Kehidupan Kedua Caca

Kehidupan Kedua Caca
56


__ADS_3

Elang mengambil langkah seribu sebelum Caca menarik baju nya. Karena dia tau saat dia mendaratkan kecupan singkat di pucuk kepala Caca maks dia sedang diambang kepunahan.


Beda hal nya dengan Caca, karena tersedak jus jambu, hidung nya terasa perih dan meja nya terciprat jus jambu. Ditambah wajah yang merah.


"Gue utangin Lo!! " gumam nya sambil menyeka meja nya dengan kertas.


Bell istirahat berbunyi.


"Yuk gess.. Kemon kantin!!!! " sorak Elang pada dua sohib nya.


Caca melayangkan tatapan tajam saat manik mata nya tak sengaja bertemu dengan mata Elang. Dan di balas sebuah wink genit dari Elang.


"Cckk.!! " Caca lebih dulu memutus tatapan nya.


"Caca... Kantin yuk. " ajak Nabila.


"Iya nih. Gue laper banget. Pelajaran kimia bener bener bikin laper. " sahut Ayu.


"Gimana ya... Aku sih mau aja. Tapi mager banget... masih lemes. Ibu juga udah bawain bekal kok dalem tas. " tolak caca halus.


"Yaudah bestie... kita ngantin dulu. Ga mau nitip nih?? " tanya Ayu.


"Ga usah.. kalian aja. " jawab Caca.


"Ya udah. Duluan Caca... " Ujar Farel yang diam dari tadi.


"iya.. " jawab Caca.


Caca mengeluarkan kotak bekal nya.


"Nasi putih, capcai plus udang, tempe dan tahu plus sambel tomat... " gumam Caca melihat menu bekal nya.


"Assalamualaikum cantik... "

__ADS_1


Caca mendengus, dia sudah hapal dengan suara iblis berwujud manusia satu ini. Dan benar saja, ketika dia menoleh ke samping. Sulit di jabar kan bagaimana perasaan Caca saat itu. Jengkel tapi juga malu mengingat kejadian tadi pagi.


"Lagi makan ya?.. Aku temenin ya.. " kata Elang.


"Nggak usah. Yang ada Gu- Aku keselek kalo makan sama kamu. " tolak Caca.


"Duh duh cantik... bikin gemes... Hahha malu ya sama yang tadi pagi. Kan aku udah bil-. amaynyanyamnyam....." Sepotong tahu goreng mendarat sempurna di mulut Elang.


"Enak loh.. lagi dong... "


Kok ngelunjak!!! Batin Caca.


"Kan kamu bawa makanan sendiri. Makan aja punya kamu. " jawab Caca.


"oh.. iya ya... Makan sama-sama ya cantik.. Bissmillah... ammnyamm.... " Elang menyendok bakso kedalam mulut nya.


Caca juga memakan bekal nya. Mereka makan dengan tenang... hingga Elang memberikan satu bulatan bakso pada caca.


"Aaaaa... " ujar nya.


"Abisin dulu makan dalem mulut kamu. " ujar Elang.


"Apa? " tanya Caca..


"Nih bakso... Mau nggak?" Elang menyodorkan bakso yang sudah di tusuk dengan garpu.


"Kamu aja yang makan. " ujar caca dengan maksud menolak.


Caca menerus kan makan nya.


"Caca.. " panggil Elang


"Ap---.. " bakso sudah bersarang di mulut caca sebelum caca menyelesaikan ucapannya.

__ADS_1


"Udah.. makan aja.. " ujar Elang..


Caca mengunyah bakso nya, Tiba-tiba...


"Ca... Pacaran yuk... "


Bbluuhhhh... uhukk.. uhukk....


Bakso yang hampir ***** itu terlontar dan jatuh sempurna didalam kotak bekal caca.


"Nih minum... " Caca menerima dan segera meminum air yang di sodorkan Elang. .


"Elang!!! bisa nggak sih kalo makan itu diem..!! " sentak Caca.


"Sama-sama.." jawab Elang..


Caca terdiam... Dia mengemasi bekal nya meskipun masih tersisa separuh. Navsu makan nya sudah hilang entah kemana.


"Ehh caca... mau kemana?!! "


Namun Caca tidak menjawab Elang. Dia berlari ke kakus siswi.


Disana dia mencuci wajah nya yang memerah.


"Udah gila kali si Elang " gumam nya.


"Bisa bisa nya nembak cewek di saat saat yang gak tepat. "


"Dimana mana tuh yang sweet.. Dikasih bunga kek... dikasih cokelat kek, atau nggak Pocky love.. kan so sweet.. lah ini di kasih bakso, terus langsung ngajak pacaran... Itu sama aja ngebunuh anak orang. Untung aja gak keselek bakso.. Kan gak lucu kalo siswi SMA mati keselek bakso.. ".. Caca berceloteh tidak jelas di dalam sana.


Caca kali membasuh muka nya...


Belum berbunyi...

__ADS_1


" Hahhh.. udah bunyi bell aja... Gak abis deh bekal nya.. Gara-gara si Elang ihhhh.. kesel!! " .


__ADS_2