Kehidupan Kedua Caca

Kehidupan Kedua Caca
Kabar gembira untuk Abang Gilang


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Caca masih menunggu jemputan nya datang. Sengaja dia menyuruh sang abang gila nya yang tak lain adalah Gilang. Dan sebuah kesempatan emas ketika kak Nanda mengajak Caca duduk berdua.


"Kakak kerja di rumah makan ini ya?" Tanya caca.


"Iya Ca.. Yang punya rumah makan ini bunda, kalo kaka sih cuman bantu bantu masak doang, kalo nggak yang bersih bersih. " Jawab kaka Nanda.


"Ohh.. Ka Nanda umur nya berapa sih? Kalo aku liat masih muda banget gitu, kalau menurut tebakan aku nih ya umur kaka tuh 19 tahun. " tanya Caca basa basi.


"Bhahaha... kaka gak semuda itu lagi Ca. Umur kaka dah 24. Gak tua tua amat ya kan?" balas Kak Nanda.


"Nggak sih. Malahan kalo kata aku nih ya, umur segitu tuh cocok banget buat para perempuan kayak kita berkarir ataupun berumah tangga. " pembahasan Caca mulai memasuki inti.


"Hahah... Kaka mah gak terlalu niat buat jadi wanita karir Ca. Gimana ya? Mau karir jadi apa coba. Kaka gak punya kelebihan lain selain masak. "


"Ya kaka buka restoran aja.. Kan itu namanya juga berkarir. " sahut Caca.


"Hemm.. Mau buka restoran ya?? Bagus juga ide kamu. Tapi kakak harus kumpulkan modal dulu. Dan buka resto nggak semudah yang di katakan. " tutur ka Nanda.


"Jadi options terakhir, jadi ibu rumah tangga dong?"tanya Caca


"Iya.. Nggak salah kan jadi ibu rumah tangga?"


"Nggak lah.. Bagus loh kalau kata ku. " jawab Caca.


"Berarti ka Nanda udah punya calon suami dong?Kan kata kaka mau jadi ibu rumah tangga?'' pertanyaan Caca ia buat sebodoh dan sepolos Mungkin.


" Hahahaha... ya Allah Caca.. Ya nggak juga lah... Kaka mau jadi ibu rumah tangga, bukan berarti udah punya calon suami. Kaka aja belom pernah nyentuh namanya pacaran. Boro boro punya calon laki, ayang aja ga punya. " Jelas ka Nanda.


"Ayah dan bunda sih nggak pernah Melarang kaka buat pacaran. Tapi kaka nya aja yang nggak mau, kaka lebih mau langsung di ajak ta'aruf, terus langsung nikah. Nggak nimbun dosa zina. " tutur ka Nanda.


"MashaAllah... Kak boleh gak sih, kak Nanda jadi kakak aku aja. Kalo gini terus, aku jadi pengen punya kakak cewek deh. " kata Caca.


"Hhh ada ada aja kamu Ca.. " Geleng ka Nanda.


"Ngomong ngomong, kamu di jemput ya?" tanya ka Nanda.


"Iya kak. Lama banget, padahal aku udah telpon abang aku, tapi ya... mungkin dia la--... "

__ADS_1


Tinnn... tiinn....


"Nah itu dia... panjang umur banget si lemot. " Caca mendengus.


'' hus gak boleh gitu.. " Kata kak Nanda.


"Ya udah kak. Aku pamit nya Assalamu'alaikum. "


"Iya waalaikumsalam. Hati-hati ya. "


Caca mendekati Gilang yang sedang duduk di atas motor nya. Bukan motor ninja, atau motor kawasaki ataupun motor yang bisa membuat perempuan memeluk si pembonceng. Hanya sebuah motor scoopy warna Cokelat milik ibu.


"Abang lama banget sih... Bisa bisa Caca di adopsi sama orang lain nih. " gerutu Caca.


"Udah diem. Bawel banget sih. " Ketus Gilang.


"Kenapa bang?Kok kusut banget kayak baju dalem mesin cuci. "


"Ngantuk ca. " Jawab Gilang.


"Eh Bang. Ingat nggak sama perempuan yang berhijab yang ketemu pas kita ke kafe Bang Andre. ??" tanya Caca.


"Yee.... si Curut lupa. Lupa apa pura-pura lupa Bang. Itu loh cewek yang jadi wallpaper HP abang!! " Caca malah tersulut emosi.


"Sshuuuttt... Diem napa Ca.. ember banget tuh mulut. " Gilang dengan cepat membekap mulut adik cantik nya...


"Hhhuuhhff... Bau iler. Ingat gak Bang ??"


"Iya abang dah ingat?Kenapa?"


"Abang gak mau ketemu dia lagi?Tuh orang nya ada di sono.. Lagi duduk nyantai sambil main HP. " Caca melirik ke arah Ka Nanda.


Dag... dig... dug.... seerrr.


"Nah kan Terpesona~... akuu... terpesona memandang mandangi wajah mu yang manis~... Uhuy... Jadi falingin Lop ye Bang. " Goda Caca.


Wajah Gilang bersemu. Dan dia nampak melamun.


GILANG POV

__ADS_1


Dia.. ??dia di sana. Gadis berhijab yang ku ambil foto nya diam diam. Benar kata adik ku. Aku terpesona. Aku masih ingat namanya. Nasya Ananda. Mahasiswi terbaik di Universitas yang sama dengan ku.


Ya..!! wajah itulah yang sudah membuat ku uring uringan beberapa hari ini. Wajah yang selalu terlintas di pikiran ku saat ibu menyebutkan kata Nikah.


Tapi, aku merasa kalah sebelum berperang. Aku tidak tau apakah dia sudah mempunyai pasangan atau pun calon suami.


Hingga kata kata Caca membuat ku terkejut dan membulat kan mata lebar lebar.


"Dia masih single loh Bang. Kata nya lagi nunggu pangeran bermotor scoopy buat ngelamar. Dia gak mau pacaran, mau nya ta'aruf terus langsung nikah. "


Ya Allah!! benarkah???kalau begitu harus nya aku bersujud syukur saat ini juga. Dan menambah jatah uang jajan adikku karena memberi ku kabar gembira.


"Abang yakin gak mau ngajakin doi nikah?'' Bak hasutan iblis terkutuk.


Bisikan adikku terdengar sangat menggoda dan menggiurkan. Baiklah... akan ku datangi dia dan langsung ku ajak menikah.


"Tapi ya jangan langsung datang terus ngajakin nikah atuh Bang. Yang ada dia ilfil sama abang. Ntar di kira Calon pengantin gagal nikah. "


Nyuuuutttt... Bisikan kali ini membuat ku meradang. Calon gagal nikah katanya!!? ilfil ?? Nampak nya uang jajan nya akan tetap seperti biasa. Tak ada penambahan.


"Abang bawa duit gak??" Tanya Caca.


Ya Allah, rencana apa yang ada di tengkorak kepala kecil nya itu. Ada ada saja.


"Bawa dek. Tapi cuman 20 ribu. Buat apaan??" Jawab ku.


"Caca punya ide. Dan ini akan menjadi langkah awal abang buat memikat gadis berhijab ungu. " ujar nya.


"Maksudnya kamu apa sih?? Gak usah lama deh.. ibu ngomel nanti kalo kita lama balik. " ketus ku.


"Siniin dulu duit nya... "


Ketika ku keluar kan dari kocek celana training ku, dia langsung menyambar nya. Astaghfirullah!! liat duit aja, langsung ijo tuh mata.


"Nih ya aku kasih tau. @∆€$£^@+_×€∆`°${×`^\™[%®]" Dia membisikkan sebuah rencana aneh.


Entah kapan dia merencanakan hal ini, tapi bagi ku ini adalah rencana yang patut untuk di coba.. Dengan bermodalkan uang 20 ribu, akan ku coba memikat gadis berhijab ungu.


Bismillah Ya Allah. Lancarkan lah rencana adik ku ini. Dan aku mulai melangkah kan kaki mendekati rumah makan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2