
Malam nya keluarga Septian datang. Septian, Rosa dan anak mereka Selly. Seolah-olah mereka tidak pernah memiliki anak laki-laki.
Pppiinnn.... pppiinnn....
Suara klakson mobil mereka di sambut oleh ayah. Septian keluar lebih dulu, di ikuti Rosa dan Selly di belakang nya. Senyum sejuta watt terpancar dari wajah Selly. Dengan riasan yang seharusnya untuk wanita dewasa.
"Wehehehe.... udah nunggu aja Lo Zi... " Ujar Septian berbasa-basi.
"Iya dong.. Yok masuk... Jangan di luar, ntar di kira gembel kesasar... hahah" Ajak ayah di selingi candaan.
Enak aja ngatain kita gembel!!! Nampak nya seseorang tidak suka dengan candaan receh dari ayah.
Ayah Zidan dan Septian sudah saling merangkul menuju ruang tamu dan tertawa. Rosa masih sepaket dengan senyum formal nya di sambut ibu dengan ramah.
"Waahhh... Mbak Rosa, apa kabar.. ?" sapa ibu.
"Baik Jeng... Sehat kok, Kamu juga apa kabar... Makin cantik nih sejak terakhir ketemu.. haha" balas Rosa.
"Malam tante.. " Sapa Selly, Selly menyalami takzim ibu.
"Malam Selly.. makin cantik ya kamu.. Yuk duduk gabung sama yang lain.. " ajak Ibu.
Ibu, Rosa dan Selly ikut bergabung bersama ayah Zidan dan Septian. Selly celingak celinguk mencari sesuatu atau lebih tepat nya seseorang.
"Zi.. anak anak lo mana? Gak keliatan dari tadi. ??" tanya Septian.
"Biasa.. Paling baru mandi, kebiasaan mereka kalo mandi suka malam malam.. " jawab ayah.
"Bu, panggil abang sama Caca ya.. " pinta ayah.
Ibu mengangguk. Dan menuju lantai dua kamar kedua anak nya.
"Kamu kelas berapa Selly?" tanya ayah basa basi.
"Kelas 10 Om.. kelas 2 SMA... " Jawab Selly.
"Oh.. udah gede juga ya, sekolah dimana?" tanya ayah.
"Di SMA ABC itu loh Zi... yang katanya sekolah favorit.. " jawab Septian.
"Oh ya!! Sama dong kayak Caca.. Dia kelas 2SMA.. kamu sering sapa'an gak sama anak Om?" tanya ayah.
"Emm.. eemm... Gak pernah om, karena Selly jarang di luar kelas, lebih suka di dalam kelas.. " jawab Selly agak gugup.
"Ohh... gitu... Kamu ngambil jurusan apa? IPA atau IPS??"
"IPS om... lebih tertarik nya sama Ips gitu heheh... " jawab Selly.
Tak lama ibu datang bersama Caca dan bang Gilang. Selly terpukau melihat tampilan bang Gilang dengan celana hitam pendek dan juga baju kaus santai warna putih. Berusaha menjaga imej dengan tetap duduk diam dan sopan.
__ADS_1
"Abang, Caca salim dulu sama temen om dan istri nya. " pinta ayah.
Bang Gilang dan Caca menyalami Septian dan Rosa bergantian. Namun saat giliran Selly mengadah kan tangan hendak bersalaman, bang Gilang segera beralih, begitu juga Caca.
Selly tentu saja geram dan malu. Namun ia tetap jaga imej.
"Kok Selly gak di ajak salaman Ca?" tanya ibu ketika Caca sudah duduk di samping nya.
"Kan ayah cuman suruh salim sama Om, tante doang. Kagak salaman sama anak nya. Lagian tangan Caca pegel kalo salaman mulu. " Jawab Caca jutek.
Sementara bang Gilang hanya diam, malas meladeni. Berbeda dengan reaksi Septian dan Rosa. Mereka tersenyum kaku.
"Oh iya, nak Caca. Bagaimana kondisi kamu? Masih ada yang sakit atau gimana?" tanya Rosa.
"B aja Tante. Dan seperti yang tante lihat, Caca baik baik aja cuman ni bahu pegel kebanyakan salam. " Jawab Caca tak berperasaan.
Hingga ibu mencubit pinggang nya. Caca ingin memekik tapi ia tahan.
"Oh iya... Terus Gilang? Gimana kepala nya baik baik aja kan?" tanya Septian.
"Nggak apa apa om.. Cuman pasca kecelakaan aja saya sempat koma 2 atau 3 hari gitu lah.. " jelas bang Gilang.
"Ya ampun!! Abang gak kenapa napa kan??.. Kepalanya masih sakit ya sampe sekarang?" tanya Selly cemas.
"Nggak apa apa.. Selly. " jawab Gilang singkat.
"Oh iya.. ini buat bang Gilang dari aku. Aku yang siapin sendiri loh.. Terima ya.. " Selly beranjak dan mendekati Gilang yang duduk di sofa single.
Dih gatel banget... Lupa kali sama gebetan nya si anak OSIS itu. Caca jengah dengan sikap caper Selly.
"Selly... Punya kak Caca mana? Kok nggak di kasih sekalian?" tanya Rosa karena canggung.
"Lupa Ma.. punya Caca ada di mobil... " jawab Selly
"Kak Caca ya Selly, jangan Caca. dia lebih tua.. " ralat Septian.
"Iya... "
"Oh iya.. tadi bini gue dah masak banyak. Yuk makan, sekalian makan malam bareng. " Ajak ayah.
"Waduh... ngerepotin nih kayak nya.. " ucap Septian.
"Halah.. enggak kok, cuman lagi rajin masak aja... " ujar Ibu.
Ayah mendahului bersama Septian, di susul ibu yang akan menyiapkan makanan. Caca dan Gilang beriringan dan Rosa juga Selly.
"Abang.. Nanti Selly duduk sama abang boleh ya??" tanpa aba-aba Selly menempel erat di tangan bang Gilang.
"Selly jangan gitu nak.. " ucap Rosa.
__ADS_1
"Ehh.. eh... apa-apaan Lo megang megang tangan abang gue!! Lepasin bukan mukhrim.!! " sentak Caca.
Selly terkejut, begitu juga Rosa..
"Udah dek.. Yuk makan aja. Kamu duduk sama abang ya, kan tangan kamu masih sakit. " lerai bang Gilang tanpa menghiraukan Selly.
"Mama... Sombong banget sih perempuan itu... " adu nya.
"Udah biarin aja. Kamu jaga sikap ya di rumah orang. " nasehat Rosa.
Selly melipat wajah nya berkali-kali. Dia m ngambil tempat di samping ibu nya. Namun dengan wajah tersenyum.
Ibu melayani ayah, mengambilkan nasi serat lauknya. Setelah itu giliran Rosa melayani Septian. Caca mengambil makanan nya sendiri, namun di karang oleh bang Gilang. Bang Gilang mengambilkan makanan untuk nya.
"Makasih bang. " ucap Caca. Bang Gilang tersenyum.
Kegiatan mereka tak luput dari penglihatan Selly. Rasa iri dan jengkel menyelimuti hati nya.
"Oh iya.. Seingat gue, lu juga punya anak cowok. Tapi gue lupa..Soal nya cuman ketemu sekali pas dia masih TK. " tanya Ayah.
Rosa, Septian dan Selly terdiam. Lalu Septian menjawab..
"Eh.. iya bener lu.. Tapi nama nya juga anak cowok ya, susah banget di atur.. Dia kabur dari rumah.. Kelakukan nya juga bandel.. " ujar Septian berbohong.
Bohong!!! Itu semua bohong!!! Bang Andre nggak kabur dari rumah.. Tapi sikap kalian yang mengusir dia!!!! kalian udah menghancurkan hidup abang gue!!! ingin sekali Caca berteriak demikian. Namun ia tahan.
Tangan nya menggenggam sendok dengan erat dan mata memerah... Sekuat tenaga ia meredam emosinya.
"Ahh.. yang bener aja lu... Emang sejak kapan dia kabur dari rumah??! " tanya ayah tidak percaya.
"Sejak lulus SMP ya Ma??" Jawab Septian
Rosa langsung menjawab cepat.
"Iya Zi.. gak sanggup lagi sama kelakukan nya.. Kalo usah di rumah dia di kamar terus... Gak mau nolong apa apa.. Yang ada Selly terus yang bantuin aku beresin rumah. " jawab Rosa yang pastinya berbohong.
Bullshit!!! Kalian pendusta!!! Tukang fitnah!!!
Caca tidak tahan dan akhirnya menggebrak meja hingga mengejutkan semua orang termasuk bang Gilang.
"Kenapa dek??.. Tangan kamu bisa sakit kalo gitu... "tanya bang Gilang.
" Abang suapin kamu ya, nanti di kamar minum obat. " Bang Gilang mulai menyuapi Caca.
"Udah bang.. Caca dah kenyang.. Males makan kalo banyak bacot terus!!! " tolak nya pada sendok ke-tiga.
"Ya udah.. Bu.. abang udah dulu makannya, nanti abang nyambung lagi. Mau nemenin Caca di kamar.. Boleh Yah?" tanya Gilang pada ayah ibu.
Caca sudah beranjak sejak tadi.
__ADS_1
"Iya.. sama kamu susulin Caca. " jawab ibu khawatir.