Kehidupan Kedua Caca

Kehidupan Kedua Caca
Senyuman manis


__ADS_3

Di rumah sakit Andre berteriak histeris. Sambil menggendong Caca yang sudah sepucat mayat. Seorang dokter yang mengenali Caca dengan cepat membawa brangkar dan membawa Caca ke ruang ICU.


Dokter itu seolah sudah menduga bahwa ini akan terjadi pada Caca. Sedangkan bang Andre terlalu panik sampai tidak bisa memikirkan apapun.


"Maaf tapi anda harus menunggu di luar. " Seorang suster menahan Andre.


Dan pintu tertutup.


Andre menjambak rambut nya hingga berantakan. Air mata nya tidak bisa di tahan dan akhirnya jatuh. Dia duduk di pojokan . Meskipun di sana ada kursi, namun ia memilih di lantai. Dia situ dia menyembunyikan Kepala nya dan menekuk lutut nya.


Tidak lama dokter keluar dengan wajah kusut seperti Andre. Andre langsung memberondong nya dengan pertanyaan.


"Dokter.. dokter adek saya bagaimana dok?? Kenapa dia bisa pingsan dok... Adek saya sakit apa??"


"Maaf, sebelum nya siapa Anda?? Apa keluarga Caca??" Tanya dokter itu. Menyebutkan nama Caca.


"Saya abang nya dokter. " Jawab Andre.


"Jadi kamu Andre??" Tanya dokter itu.


"I-iya dokter. " Jawab Andre.

__ADS_1


"Baiklah.Tolong ikut saya sebentar. " Ajak dokter itu.


Di ruangan dokter itu, nampak Andre dengan mata kosong. Setelah dokter mengatakan bahwa Caca harus di operasi untuk mengangkat tumor yang bersarang di otak nya. Mendengar itu Andre seperti tersambar petir.


Ditambah dengan pernyataan, kanker yang di derita Caca susah berada di tahap akhir.Jika di operasi pun, itu tidak akan berdampak banyak pada Caca. Hasil nya akan sama saja. Meskipun begitu, Andre menyetujui operasi itu. Dengan harapan yang sangat besar. Harapan agar Caca selamat.


Dan sekarang, Andre selesai menandatangani surat persetujuan untuk operasi. Tinggal mengurus administrasi nya saja...


......................


Sesaat sebelum operasi dimulai. Seorang suster mendatangi Andre yang duduk di kursi depan ruang operasi.


"Saudara Andre?" Tanya suster.


"Pasien sedang sadar, dan mengatakan ingin bertemu dengan anda sebelum operasi. Mohon untuk cepat. " Suster itu menyampaikan maksud nya.


Andre langsung berlari ke ruangan operasi. Tapi tidak lupa dia mengenakan pakaian khusus. Begitu selesai Andre langsung menghampiri Caca.


"Adek.... Caca... "


"A-abang.... " Panggil Caca lirih.

__ADS_1


"Caca kenapa nggak bilang kalo Caca sakit?? Caca nggak sayang sama abang??" tanya bang Andre.


"Caca sa-yang abang....kok. Caca nggak mau abang khawatir sama Caca..... " jawab Caca lirih.


Andre tidak tau harus berkata apa lagi. Air mata nya sudah membanjiri mata nya.


"Abang jangan nangis ya... abang nya Caca kuat. Caca nggak sakit kok.... " ujar caca sambil tersenyum manis.


"A-bang... Caca sayang banget sama abang. Caca mau abang bahagia. Jangan sedih. "


Andre mengangguk, mengusap air mata nya.


"Nanti kalo Caca pergi, abang gak boleh na..ngis ya?? abang jaa-nji sama caca.??. Ka..lo abang nangis, Caca...nggak bisa tenang bang. Caca juga sedih nanti. "


Bang Andre semakin menangis.


"Caca harus kuat ya dek. Caca pasti selamat. Kalo caca sehat lagi abang akan kabul kan semua permintaan caca, ya dek. " balas Andre.


"Permintaan caca hanya Sederhana bang. Caca minta abang jangan sedih kalo caca pergi. Jangan marah sama Papa mama dan Selly. Ibadah nya jangan ditinggal ya bang. doa kan caca terus. Jangan beralih ke jalan yang salah. " Nafas caca perlahan melambat.


"Caaa....caca operasi dulu bang. Makasih udah rawat Caca. "

__ADS_1


Andre mengangguk dan terkahir mencium kening sang adik dengan lembut. Andre langsung di minta keluar dari ruangan, karena operasi akan dimulai.


"Ya Allah, semoga operasi nya berhasil". Andre


__ADS_2