
"Assalamualaikum... Caca pulang. " Caca memasuki rumah dengan lesu.
"Waalaikumsalam. " jawab ayah yang sibuk nonton TV dengan setoples kacang sukro di pangkuan nya.
"Lah??? kok ayah ga kerja?. Aduh yahh.... Kalo gak kerja mau dapet udah dari mana kita??aku sama ibu makan apa?? aku gak gak mau ya kalo harus makan kayu sama batu. Ayah kan bos nya, kalo ayah gak kerja nanti karyawan ayah dapet duit dari mana??? terus.. Happ.... nyammm... nyammm.... enak yah lagi dong. " omelan tak jelas caca langsung berhenti saat ayah melemparkan sebutir kacang sukro.
"Bisa diem dulu nggak ?.. Ngomel mulu dari tadi, kamu kaya ibu pas lagi datang tamu bulanan deh. Ngomel mulu nggak jelas. ayah salah nggak salah tetep aja di omelin" ujar ayah.
"Eheheh... Sabar ya, Yah.. kalo ibu lagi datang bulanan musti banyak banyakin istighfar. " Sahut Caca.
"Loh kok malah ganti topik sih!!. Kenapa ayah gak kerja??" Caca kembali ke awal.
"Assalamualaikum Zidan! " seruan salam terdengar dari luar.
"Nah itu dia dah dateng. " ayah meletakkan toples kacang sukro nya.
Caca melimpir ke kamar nya begitu mendengar tamu..
"Waalaikumsalam... wah lama banget tidak ketemu ya.." Ayah menjabat tangan dan menepuk bahu tamu nya.
"Hahaha iya kaya nya udah lamaaa banget gak ketemu. Pas ketemu, ehh malah jadi rekan bisnis... " jawab tamu itu.
"Yo'i... eh kau datang sendiri??" tanya ayah.
"Nggak kok... Sama anak istri dong. Nanti mereka ngamuk kalo gak di ajak jalan.. hahah" Ujar teman ayah.
"Ayo masuk masuk... " Ajak ayah.
__ADS_1
"Duduk dulu.. istri ku lagi nyiapin makanan, nanti kita makan siang bareng. Sebentar ya aku panggil dulu.. " Kata ayah pada tamu nya.
"Pa... Jadi itu temen kamu yang kamu ceritain semalem??" tanya istri tamu ayah.
"Iya Ma... "
"Ihhh kok rumah nya kecil banget ya?. Kalah sama rumah kita. Masa Papa temenan sama orang miskin sih?"
"Husshh!!!! Mama jaga mulut nya. Kalo sampe Zidan dengar, kan jadi nggak enak papa. "
"Waahh .. jadi ini sahabat ayah dulu...Silahkan di minum Minuman nya. " Ibu datang bersama ayah yang membawa beberapa toples kue kering.
"Hehehe... Iya bu, udah lama banget." Balas ayah.
Ibu ikut duduk bersama ayah di sofa.
"Ihh ibu apaan sih?? Gak boleh genit ya.. " Ujar ayah.
"Ini bu.. Yang ini teman ayah dulu, pas waktu di Pontianak. Dia juga pebisnis kaya ayah, sama sama di bidang produk makanan juga. Nama nya Septian. " Ujar ayah.
"Oh gitu. " Ibu nampak mengangguk.
Lalu melihat kearah istri pak Septian. Pak Septian langsung memperkenalkan istri dan anak nya.
"Perkenalkan mbak, ini istri saya Rosa dan Putri saya Selly. " Ujar pak Septian.
"Oh iya.. iya... Anak nya Pak Septian sama mbak Rosa cantik ya??" Puji ibu.
__ADS_1
"Ibu... Caca laper... Ada lauk Ap... pa??"
Caca yang asik mendengar musik di headphone milik nya, tiba-tiba merasa lapar. Langsung dia menuju ruang makan, namun saat menuruni tangga dia melihat orang-orang yang sangat dia benci. Keluarga nya yang dulu.
Hanya Bang Andre yang tak ada di sana. Sudah jelas, karena Bang Andre memilih tinggal terpisah.
Papa.. mama.. Selly???
"Caca.. kesini sebentar nak. ayah mau kenal kan teman bisnis sekaligus teman ayah dulu. " ajak ayah.
Caca berjalan mendekat dengan tatapan tajam ke arah pak Septian ex papa kandung nya.
"Ca... ini om Septian, yang di samping nya itu istrinya tante Rosa..kalo yang di samping tante Rosa itu Selly anak mereka.. " ayah mengenal kan.
"Oh.. iya. salken semua. " angguk caca singkat.
"Bu.. caca laper.. ada makanan gak? " tanya Caca.
"Oh iya... sampe lupa, udah waktu nya makan, yuk kita makan siang dulu... saya udah masak loh.. " ajak ibu pada tamu tamu nya.
Di dapur....
Ibu sedang melayani ayah, mengambil kan nya nasi dan lauk pauk. Begitu juga Rosa melayani suami nya pak Septian. Sedangkan Caca mengambil makanan nya sendiri.
"Mama.. Selly mau ayam dong. " pinta Selly dengan manja.
Mama Rosa mengambil kan potongan ayam dan meletakkan nya di piring Selly. Hal itu tak luput dari pandangan caca.
__ADS_1
"Dihh.... masih aja manja.! " cibir caca pelan.