jamah.


Kalau sudah berurusan dengan buku ataupun dengan gambar aku selalu lupa waktu, sampai aku mendengar bik yem memanggilku.


" Non.. Kata papa non, non harus makan siang dulu, sudah saya siapkan di meja makan"


" Iya bik, sebentar lagi bik.. Tinggal selembar nanggung nih"


Aku menjawab tanpa melihat bik yem, saking asiknya dengan buku ku.


" Jangan lama lama ya non.. Kasian perut nya, kata papa nya non, bik yem harus memastikan non stevi makan"


" Ih papa, emang stevi anak kecil apa.. Ya udah deh, ayok bik.. Kita makan bareng ya.. Kalau bik yem enggak ikut makan, stevi juga enggak mau makan"


Bik yem tersenyum dan menganggukkan kepalanya,dalam hatinya dia sangat bersyukur mendapatkan majikan yang baik hati.


Di sela makan ponsel ku berdering, aku melirik malas pada layar ponsel ku. Sedetik kemudian mataku pun bersinar begitu aku tau ada nama Dion di sana.


Segera kuseleseikan makan ku dengan cepat, dan kabur dari meja makan dengan ponsel di tangan ku. Bik yem yang belum selesei makan pun ikut tergesa gesa menghabiskan makanannya.


" Bik yem .. Stevi ke kamar ya"

__ADS_1


" I..iya non" Jawan bik yem dengan mulut penuh


" Bik yem santai aja, di terusin makannya"


Bik yem hanya menjawab ku dengan anggukan.


Aku langsung tersenyum senyum sendiri melihat layar ponselku.


Lagi sibuk? Boleh telfon ?


Pesan dari Dion membuat aku deg deg an


Boleh


Aku membalas pesan dari dion dengan cepat


" Halooo.."


Sapaku dengan lembut


Dan kami pun mengobrol panjang lebar membicarakan hal tidak penting sampai berjam jam.


*


Sudah hampir seminggu Dion rajin menelfonku terkadang sore, terkadang juga malam hari. Hari hari ku di penuhi oleh Dion.


Padahal di sekolah kami juga sudah bertemu, tapi saat Dion menelfon bahan obrolan kami seakan tidak ada habis nya.

__ADS_1


*


Dan hari ini, kami berlima berencana untuk menonton di bioskop. Ada film horor terbaru.


Sebenarnya aku tidak begitu suka dengan film horor, salah satu jenis film yang aku hindari. Tapi karena Nadia ngotot ingin ditemani nonton,akhirnya kami menyetujui usulnya menonton film horor. kalau rame rame kan tidak terlalu takut itu alasan nadia.


Dasar.. Uda tau takut masih aja ngotot.


Alhasil kita mengajak Dion juga untuk ikut menonton, dan aku sangat senang dengan ide teman teman ku. hahaha..


Sekarang disinilah kami... Duduk di kursi paling atas, di sebelah kiriku ada Dion tentu saja, dan di sebelah kanan ku ada Cika, lalu Clara dan di kursi pojok ada Nadia.


Sempat ada drama pemilihan tempat duduk, Nadia tidak ingin duduk di pojok, tapi kami mengancam kalau kami tidak akan menemani nya menonton film, dengan berat hati dia setuju.


Aku sudah menyiapkan kacamata kalau muncul adegan serem aku bisa langsung memakai kacamataku, aku tidak mau terlihat penakut.


Berbeda dengan Dion, dia terlihat lebih santai di bandingkan kami, Clara dan Cika bahkan sudah berpelukan sebelum film di mulai. Nadia sudah bersiap dengan tas nya sebagai tameng.


Dion membelikan kami banyak camilan, alasannya agar bisa mengurangi ketegangan saat menonton.


Aku melirik dion, dan ternyata dia tau kalau aku sedang memperhatikannya.


" Kalau takut tutupin pakek tangan aku aja "


Kata dion sambil melambaikan tangannya ke arah ku


" Oke. Udah di ijinkan lo ya"

__ADS_1


Aku tersenyum malu malu.. Dalam hati aku merasa senang sekali. Aku mendekap tas ku erat, kacamata maaf ya.. Sepertinya kamu belum waktu nya untuk keluar sekarang.


__ADS_2