Kembalinya Apostle Dewa Kematian

Kembalinya Apostle Dewa Kematian
Titik Balik


__ADS_3

Sesampainya di barak Julian mengatakan tentang pembicaraan pribadinya dengan pangeran pertama kepada semua pasukannya, bahwa ia akan ikut serta dalam perang melawan kerajaan damaskus selanjutnya yang akan berlangsung tiga bulan dari sekarang. Julian telah mengetahui rencana gelap pangeran ketiga yang akan menjebak pasukan pangeran pertama agar ia terbunuh di medan perang dan menguatkan posisi nya sebagai pewaris takhta. Julian pun menyusun rencana untuk menyelamatkan pangeran ketiga serta memenangkan perangnya agar rencana pangeran ketiga gagal. Julian pun menemui damian untuk membahas tentang upgrade equipment para pasukan. Julian berkata bahwa ia memerlukan lebih banyak mythril untuk pedang agar lebih unggul dari pasukan lain yang hanya menggunakan besi. Julian pun mengajak reinald untuk melakukan ekspedisi mencari mythril yang dibutuhkan. Julian menuju ke sebuah dungeon digunung sebelah utara Athena. Diperjalanan tanpa disengaja ia bertemu dengan seorang dwarf yang dalam bahaya karena diserang oleh serigala fenrir salah satu mahluk mythical yang akan merasa terancam jika wilayah teritorinya di datangi mahluk lain. Julian dengan cepat menyelamatkan dan membawa kabur dwarf itu, dwarf itu pun bertanya.


“terima kasih atas bantuan mu nak, siapa namamu?”


Julian menjawab


“saya Julian hirowirzt, count dan pemimpin kota Athena.”


Dwarf itu pun membalas


“aku siegried salam kenal, jika kau tidak keberatan akan aku ajak kau ke desa kami sebagai ucapan terima kasih ku.”


Mereka berjalan menuju desa dwarf, sesampainya disana banyak dwarf yang menatapnya dengan sinis dan siegried menyampaikan bahwa dwarf disini agak tidak suka dengan manusia karena keserakahan mereka membuat mereka tersisih. Sesampainya di rumah siegried ternyata siegried adalah seorang blacksmith. Julian pun bertanya.


“ohh kau seorang blacksmith? Apa aku bisa memesan pedang? Aku ingin dibuatkan pedang mythril sebanyak 200 pedang, aku akan membayar mu 15 gold untuk setiap pedangnya dan kerja sama dengan Athena serta tempat tinggal dan workshop di Athena namun kau harus menyelesaikannya dalam satu setengah bulan, aku akan menyiapkan orang untuk membantumu.”


Siegried yang merasa tertarik pun bertanya


“hoho tawaran yang menarik, tapi perlu kau tau nak, untuk mythril sendiri sekarang mulai langka, satu satunya sumber tambang mythril yang ku tahu ada di jauh diwilayah dingin iceborg yang dijaga oleh ratu penyihir Requinzel, dia mungkin bijaksana tapi dia takkan dengan mudah memberi mythril nya pada orang asing.”


Julian pun menjawab


“jika aku mendapatkan mythril yang cukup maka apa kau sepakat dengan kesepakatan yang kutawarkan?”

__ADS_1


Siegried pun setuju, Julian kembali ke Athena untuk mempersiapkan perjalanan nya dan meminta izin pada ibu serta clarissa istrinya. Julian akan berangkat dua minggu lagi dan didampingi oleh reinald ivory serta damian. Clarissa pun memberi syarat karena sepertinya kepergian julian akan memakan waktu lama ia meminta untuk quality time dengannya dan keluarganya agar ketika ia pergi rasa rindu clarissa sudah sedikit terobati. Julian pun mengiyakan permintaan istrinya itu. Julian pun mengajak Clarissa dan keluarganya untuk liburan di wilayah baron kammer untuk menikmati pemandian air panas serta bulan madu untuk mereka berdua. Secara diam diam Julian telah menyewa sebuah rumah kecil dipinggiran kota yang memiliki pemandian air panas khusus untuk ia dan clarissa menginap. Ia pun mengajak clarissa kesana, clarissa sangat terkejut dengan keindahan pemandangan dan interior ruangan, setelah itu Julian dan clarissa pun mandi bersama dipemandian yang ada. Esok pagi nya saat julian terbangun clarissa sudah menyiapkan makanan, Julian berkata.


“kamu yang membuat semua ini? Ini sangat mengesankan sayang.”


Julian pun mencicipinya lalu dengan tersenyum ia berkata.


“rasanya sangat menakjubkan sayang, ini luar biasa aku tidak menyangka ini bisa seenak ini.”


Clarissa menjawab


“apa kamu pikir aku hanya istri yang bisa memuaskanmu secara seksual, aku bisa memberi kebahagiaan ke perut, perasaan, serta pikiranmu sayang.”


Mereka berdua pun menikmati keseharian mereka disana selama satu minggu. Lalu kembali ke Athena dan Julian bersiap untuk berangkat menuju perjalanannya ke iceborg. Julian pun berpamitan pada keluarga serta clarissa. Sebelum Julian pergi clarissa membisik kan sesuatu ke Julian dan setelah itu Julian tersenyum bahagia lalu mencium kening clarissa lalu pergi dengan penuh semangat. Julian pun melakukan perjalanan yang sangat jauh dan membutuhkan waktu hingga 5 hari 4 malam untuk sampai disana. Ditengah perjalanan ia dan tim nya memutuskan untuk istirahat disebuah desa. Saat ia dipenginapan saat malam hari tiba tiba terdengar orang panik, ketika mereka berempat keluar, betapa terkejutnya mereka mengetahui desa diserang oleh gerombolan undead. Julian pun memerintahkan timnya untuk membasmi semua undead dan dia akan mencoba mencari kepala desa. Saat berusaha mencari kepala desa, Julian menemukan seorang anak kecil yang lari ketakutan dan berkata pada nya bahwa kepala desa telah dibunuh oleh undead. Lalu ia mencoba membersihkan undead yang ada dirumah kepala desa dan memerintahkan semua orang desa untuk masuk ke dalam. Julian pun merubah penampilannya menjadi apostle lalu memanggil seorang demon bernama heimgard untuk menjaga tempat itu, dengan kehadiran heimgard para undead yang ketakutan dengan sosok heimgard yang seorang archdemon pun tidak berani mendekati tempat itu. Julian pun melacak keberadaan necromancer yang ia yakini penyebab munculnya para undead, Julian pun menemukan lokasi necromancer lalu membunuhnya dengan singkat serta memberinya ketakutan abadi yang takkan hilang bahkan saat dineraka. Setelah keadaan mereda esok harinya penduduk desa berterima kasih pada julian dan tim nya lalu mereka kembali melanjutkan perjalanan. Julian pun langsung menuju istana ratu penyihir requinzel, requinzel yang mendengar apa yang disampaikan Julian pun berkata.


Julian pun menyutujui persyaratan nya, dengan cepat ia berubah menjadi wujud apostle dan pergi sendirian menghadapi sang naga. Naga yang merasa ada keberadaan yang cukup kuat mengancamnya langsung menyerang Julian yang terbang mendekati nya. Dragove berulang kali menyemburkan nafas api serta mencoba mencabik cabik Julian namun masih bisa diatasi oleh Julian. Julian pun mengaktifkan skillnya yaitu rantai pengikat jiwa. Dan memotong sayap naga yang membuatnya tidak bisa terbang, lalu sang naga pun berkata.


“jadi kau adalah penerus Lucifer the fallen angel. Aku sudah cukup yakin ketika merasakan keberadaan mu dan sekarang aku semakin yakin, kau pantas menjadi orang yang membunuh ku. Dan ambil lah peninggalan Lucifer disarang ku, ia yakin bahwa suatu saat penerusnya akan datang dan hanya orang yang berhasil membunuhku lah yang pantas mendapatkannya.”


Setelah membelah tubuh naga menjadi dua dan membakar nya dengan hellfire, Julian pun mengecek ke sarang naga dan menemukan sebuah buku kuno yang bertuliskan “EDITH” julian pun mengambilnya lalu membawa kepala naga itu ke ratu penyihir dan ia berhasil mendapatkan mythril yang ia butuhkan. Setelah menetap disana selama 3 hari julian menuju ke desa dwarf untuk menemui siegried dan memberinya bahan untuk membuat pesanannya. Julian pun mencoba kembali menemui sang dewa kematian di demon realm sebutan untuk dimensi dewa kematian. Ia pun menanyakan perihal buku itu, dewa kematian menjawab.


“kau menemukan buku edith ya, edith itu memiliki arti even death i’m the hero, Lucifer menulisnya karena ia pernah diberi sebuah pertanyaan yang membuatnya tidak bisa menjawab dan hanya menemukannya ketika ia akan mati. Ia ditanya apakah ia memilih hidup sebagai monster, atau mati sebagai seorang pahlawan, setelah semua yang dilalui lucifer, lucifer akhirnya mati dan ia menjadi pahlawan di demon realm yang dikenang akan pemberontakannya atas dewa kehidupan yang tidak peduli akan mahluknya.”


Julian pun berpikir sambil menggumam

__ADS_1


“hidup sebagai monster, atau mati sebagai pahlawan kah, itu pertanyaan yang sulit.”


Julian pun berlatih didemon realm selama 4 hari, yang itu setara dengan 4 minggu di dunia nyata yang berarti sudah satu bulan berlalu sejak Julian menyerahkan mythril. Ia pun kembali kedunia nyata dan menanyakan hasil nya ke siegried. Siegried menjawab jika ia kurang beberapa pedang saja, Julian pun membayar sesuai perjanjian dan berkata akan membawa pedang yang sudah jadi dulu ke Athena. Saat kembali ke mansion Julian menyerahkan pembagian pedang ke reinald dan ia berlari menuju clarissa, ternyata sebelum keberangkatan Julian, clarissa berkata bahwa ia sedang mengandung anaknya. Julian pun melihat kondisi clarissa yang baik baik saja dan merasa tenang akan itu. Esok harinya Julian menyiapkan strategi bersama damian sebagai penasehatnya untuk merencanakan planning terbaik untuk menggagalkan upaya pangeran ketiga. Setelah berdiskusi lama, Julian pun memutuskan rencana yang ia bangun dengan damian disepakati. Lalu waktu untuk berangkat ke medan perang pun tiba, Julian berangkat menuju camp di utara timur kekaisaran, sesampainya disana ia memerintahkan divisi informan untuk menyebar dan melakukan pengintaian serta melaporkan hal hal yang janggal, Julian menuju tenda pangeran pertama. Ia pun mendiskusi kan rencananya, ia akan memberikan pedang mythril ke pasukan pengawal pangeran pertama, dan damian akan mengkamuflase kan pedang itu dengan sihir. Waktu perang pun tiba, pasukan Julian ditugaskan untuk menyergap dari sisi lain pasukan damaskus, ketika perang dimulai pasukan pangeran pertama terpojok dan terbawa kesebuah lembah yang jalan buntu, pasukan damaskus yang mengejarnya ternyata terdapat tambahan kekuatan dari pasukan pangeran ketiga yang menyamar, ketika mulai terpojok pasukan pengawal pangeran pertama mengeluarkan pedang mythril dan mampu merusak senjata lawan, serta muncul Julian dalam wujud Grim Reaper kemudian membantu pangeran untuk lolos dari situasi terpojok itu, Julian pun menangkap salah satu dari pasukan pangeran ketiga yang menyamar dan menginterograsinya. Dengan menyeret kakinya ia membawanya kesebuah ruangan lalu melemparnya. Tanpa sepatah kata apapun Julian memotong tangan orang tersebut dan orang itu berteriak sangat kencang, Julian pun bertanya


“ohh sakit ya, lalu apa kau akan mengaku jika pangeran ketiga yang memerintah mu?, kau tau jika kau tidak mengakui apa kebusukan pangeran ketiga, aku akan mulai memotong tiap inci tubuh mu, mencincang nya, lalu menyatukannya kembali dan memberi mu heal dari temanku dan kembali menyiksa mu sampai kau hanya berharap kematian, namun kau tau aku lah kematian itu.”


Julian kembali menyiksa orang itu berulang kali dan memberinya ketakutan abadi akan sosok Grim Reaper, dan saat Julian akan mencoba mencongkel matanya, orang itu akhirnya berkata.


“arghh arghh baik baik lah akan aku ceritakan segalanya.”


Setelah tau semua kebusukan pangeran ketiga, Julian memerintahkan ivory untuk menyembuhkan orang itu dan akan menjadikannya saksi dihadapan pengadilan kekaisaran untuk menjatuhkan pangeran ketiga, ivory yang masuk terkejut melihat seisi ruangan yang dipenuhi darah berceceran dan kondisi tubuh orang itu yang terbelah kemana mana namun heran kenapa ia tidak mati, orang yang sudah diberi ketakutan abadi oleh julian takkan mati jika bukan Julian sendiri yang membunuhnya. Ivory pun memberinya heal dan setelah perang berhasil dimenangkan pasukan kekaisaran Cotia, Julian bercerita semua yang ia dengar kepada pangeran pertama, pangeran pertamapun menyetujui untuk membawanya kekaisar agar diadili. Saat kembali ke ibu kota pasukan kekaisaran disambut sorak sorai gembira, pangeran ketiga terlihat tidak senang dan hanya memberi senyum palsu. Saat sesampainya dikekaisaran, karena prestasi Julian, julian diangkat menjadi “honorary viscount” saat ditanya kaisar apakah ia memiliki permintaan khusus julian menjawab.


“yang mulia dengan segala hormat saya ingin menuntut pangeran ketiga atas percobaan pembunuhan terhadap pangeran pertama dan telah bekerja sama dengan kerajaan damaskus untuk mendapatkan takhta.”


Pangeran ketiga yang terkejut rencananya diketahui pun membalas


“yang mulia, itu tidak benar sama sekali, tuduhan itu tidak mendasar, saya jelas ikut dalam perang melawan damaskus dan dia sendiri tidak memiliki bukti konkrit akan hal itu.”


Julian pun keluar ruangan dan masuk menyeret orang yang telah ia siksa, dan berkata bahwa orang ini adalah buktinya. Pangeran ketiga yang mengenali wajahnya pun merasa sangat kesal dan bingung bagaimana Julian bisa mengalahkan orang itu. Orang itu pun berkata semua kebusukan pangeran ketiga, setelah semua yang ia ucapkan pangeran ketiga tidak bisa mengelak, kaisar yang kecewa melihat pangeran ketiga pun memutuskan hukuman untuk pangeran ketiga.


“pangeran ketiga kerajaan cotia, Dareen de edgar atas semua rencana mu yang merupakan sebuah hal memalukan bagi keluarga kekaisaran, dengan ini status mu sebagai pangeran akan dicabut, dan kau akan diusir dari kekaisaran cotia untuk selamanya.”


Dengan diambilnya status pangeran dareen de edgar ia akan hidup sebagai dareen dan tidak menyandang nama de edgar, juga ia tidak berhak atas takhta yang meyakinkan posisi Julian akan progress nya dalam mengubah masa depannya. Dan menjadi titik balik untuk julian.

__ADS_1


__ADS_2