Kehidupan Kedua Caca

Kehidupan Kedua Caca
Kak Nanda setuju


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bunda... " Kak Nanda menghampiri bunda Siti yang sedang menyiapkan sarapan.


"Udah bangun kak?. Yuk tolong bunda masak. " sahut bunda.


"Bun.. Yang semalam bunda bilang... " kak Nanda nampak menggantung kan kalimat selanjutnya nya.


"Kenapa kak? " tanya Bunda.


Bunda Siti mengajak kak Nanda untuk duduk. Bunda Siti mengusap kepala kak Nanda yang tertutup hijab.


Kak Nanda memejamkan mata dan mengambil nafas dalam. "Kakak... setuju... untuk menjalani proses ta'aruf ini bun. "


Bunda Siti tersenyum.. Namun dia dapat melihat kesedihan dan rasa tidak rela yang tersirat di wajah kak Nanda. Sementara itu, kak Nanda berusaha tersenyum, Seolah-olah tidak ada beban.


"Kamu yakin kak, dengan keputusan yang kamu ambil??" Tanya bunda.


"I-iya bun. Lagian kan baru proses ta'aruf kan. Kalau nggak ada kecocokan dan kita berdua sama sama nggak merasa sreg gitu, kan bisa stop. " tutur kak Nanda.


"Ya sudah, kalau begitu. Gak usah terlalu di pikir kan ya kak. Jangan di jadikan beban. Nasehat bunda... Kamu jalanin aja dulu, berdoa sama Allah untuk di berikan petunjuk. Sholat Istikharah. Kalau Allah sudah menetapkan kamu akan berjodoh dengan nak Fiqri, kemana pun kamu pergi, sejauh apapun itu, kalian akan tetap bertemu. " tutur bunda.


"Iya bunda. Semoga Allah ngasih kakak petunjuk ya Bun.. " Kak Nanda tampak berkaca kaca.


"Amin.Ya udah, yuk tolong bunda naroh makanan nya di meja. Bentar lagi Ayah sama adek kamu keluar dari kamar. "


"Iya bund. "


Tanpa mereka sadari, Elang mendengar percakapan antar ibu dan anak itu. Elang sendiri tidak bisa menentukan.


"Ngapain kamu nemplok di dinding? Udah kayak cicak mau kawin aja" Suara ayah mengagetkan Elang.


"Allahuakbar.. Coba kalo mau datang itu salam dulu. " Gerutu Elang.


"Lah.. ?? kok ngamok??" Ayah kebingungan sendiri.


"Ngigo kali tu anak. " Gumam ayah.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Aakk... Ssshhh... " Ringisan kecil terdengar oleh ibu.


"Aduh... sak-kit... Dimana nih??" suara serak Caca.


"Alhamdulillah... Ayah... Caca dah sadar yah. " Ayah terbangun dari tidur nya. Dan segera memanggil dokter.


Kebetulan sekali ketika membuka pintu, dokter ada di depan mata nya.


"D-dokter... anak saya udah sadar.. " Ujar ayah terbata.


Dokter segera masuk dan mengecek kondisi Caca. Di ikuti seorang perawat di belakang nya. Dokter itu segera memeriksa kondisi Caca.


"Alhamdulillah. Pasien sudah lebih membaik dari kondisi semalam. Dan juga, pasien tidak di perbolehkan banyak bergerak untuk sementara. Takut nya tulang bahu kanan nya bergeser, dan akan berdampak buruk." tutur dokter memberi tau kondisi Caca.


"Alhamdulilah ya Allah.. Tapi d-dokter... anak kami yang laki-laki bagaimana dok? Dia masih belum sadar " Kata ibu.


"Untuk pasien Gilang, luka nya sudah kami obati. Tapi, seperti ada luka di bagian dalam tengkorak nya. Eemm.. Boleh saya bertanya ?" Ujar dokter itu.


"Iya.. silahkan dok. "


"Saya kurang tau dok. Soal nya pas mau jemput adek nya, dia pakai helm. "


"Abang nggak pakai helm dok. " jawab Caca pelan.


"Pas abang jemput dia pakai helm. Tapi kayak nya ketinggalan di warung bakso kemaren. " Jawab nya.


Ayah ibu dan dokter terdiam.


"Mungkin benturan kuat di aspal membuat tengkorak nya cedera. " tutur dokter.


"Huhuuu... Abang... " Ibu terisak.


"Nanti akan ada dokter khusus yang akan memeriksa pasien. Dan pasien akan di pindah kan ke ruang X-ray, untuk di periksa. " Kata dokter itu.


"Iya dok. " Jawab ayah.

__ADS_1


"Baik Pak, bu, saya permisi, mau ngecek pasien lain. "pamit dokter itu.


Ibu langsung mendekati Caca.


" Gimana Ca.. Masih sakit ?Mau sesuatu.. lapar nggak?" tanya ibu.


"Satu satu nanya nya buk... " Sahut ayah.


ibu hanya mendelik.


"Caca Haus bu.. " ibu langsung mengambilkan minum. "Udah cukup bu. "


"Gimana sih Ca... Kok kalian bisa kecelakaan gini??" Tanya ibu.


"Gak tau Bu... Intinya yang Caca inget, ada mobil yang nabrak dari belakang. Dan juga, Caca curiga. Mobil itu oleng terus bu, abis itu Caca teriak sama abang buat nepi. Eehh telat, jadi tabrakan deh. " Caca menceritakan kronologi nya dengan lancar jaya.


"Astaghfirullahalazim... "Ibu terduduk lemas di ranjang Caca.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Anak anak... Ibu ada berita sedih hari ini. Mungkin udah ada yang tau dan ada yang belum. Jadi ibu mau ngasih tau kalian semua sekarang. " Bu Patma selalu wali kelas 11 MIPA 2.


Kasak kusuk pun mulai terdengar di kelas.


"Tenang tenang!! jangan ribut. Hhaahh... " Bu Patma menghela.


"Kemaren Sore... Temen kalian si Anisa kecelakaan, sama abang nya. Dan dia masuk UGD. Dan satu lagi... Kalian tau pak Gilang.. Guru baru itu?" tanya Bu Patma.


"Tau bu.. " jawab beberapa siswa.


"Dia juga kecelakaan. Ba—... "


"Iya Bu.. saya udah tau.. Pak Gilang itu abang nya Caca kan?. Mereka kecelakaan abis pulang dari rumah saya. Kemaren pak Gilang abis jemput Caca dari belajar kelompok di rumah saya Bu. " Seru Elang.


Kelas mulai ribut kembali... Ada yang kaget ketika tau Pak Gilang alias bang Gilang adalah abang Caca.


"Ibu cuman mau ngasih tau... Kalau kalian mau jenguk Caca atau pak Gilang. Di itu ya,, eeee.... RSUD Abdul Aziz. Ibu lupa ruangannya. Nanti ibu informasi kan di grup kelas ya... "

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2