
Plakkk!!!!
Sebuah tamparan pedas mendarat di pipi Icha Safitri atau kerap di panggil caca oleh sang nenek.
"Awssttt... Ss-sakit Ma... hiks... hiks.... " Caca memegangi pipi nya yang baru saja mendapat tamparan dari sang mama.
"Dasar anak sial!!! Kerja gitu aja nggak becus!! Kamu gak boleh makan malam ini!!!. Sana tidur di gudang!! " Mama memaki dan menyeret Icha tanpa belas kasih.
"Aa-ampun ma... sakit ma.. huhuhu... Caca belum makan dari kemarin ma... caca laper... hiks... hikss.... ampun ma.. caca juga belum minum Mah... " Caca memohon dengan tersedu sedu.
"Heh!!! Kamu itu udah kerja nggak becus, ngerusakin barang. Masih juga mau minta makan!!! " Bentak mama.
Caca di seret dengan paksa hingga ke gudang. Itu adalah gudang tempat penyimpanan barang barang yang sudah usang dan tak terpakai. Biasanya Buk Ika(pembantu rumah tangga) akan merapikan nya seminggu sekali.
"Sana!! masuk kamu. Jangan coba coba kabur kamu. Kalo kabur. Abis kamu!!! " mama mendorong Caca dengan kasar.
Hingga Caca terjatuh dan menyebabkan lecet di lutut nya.
"Mama!!! Mama jangan kunci Caca di sini!! Mama tolong ma.. please jangan kunci Caca di sini... Caca takut Ma... Mamaaaa......!!! " Caca menggedor gedor pintu gudang berkali-kali sambil terus berteriak dan menangis.
__ADS_1
Caca terus menerus berteriak memanggil mama. Namun itu percuma karena mama meninggalkan Caca tanpa perasaan kasihan sedikit pun.
"Hiks... huks.... huuhuhu... Nenek Caca nggak kuat Nek... Caca mau ikut nenek... kenapa nenek pergi sendiri, kenapa nenek nggak bawa Caca!!! ". Caca terduduk bersandar di pintu.
Nasib nya sungguh buruk setelah nenek nya menghembuskan nafas terakhir karena penyakit Tuberkulosis yang di derita. Nenek adalah satu-satunya sosok yang paling berarti bagi Caca.
Karena sejak umur 1 tahun, Caca sudah di Kucilkan oleh keluarga kandung nya sendiri. Bahkan sang mama yang sudah melahirkan nya ikut membenci dirinya. Entah kebencian apa yang membuat mereka membenci Caca.
Saat pemakaman sang nenek, hanya Caca satu satu nya yang masih bertahan seharian. Sedangkan Papa, mama dan adik nya sudah pulang. Hanya abang nya yang masih setia menunggu Caca.
Iya.... selain nenek masih ada seorang lagi yang sangat baik pada nya. Yaitu Andre Bimasakti. Ya, dia sama seperti nenek. Mencurahkan kasih sayang untuk Caca ketika Caca di Kucilkan.
"Nenek.... Apa yang harus Caca lakukan?? ... Caca bingung nek... Caca laper.. Caca nggak kuat lagi.. ??!! " Caca meremas perut nya yang terasa perih.
Ia takut penyakit nya semakin parah dan memburuk. Penyakit yang hanya di ketahui oleh nenek. Penyakit kanker otak. Caca sudah menderita penyakit ini sejak umur 10 tahun. Jika di hitung dari umur nya sekarang yaitu 17 tahun, maka Caca sudah menderita sakit ini selama ±7 tahun.
Caca memejamkan mata nya. Dan melihat sesuatu. Tidak lama dia membuka mata nya dan tersenyum penuh syukur. Dia mencoba berdiri dan sedikit menjauh dari pintu. Tidak lama...
Brakkk!!!!!
__ADS_1
"Caca!!! " Bang Andre datang.
"Abang... hiks.... " Caca langsung menangis begitu ia di tarik ke dalam pelukan bang Andre.
"Sshuuuttt.... Sudah sudah... Jangan menangis ya.. Ada abang di sini. Abang akan menjaga kamu. " Ujar Bang Andre menenangkan Caca.
Caca hanya mengangguk. Namun tubuh luruh ke lantai. Bang Andre panik. Berusaha membangun kan caca.
"Ca!! Caca bangun dek.. Caca kamu kenapa???" Bang Andre panik dan langsung menggendong Caca keluar dari gudang yang sesak.
Andre yang sedang menggendong Caca, tidak menyadari keluarga nya sedang bersantai ria di ruang keluarga.
"Mau kemana Ndre???" Tanya sang Papa.
"Andre mau kerumah sakit Pah... Caca pingsan di gudang!! " Jawab Andre singkat dan langsung pergi begitu saja.
"Heleh... cuman anak sial kok di khawatirkan banget!! Nggak guna juga kok dia di keluarga ini. Iya nggak Mah??" Cibir Selly sang adik.
Mama hanya tersenyum sambil mengusap rambut Selly. Mereka seperti keluarga bahagia. Seolah olah tidak terjadi sesuatu yang aneh.
__ADS_1
Mereka bahkan tidak pernah merasa bersalah sedikit pun. Tidak tau terbuat dari apa hati mereka. Hingga tidak merasa kesalahan mereka sudah membuat hidup seseorang seperti di neraka.