KEBAHAGIAAN STEVI

KEBAHAGIAAN STEVI
3


__ADS_3

...... Papa kadang suka menyerahkan proyek proyek besar pada om steven, agar dia bisa belajar bernegosiasi sekaligus mengenalkan om steven pada pimpinan pimpinan bisnis.


***********


Om steven mirip dengan papa, yah.. tentu saja lebih tampan papa hahaha.. Berbeda dengan papa yang tipe cowok setia, kalau om steven tipe cowok banyak mantannya.


Dari dia sekolah sampai sekarang sudah tak terhitung berapa banyak wanita yang sudah berhasil dia pikat. Kalau lihat yang bening pasti di deketin, dengan modal tampang tampan, tinggi seperti model dan sedikit wajah bule nya membuat om steven sangat di gemari para wanita.


Papa hanya bisa geleng geleng melihat tingkah adik nya ini. Tapi meski om steven penggila wanita, kalau untuk urusan pekerjaan dia selalu serius.


Om steven tidak pernah mencampur adukkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadinya. Didikan kakek sangat keras untuk urusan pekerjaan, jangan pernah main main dengan pekerjaan karena hidup ribuan pekerja bergantung pada perusahaan kita, itu pesan kakek.


Pernah suatu ketika om steven mendapat proyek dan harus bekerjasama dengan pemilik perusahaan asing yang ternyata adalah seorang wanita cantik dan seksi.


Sebut saja Mawar ,Mawar berusaha agar om steven mau menandatangani perjanjian kerjasama yang lebih banyak menguntungkan perusahaannya keuntungan yang di bagi adalah 20% untuk km Steven 80% untuk Mawar.


Dengan berdandan seksi Mawar yang memang sudah cantik dengan postur tubuh padat berisi mencoba menggoda om Steven, dan membuat nya mau menandatangi kerjasama yang Mawar buat.

__ADS_1


Tapi om Steven tidak terpancing, dia malah berhasil membuat perusahaan mawar lah yang mendapatkan bagi hasil yg kecil,lebih kecil dari yang tadi nya di tawarkan mawar pada om Steven. 15% dan 85% untuk om Steven.


Tak jarang juga kakek meminta om steven untuk menikah, karena saking malu nya kakek melihat anak nya bergonta ganti pacar. Perjodohan dengan anak rekan bisnis pun berujung hanya perkenalan saja. Akhirnya kakek menyerah.


" Stevi... "


Aku membuyarkan lamunan ku tentang om steven saat papa berulang kali memanggilku


" Iya pa.. Maaf "


Papa tersenyum, " Sudahlah, lain kali kita bahas tentang liburan kita, kamu langsung beritahu papa saat jadwal sekolah mu kosong, kita langsung berangkat. Oke "


Umurku sudah hampir 17 taun, tapi di depan papa, aku seperti anak umur 10 taun.


" Selamat malam sayang.. "


" Selamat malam pa "

__ADS_1


Aku memejamkan mataku, lelah juga hari ini.. Tapi aku bersyukur aku bisa melewati hari ini dengan gembira.


*


" Selamat pagi pa "


Sapa ku saat aku menarik kursi dan duduk di meja makan.


Papa sudah duduk sambil menunggu ku turun untuk sarapan. Kebiasaan kami sarapan bersama, karena untuk makan siang atau malam aku dan papa jarang bertemu.


" Selamat pagi.. Bagaimana tidur mu? Nyenyak? "


" Umm.. "


Aku mengangguk sebagai jawaban pertanyaan papa. Sambil menyendokkan nasi ke mulutku.


Aku terbiasa sarapan dengan nasi, karena mama dulu membiasakan aku sarapan dengan nasi, kata mama, kalau belum makan nasi berarti belum makan.

__ADS_1


Lain hal nya dengan papa, papa hanya sarapan roti yang di olesi cokelat atau roti yang di isi dengan telur dan sayuran, di tambah segelas susu. Ahh bagiku itu hanya cemilan.


" Papa hari ini mau keluar kota, ada kantor cabang baru yang akan di buka di bandung. Kalau tidak lewat jadwal besok pagi papa sudah pulang"


__ADS_2