
Kekuatan Julian berevolusi, dan ia pun bertemu dengan sang dewa.
“kau akhirnya membuka gerbang pertama kekuatan apostle mu, kini kau dapat lebih leluasa mengendalikan kegelapan, kau dapat menjadi kegelapan itu sendiri dan membunuh musuh musuhmu. Bahkan jika perlu kau dapat meminjam sayapku dan menggunakannya untuk menjangkau musuhmu, tapi ingat kekuatan yang besar mendatangkan tanggung jawab yg besar juga”.
Julian pun tersadar sudah dikamar nya, elenore tertidur disamping ranjangnya, begitu ia sadar elenore pun ikut terbangun dan terkejut dengan penampilan Julian. Seketika elenore memanggil ibunya, ayahnya, dan dokter serta alfred untuk memastikan kondisi dari Julian. Dokter menyatakan Julian sehat walaupun terdapat beberapa perubahan pada tubuhnya. Julian telihat sangat kekar, memiliki rambut putih yang panjang dan warna matanya sangat merah. Sangat berbeda dari yang sebelumnya berambut hitam dan memiliki mata sama seperti ibu nya yaitu hijau terang.
Setelah tubuhnya membaik Julian mulai mengecek kondisi pasukannya dan penelitian yang dilakukan oleh Damian. Saat Julian sedang dilab bersama Damian tiba-tiba alfred datang dan memberitahu bahwa ayahnya memanggilnya ke ruangannya.
“ah julian akhirnya kau sampai, aku ingin menyampaikan sesuatu’
Julian menjawab
“apa itu ayah?”
Ayahnya seraya tersenyum membalas
“aku lihat kau terlalu sering bertemu dengan pedang dan bertarung, aku ingin kau mempunyai teman yang sebaya dengan mu dan membangun relasi atau pun mulai mencari pasangan masa depan mu, minggu depan akan aku adakan pesta debutmu, untuk menyambut kedewasaan mu, akan ku undang bangsawan di kekaisaran ini aku harap kau mampu bersosialisasi. Dan lakukan sesuatu lah dengan rambut panjang putih mu itu rapihkan lah, kau terlihat lebih tua dari ku”.
Julian pun menyetujuinya dan bersiap siap dengan alfred untuk merencanakan apa saja yang diperlukan untuk pesta debut itu, alfred menyarankan untuk akrab dengan bangsawan kelas atas terutama yang terdekat seperti putri count braxia yaitu margarethe von braxia. Julian seketika teringat, bahwa ketika ia melaksanakan pesta debut dimasa lalunya alfred juga mengatakan hal yang sama dan ketika ia mendekati putri count braxia itu Julian difitnah memperkosanya yang membuat Julian terpuruk dan tidak mau bersosialisasi dengan orang lain saat itu, Julian sekarang pun merencanakan cara untuk membalas dan menjauhi nya sebisa mungkin.
Esok harinya Julian menemui reinald, ia berbincang tentang pesta itu, Julian meminta reinald dan ivory untuk mendampinginya dipesta itu. Alfred datang dan memberitahu Julian jika elenore dan ibunya memanggilnya. Julian pun menemui mereka.
“ada apa ibu? Apa ibu butuh sesuatu?”
Ibu julian menjawab
“julian aku ingin mengajak mu untuk berbelanja pakaian yang kamu perlukan untuk pesta nanti, sepertinya kebanyakan pakaian mu sudah tidak muat lagi sekarang”
Elenore meneruskan
“iya kakak, kakak harus tampil tampan dihadapan para tamu, dan barangkali saja ada wanita cantik yang terpikat dengan pesona kakak”
Dengan sungkan Julian menjawab
“harus kah bu? aku rasa pakaianku masih muat muat saja tidak perlu beli baru lagi dan juga apa aku harus mendapatkan seorang wanita di pesta nanti?”
Ibu julian sambil mencubit pipinya julian menjawab
“pesta ini sangat penting jangan menyepelekan, apa diotak mu itu hanya pedang dan otot? Jadilah seperti ayahmu yang sangat aktif ketika pesta debutnya, bahkan ibu yg saat itu pun bisa luluh pada nya saat di pesta debutnya, jadi setidak nya ibu harap kamu dapat menemukan seorang wanita yang akan mendampingi mu nanti”.
Julian menjawab sambil dicubit pipinya
“bwaiklah byuu, akwan ku lakyukan”
Mereka bertiga pun pergi ke toko toko yang ada dikota berkeliling bersama dengan pengawal pribadi julian, reinald dan ivory. Julian pun menanyakan pada ibunya apa boleh membelikan pakaian untuk reinald dan ivory juga, ibu julian dengan senang hati menjawab iya dan sangat bersemangat untuk mencari pakaian untuk mereka bertiga nanti. Mereka pun kembali disore hari, ayah Julian pun menemui mereka dan mereka berkumpul bersama dan bercanda, reinald pulang kerumahnya. Ivory yang masih disitu tiba tiba menangis dan ibu julian yang melihatnya lalu bertanya.
“ada apa ivory? Kenapa kamu menangis? Apa kamu tidak suka baju nya?”
Ivory sambil menangis menjawab
“aku baru kali ini merasakan hal seperti ini, ayahku meninggal dimedan perang, ibuku meninggalkan ku digereja dan aku dirawat oleh suster disana, namun itu tidak bertahan lama ketika aku berusia 7 tahun suster yang merawatku meninggal karena usia aku pun pindah ke panti asuhan. Aku merasa sangat bahagia bisa merasakan kembali hangat nya kasih sayang dari keluarga”.
Ibu julian yang ikut menangis pun menjawab
“kamu akan selalu menjadi putriku ivory, kami menyayangi mu”.
Dengan raut wajah gembira, elenore berkata
“berarti aku akan memanggilmu kakak ivory mulai sekarang!!”
Mereka pun tertawa gembira pada malam itu.
Esok hari nya julian kembali berlatih, kali ini ia pergi kepegunungan untuk mencoba kekuatan baru nya. Ia pun mencoba untuk menggunakan 50% kekuatannya. Julian mengucapkan mantra untuk memanggil kekuatan apostle “demi kematian yang tidak mengenal waktu, aku Julian Hirowirzt dengan ini memanggilmu untuk tundak padaku” Julian pun diselimuti dengan kekuatan kegelapan yang pekat, tubuhnya diselimuti armor yang kuat, menggunakan tudung layaknya malaikat pencabut nyawa, dan wajahnya menampilkan langit malam yang gelap dan tidak memperlihatkan wajah Julian. 8 sayap muncul dipunggung Julian dan ketika Julian melangkah pohon pohon dan tumbuhan serta hewan yang berjarak sekita 2-3m disekitarnya mati dan lari ketakutan.
Julian pun mengeluarkan kekuatannya, rantai pengikat jiwa, dan satu kekuatan baru yang ia dapat yaitu ketakutan abadi. Kekuatan yang membuat lawan yang dicengkramnya merasakan ketakutan yang teramat sangat akan sosok Julian dan akan terbawa hingga akhir hidupnya. Setelah latihan yang berat Julian pun kembali dan beristirahat untuk persiapan pesta debutnya.
Pesta debutnya pun tiba, banyak bangsawan yang datang, namun ada satu orang yang sangat mengejutkan Julian yang membuat ia hampir tersulut emosi. Yaitu kedatangan pangeran ketiga kekaisaran yang tidak lain adalah kaisar yang meracuni Julian dikehidupan lampaunya. Pangeran pun mendatangi Julian.
“Julian Hirowirzt, salam kenal aku adalah pangeran ketiga kekaisaran Cotia, nama ku Dareen de Edgar, aku menantikan kontribusi mu untuk kekaisaran ini”.
Dengan berusaha menenangkan dirinya Julian menjawab
__ADS_1
“salam kenal juga pangeran, saya Julian Hirowirzt, putra pertama count Lucian Hirowirzt, saya harap anda menikmati pestanya”.
Julian pun memberikan kata sambutannya lalu pergi ke lantai dansa, ketika ia akan tiba di lantai dansa ada seorang wanita yang menyapanya.
“hmm selamat malam Tuan Julian, nama saya Clarissa Whiteland, saya putri kedua baron Kammer Whiteland, maaf jika saya menyela anda tuan Julian....”
Julian terdiam dan termenung melihat kecantikan Clarissa, ini pertama kali nya ia merasakan hal seperti ini setelah sekian lama, ia melamun terbenam dalam keindahan wajah Clarissa.
“permisi Tuan Julian? Tuan Julian?” ucap clarissa yang bingung kenapa Julian melamun
Julian yang tersadar pun menjawab
“ahh oh iya, kenapa? Maaf aku hanya sedikit melamun”
Clarissa bertanya
“jadi siapa kah yang akan anda ajak sebagai pasangan dansa anda tuan Julian?”
Tiba-tiba orang yang ingin dihindari Julian putri dari count braxia datang dan menyela pembicaraan mereka berdua.
“tentu saja aku, margarethe von braxia, bukan putri dari seorang bangsawan rendah seperti mu!, jadi menyingkir lah”
Margarethe mendorong Clarissa sampai terjatuh dan clarissa hanya bisa termenung mendengar ucapan margarethe. Julian mengulurkan tangan untuk membantu Clarissa bangun dan berkata.
“maaf tapi aku telah memilih pasangan dansa ku, mari nona clarissa”.
Clarissa yang tidak menyangka itu seketika wajahnya memerah dan terkagum dengan Julian. Mereka pun berdansa berdua, menjadi pusat perhatian di pesta itu dan menjadi pertanyaan publik, siapa kah orang yang berdansa dengan Julian pada malam itu. Margarethe yang tidak terima pun melapor pada ayahnya saat setiba nya ia dirumah. Ayahnya yang merasa ini sebuah pencemaran nama baik pun merencanakan hal kotor untuk menghancur kan baron Kammer.
Esok nya ibu Julian mendatangi Julian. Dan dengan muka yang seperti meledek Julian ibunya menanyakan perihal tentang wanita yang ia ajak dansa pada malam pesta nya itu. Julian menjelaskan.
“dia putri dari Baron kammer, namanya Clarissa, aku tidak tau mengapa ketika pertama kali aku memandangnya, aku merasa memandang seseorang yang begitu indah. Aku merasa dadaku ada sesuatu yang aneh, bahkan aku tidak bisa sedikitpun memalingkan pandangan ku dari nya”.
Ibu julian menjawab
“itu yang dinamakan cinta Julian, aku menyarankan ini untuk mu, jika kau mencintainya dan dia adalah wanita yang pantas diperjuangkan, maka kejar lah dengan penuh keberanian, atau kau lepaskan dengan penuh keikhlasan”.
Kekuatan Julian berevolusi, dan ia pun bertemu dengan sang dewa.
“kau akhirnya membuka gerbang pertama kekuatan apostle mu, kini kau dapat lebih leluasa mengendalikan kegelapan, kau dapat menjadi kegelapan itu sendiri dan membunuh musuh musuhmu. Bahkan jika perlu kau dapat meminjam sayapku dan menggunakannya untuk menjangkau musuhmu, tapi ingat kekuatan yang besar mendatangkan tanggung jawab yg besar juga”.
Julian pun tersadar sudah dikamar nya, elenore tertidur disamping ranjangnya, begitu ia sadar elenore pun ikut terbangun dan terkejut dengan penampilan Julian. Seketika elenore memanggil ibunya, ayahnya, dan dokter serta alfred untuk memastikan kondisi dari Julian. Dokter menyatakan Julian sehat walaupun terdapat beberapa perubahan pada tubuhnya. Julian telihat sangat kekar, memiliki rambut putih yang panjang dan warna matanya sangat merah. Sangat berbeda dari yang sebelumnya berambut hitam dan memiliki mata sama seperti ibu nya yaitu hijau terang.
“ah julian akhirnya kau sampai, aku ingin menyampaikan sesuatu’
Julian menjawab
“apa itu ayah?”
Ayahnya seraya tersenyum membalas
“aku lihat kau terlalu sering bertemu dengan pedang dan bertarung, aku ingin kau mempunyai teman yang sebaya dengan mu dan membangun relasi atau pun mulai mencari pasangan masa depan mu, minggu depan akan aku adakan pesta debutmu, untuk menyambut kedewasaan mu, akan ku undang bangsawan di kekaisaran ini aku harap kau mampu bersosialisasi. Dan lakukan sesuatu lah dengan rambut panjang putih mu itu rapihkan lah, kau terlihat lebih tua dari ku”.
Julian pun menyetujuinya dan bersiap siap dengan alfred untuk merencanakan apa saja yang diperlukan untuk pesta debut itu, alfred menyarankan untuk akrab dengan bangsawan kelas atas terutama yang terdekat seperti putri count braxia yaitu margarethe von braxia. Julian seketika teringat, bahwa ketika ia melaksanakan pesta debut dimasa lalunya alfred juga mengatakan hal yang sama dan ketika ia mendekati putri count braxia itu Julian difitnah memperkosanya yang membuat Julian terpuruk dan tidak mau bersosialisasi dengan orang lain saat itu, Julian sekarang pun merencanakan cara untuk membalas dan menjauhi nya sebisa mungkin.
Esok harinya Julian menemui reinald, ia berbincang tentang pesta itu, Julian meminta reinald dan ivory untuk mendampinginya dipesta itu. Alfred datang dan memberitahu Julian jika elenore dan ibunya memanggilnya. Julian pun menemui mereka.
“ada apa ibu? Apa ibu butuh sesuatu?”
Ibu julian menjawab
“julian aku ingin mengajak mu untuk berbelanja pakaian yang kamu perlukan untuk pesta nanti, sepertinya kebanyakan pakaian mu sudah tidak muat lagi sekarang”
Elenore meneruskan
“iya kakak, kakak harus tampil tampan dihadapan para tamu, dan barangkali saja ada wanita cantik yang terpikat dengan pesona kakak”
Dengan sungkan Julian menjawab
“harus kah bu? aku rasa pakaianku masih muat muat saja tidak perlu beli baru lagi dan juga apa aku harus mendapatkan seorang wanita di pesta nanti?”
Ibu julian sambil mencubit pipinya julian menjawab
__ADS_1
“pesta ini sangat penting jangan menyepelekan, apa diotak mu itu hanya pedang dan otot? Jadilah seperti ayahmu yang sangat aktif ketika pesta debutnya, bahkan ibu yg saat itu pun bisa luluh pada nya saat di pesta debutnya, jadi setidak nya ibu harap kamu dapat menemukan seorang wanita yang akan mendampingi mu nanti”.
Julian menjawab sambil dicubit pipinya
“bwaiklah byuu, akwan ku lakyukan”
Mereka bertiga pun pergi ke toko toko yang ada dikota berkeliling bersama dengan pengawal pribadi julian, reinald dan ivory. Julian pun menanyakan pada ibunya apa boleh membelikan pakaian untuk reinald dan ivory juga, ibu julian dengan senang hati menjawab iya dan sangat bersemangat untuk mencari pakaian untuk mereka bertiga nanti. Mereka pun kembali disore hari, ayah Julian pun menemui mereka dan mereka berkumpul bersama dan bercanda, reinald pulang kerumahnya. Ivory yang masih disitu tiba tiba menangis dan ibu julian yang melihatnya lalu bertanya.
“ada apa ivory? Kenapa kamu menangis? Apa kamu tidak suka baju nya?”
Ivory sambil menangis menjawab
“aku baru kali ini merasakan hal seperti ini, ayahku meninggal dimedan perang, ibuku meninggalkan ku digereja dan aku dirawat oleh suster disana, namun itu tidak bertahan lama ketika aku berusia 7 tahun suster yang merawatku meninggal karena usia aku pun pindah ke panti asuhan. Aku merasa sangat bahagia bisa merasakan kembali hangat nya kasih sayang dari keluarga”.
Ibu julian yang ikut menangis pun menjawab
“kamu akan selalu menjadi putriku ivory, kami menyayangi mu”.
Dengan raut wajah gembira, elenore berkata
“berarti aku akan memanggilmu kakak ivory mulai sekarang!!”
Mereka pun tertawa gembira pada malam itu.
Esok hari nya julian kembali berlatih, kali ini ia pergi kepegunungan untuk mencoba kekuatan baru nya. Ia pun mencoba untuk menggunakan 50% kekuatannya. Julian mengucapkan mantra untuk memanggil kekuatan apostle “demi kematian yang tidak mengenal waktu, aku Julian Hirowirzt dengan ini memanggilmu untuk tundak padaku” Julian pun diselimuti dengan kekuatan kegelapan yang pekat, tubuhnya diselimuti armor yang kuat, menggunakan tudung layaknya malaikat pencabut nyawa, dan wajahnya menampilkan langit malam yang gelap dan tidak memperlihatkan wajah Julian. 8 sayap muncul dipunggung Julian dan ketika Julian melangkah pohon pohon dan tumbuhan serta hewan yang berjarak sekita 2-3m disekitarnya mati dan lari ketakutan.
Julian pun mengeluarkan kekuatannya, rantai pengikat jiwa, dan satu kekuatan baru yang ia dapat yaitu ketakutan abadi. Kekuatan yang membuat lawan yang dicengkramnya merasakan ketakutan yang teramat sangat akan sosok Julian dan akan terbawa hingga akhir hidupnya. Setelah latihan yang berat Julian pun kembali dan beristirahat untuk persiapan pesta debutnya.
Pesta debutnya pun tiba, banyak bangsawan yang datang, namun ada satu orang yang sangat mengejutkan Julian yang membuat ia hampir tersulut emosi. Yaitu kedatangan pangeran ketiga kekaisaran yang tidak lain adalah kaisar yang meracuni Julian dikehidupan lampaunya. Pangeran pun mendatangi Julian.
“Julian Hirowirzt, salam kenal aku adalah pangeran ketiga kekaisaran Cotia, nama ku Dareen de Edgar, aku menantikan kontribusi mu untuk kekaisaran ini”.
Dengan berusaha menenangkan dirinya Julian menjawab
“salam kenal juga pangeran, saya Julian Hirowirzt, putra pertama count Lucian Hirowirzt, saya harap anda menikmati pestanya”.
Julian pun memberikan kata sambutannya lalu pergi ke lantai dansa, ketika ia akan tiba di lantai dansa ada seorang wanita yang menyapanya.
“hmm selamat malam Tuan Julian, nama saya Clarissa Whiteland, saya putri kedua baron Kammer Whiteland, maaf jika saya menyela anda tuan Julian....”
Julian terdiam dan termenung melihat kecantikan Clarissa, ini pertama kali nya ia merasakan hal seperti ini setelah sekian lama, ia melamun terbenam dalam keindahan wajah Clarissa.
“permisi Tuan Julian? Tuan Julian?” ucap clarissa yang bingung kenapa Julian melamun
Julian yang tersadar pun menjawab
“ahh oh iya, kenapa? Maaf aku hanya sedikit melamun”
Clarissa bertanya
“jadi siapa kah yang akan anda ajak sebagai pasangan dansa anda tuan Julian?”
Tiba-tiba orang yang ingin dihindari Julian putri dari count braxia datang dan menyela pembicaraan mereka berdua.
“tentu saja aku, margarethe von braxia, bukan putri dari seorang bangsawan rendah seperti mu!, jadi menyingkir lah”
Margarethe mendorong Clarissa sampai terjatuh dan clarissa hanya bisa termenung mendengar ucapan margarethe. Julian mengulurkan tangan untuk membantu Clarissa bangun dan berkata.
“maaf tapi aku telah memilih pasangan dansa ku, mari nona clarissa”.
Clarissa yang tidak menyangka itu seketika wajahnya memerah dan terkagum dengan Julian. Mereka pun berdansa berdua, menjadi pusat perhatian di pesta itu dan menjadi pertanyaan publik, siapa kah orang yang berdansa dengan Julian pada malam itu. Margarethe yang tidak terima pun melapor pada ayahnya saat setiba nya ia dirumah. Ayahnya yang merasa ini sebuah pencemaran nama baik pun merencanakan hal kotor untuk menghancur kan baron Kammer.
Esok nya ibu Julian mendatangi Julian. Dan dengan muka yang seperti meledek Julian ibunya menanyakan perihal tentang wanita yang ia ajak dansa pada malam pesta nya itu. Julian menjelaskan.
“dia putri dari Baron kammer, namanya Clarissa, aku tidak tau mengapa ketika pertama kali aku memandangnya, aku merasa memandang seseorang yang begitu indah. tutur kata dan cara berbicara nya pun sangat menenangkan ku, aku merasa dadaku ada sesuatu yang aneh, bahkan aku tidak bisa sedikitpun memalingkan pandangan ku dari nya”.
Ibu julian menjawab
“itu yang dinamakan cinta Julian, aku menyarankan ini untuk mu, jika kau mencintainya dan dia adalah wanita yang pantas diperjuangkan, maka kejar lah dengan penuh keberanian, atau kau lepaskan dengan penuh keikhlasan”.
ini ilustrasi untuk wajah julian(≧▽≦)
__ADS_1