
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
WWWIIIIUU....WWWIIIUUU...NINOT...NINOT....!!!
Sebuah mobil ambulance melaju kencang menuju RSUD terdekat. Begitu tiba di RS, dua brangkar di turun kan dan pasien tidak sadarkan diri segera di bawa ke UGD. Kondisi kedua nya sama sama lumayan parah. Di ikuti seorang pria dengan cedera di bagian kepala.
Ketiga korban kecelakaan itu langsung ditangani. Dua pasien yang di bawa ke UGD untuk di obati luka mereka. Sedangkan pria yang mengalami cedera kepala di perban kepala nya.
Tak lama keluarga dari ketiga pasien RS itu berdatangan.
"Permisi mbak.. Korban kecelakaan yang baru datang dimana ya?? Kami keluarga mereka.. " ujar seorang pria tua dengan peci di kepalanya.
"Mereka di bawa ke UGD Pak. " jawab perawat.
"Terima kasih mbak. " laki-laki tua itu berjalan menuju UGD.
Di belakangnya di ikuti sepasang suami istri lain dengan dua anak mereka.
Tak lama datang lagi sepasang suami istri yang terlihat cemas. Bahkan sang istri nampak syok.
"Pe-permisi mbak... Tadi ada orang kecelakaan. Orang yang ngabarin saya bilang mereka di bawa ke sini.. Mereka di mana mbak!!! " Cecar sang istri.
"Mereka di bawa ke Ruang UGD ibu... Di sebelah sana ruangan nya. " jawab perawat itu dengan sopan.
"Terima kasih mbak.. Ayo ayah... " Sang istri lang menarik suami nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di depan ruangan UGD.
Terlihat beberapa orang tengah menunggu di depan UGD. Sepasang suami istri yang saling merangkul. Dan sepasang lainnya tengah terdiam. Begitu juga dengan kedua anak mereka.
"Ayah... emang pasien nya ada berapa? Kok banyak banget yang nunggu?" Tanya ibu.
"Ayah nggak tau bu... Semoga aja abang dan caca nggak apa apa ya bu... " Ujar ayah.
"Amin ya Allah" Jawab ibu.
Lalu seorang perawat dengan masker keluar dari ruangan.
"Suster!!... Bagaimana anak kami?? Luka nya nggak parah kan??" Ibu langsung menyerbu perawat tadi.
"Ya Allah ibu. Sabar dikit napa.. " ujar ayah.
__ADS_1
"Sebentar ya ibu.. " ujar perawat itu.
Perawat tersebut kembali masuk kedalam UGD. Dan keluar lagi dengan sebuah catatan.
"Keluarga atas nama Muhammad Fiqri ada ???" Tanya perawat itu.
"Kami keluarga nya suster... " Seorang laki-laki berpeci menjawab.
"Pasien sudah di tangani, dan akan segera di bawa ke ruang inap. Mohon untuk mengurus administrasi nya dahulu ya pak. " ujar perawat itu.
"Iya suster... Umi, Abah tinggal sebentar ya... " Abah langsung menuju bagian administrasi.
"Dan keluarga pasien atas nama Gilang Al Kahfi dan Anisa ?? Ada??"
Duugggg!!!!
Dua orang di sana terkesiap begitu mendengar nama yang baru saja di sebutkan. Mereka menatap kedua orang tua bang Gilang dan Caca.
"Kami orang tua mereka suster... Anak kami gimana ???!! " Jawab ayah.
"Mohon maaf bapak dan ibu.. Pasien untuk saat ini masih harus di rawat intensif, karena luka mereka lumayan parah. Kemungkinan besok pagi mereka sudah bisa di pindah kan ke ruang inap. Kalau begitu, saya permisi ya. " Perawat tadi pergi.
"Hhhwaaaa!!!! Ayah!!! Abang sama Caca Yah.... " Ibu histeris.
"I-iya... " bukan ibu yang menjawab. Melainkan ayah.
"Bapak dan ibu ini orang tua Caca sama bang Gilang ya??" Tanya anak laki-laki yang menyapa.
"Iya... Kok kamu bisa tau??" tanya ayah..
"Saya Elang.. teman Sekolah Caca. Dan Bang Gilang adalah guru saya.. Saya ikut sedih atas musibah yang menimpa mereka. Semoga mereka cepat sembuh. " Ujar Elang dengan wajah sendu nya.
"Iya.. Terima kasih ya Nak Elang. " Ayah masih menenangkan ibu yang sesegukan.
"Apa pasien yang yang baru aja di bawa ke ruang inap keluarga kamu Lang?" tanya ayah.
"Emm.. dia anak teman Ayah saya.. Jadi kami sekeluarga ikut menjenguk nya, ketika tau dia mengalami kecelakaan. " jawab Elang.
Ayah hanya mengangguk. Lalu terdengar ada yang memanggil Elang.
"Pak, bu.. Saya pergi dulu ya. Semoga Caca dan bang Gilang cepat sadar dan sembuh dari luka nya. " ujar Elang sebelum meninggalkan ayah dan ibu.
...****************...
__ADS_1
Di ruangan inap Muhammad Fiqri...
"Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam.. " Jawaban dari dalam.
"Bagaimana keadaan Fiqri ?" Tanya ayah Elang (Ayah Adam)
"Alhamdulilah, Dam. Suster bilang dia sudah membaik. Hanya saja dia masih dalam kondisi terbius. Suster nya bilang 2 jam lagi akan sadar. " Jawab Abah (abah Husen)
Seorang wanita berhijab nampak lesu di samping Fiqri yang masih terbius.
"Mbak Laila... " Panggil Bunda Elang. (bunda Siti)
"Siti... Terima kasih sudah mau ikut. Huhuhu.... "
Bunda siti memeluk sahabat nya dan menyalurkan rasa tenang.
"Tabah lah mbak. Ini musibah, tidak ada yang tau kecuali Allah. Kita bersyukur karena Fiqri sudah di tangani dan akan sadar 2 jam lagi. " tutur Bunda Siti.
"Huhu... iya Siti... "
"Nanda... Kesini nak.. " Panggil Bunda Siti.
"Kenalkan Ini teman Bunda, Kamu bisa memanggilnya Umi Laila.. " Bunda mengenal Nanda dan Umi Laila.
"Saya Nanda Umi. " Nanda menyalami takzim Umi.
"Dan yang laki-laki itu Elang, adik nya Nanda. Sini Lang.. " Panggil Bunda.
Elang mendekat. Dan memberi salam dengan mengatup kan kedua tangan di dada. 🙏🏻
"Saya Elang Umi.. " ujar Elang
"Ganteng dan cantik anak kalian ya.. " Puji Abang Husen.
"Makasih Abah.. " sahut Elang ramah.
Mereka melakukan percakapan lumayan lama. Dan di akhiri dengan pamit nya ayah Adam Pada Abah Husen. Di tambah besok Elang juga harus sekolah.
"Kami pamit ya Husen, Laila.. Besok atau lusa kami akan menjenguk lagi. Assalamualaikum.. " Pamit ayah.
"Waalaikumsalam.. Terima kasih ya Adam, Siti.. " jawab Abah Husen.
__ADS_1