Kembalinya Apostle Dewa Kematian

Kembalinya Apostle Dewa Kematian
THE ANCIENT ONE


__ADS_3

Julian yang telah kembali dari tambang, telah mempelajari kehidupan rakyat kecil di wilayah kekuasaan keluarganya yaitu Kota Athena. Ia kembali fokus dalam mencegah kehancuran keluarganya, hal yang ia putuskan untuk lakukan selanjutnya adalah menemukan reruntuhan kuno yang memberinya mantra time travel dikehidupan lampau nya. Julian memanggil Alfred.


“alfred, bisa tolong ambilkan aku peta benua ini”


Alfred menyanggupi dan kembali dengan peta yg diminta oleh Julian


“ini Tuan muda, jika saya boleh tau, kenapa Tuan muda tiba tiba meminta saya mengambilkan peta benua”


Julian menjawab


“aku ingin mencari reruntuhan kuno atau dungeon yang ada disekitar wilayah ini. Aku ingin menjadi lebih kuat demi melindungi keluarga ku sendiri, Alfred apakah kau tau sesuatu tentang itu?”


Alfred membalas


“jika anda mencari dungeon, beberapa waktu yang lalu saya mendengar dari para kesatria apabila ada dungeon baru yang ditemukan, namun dungeon ini belum teridentifikasi karena masih baru dan belum ada orang yg menjelajahinya. Namun saya mendengar rumor apabila dari dalam dungeon ini tercium bau busuk yang teramat sangat”


Julian yang semakin penasaran pun memutuskan akan menjelajahi dungeon itu setelah pelatihan nya selesai. Ia pun berlatih dengan ingatannya tentang swordmanship yang ia temukan dikehidupan lampaunya, serta buku swordmanship dari leluhurnya ia menyatukan dua teknik luar biasa itu membentuk satu kesatuan. Para kesatria mansion yang menyaksikan Julian latihan terkagum dengan tekniknya, teknik swordmanship yang indah cepat namun sangat lah kuat hingga ketika Julian memfokuskan dirinya dan melangkah kedepan tanahnya mulai retak menyertai langka Julian. Ketika Julian menebaskan pedang nya armor besi yang dipasangkan pada kayu sebagai samsak pun hancur dibuatnya.


Esok hari nya setelah pelatihan selesai Julian menemui ayahnya.


“ayah, aku akan pergi beberapa waktu untuk menjelajahi dungeon dan mencoba lagi berbaur dengan rakyat Athena”


Count lucian berkata


“baiklah kuizinkan, namun jaga dirimu baik baik, rajin lah kirim surat kepada kami”


Setelah perpisahan dengan keluarganya, Julian pun berangkat menuju dungeon yang dikatakan Alfred. Saat didepan dungeon ternyata benar bau menyengat muncul dari dalam dungeon. Julian mengabaikan itu dan masuk ke dungeon. Beragam monster ia temui dari yang mudah ditangani hingga yang hampir memutuskan lengannya.


Waktu pun berlalu, Julian diperjalanannya memutuskan beristirahat sebuah tempat yang mirip seperti aula. Ketika ia beristirahat sejenak ia mendengar sebuah dentuman keras. Julian bergegas berlari menuju sumber suara ternyata ia telah mencapai inti dungeon dimana sang penjaga dungeon, seekor hellhound tingkat ss menunggunya.


Pertarungan sengit terjadi hellhound yang berulang kali terkena serangan julian ternyata mampu menyembuhkan diri dengan cepat. Julian pun memutuskan untuk menggunakan kekuatan penuhnya dalam satu serangan terakhir. Ia mengambil nafas dalam dan aura miliknya mengelilingi tubuh serta pedangnya. Ia pun menghujam hellhound dengan satu serangan kuat yang akhirnya mampu membelah tubuh hellhound dengan sempurna dan mengenai inti jantungnya yang membuatnya tidak dapat beregenerasi kembali.

__ADS_1


Julian mengalami luka yang cukup parah dimana lengan kanannya harus ia potong karena telah terinfeksi oleh gigitan hellhound. Ia pun menjelajahi inti dungeon dan menemukan sebuah makam. Julian yang penasaran pun mendekati nya.


“sebuah makam? Ditengah dungeon, aku penasaran apa isi makam ini sampai dilindungi oleh mahluk seperti itu”


Julian membukanya dan isinya hanya tengkorak yang memegang sebuah pedang dan secarik kertas, dikertas itu bertulis kan.


“THE ANCIENT ONE”


Julian berkata


“the ancient one? Apa maksudnya, dan pedang apa ini? Yah akan ku ambil karena pedang ku sudah membusuk karena mahluk anjing tadi”


Ketika Julian mengangkat pedangnya tiba tiba ia seperti dirasuki sesuatu.


“arghhhh arghhhh bayangan apa ini arghhhhhh”


Tiba tiba ia berada disebuah tempat yang gelap dan kosong, ketika ia mencoba berjalan, setelah beberapa langkah muncul dihadapannya mata yang sangat amat besar menatapnya. Ia yang terkejut lalu berteriak.


Mahluk itu pun menunjukan wujudnya. Berbentuk manusia dengan tudung tanpa wajah memiliki delapan sayap dibelakangnya dan sangat amat besar hingga Julian tidak mampu melihat pundaknya ataupun hanya sekedar melihat ujung sayapnya.


“aku adalah THE ANCIENT ONE, atau yang sering kalian sebut dewa kematian, aku merupakan salah satu dewa terkuno yang ada, kau adalah orang kedua yg berhasil selamat dari ujian ku, aku akan menawarkan mu sebuah kesepakatan”


Julian bertanya


“kesepakatan apa itu? Apa itu ada untungnya untuk diriku?”


Sang dewa menjawab


“tentu ada manusia bodoh, aku akan menawarkan mu untuk menjadi apostle ku, aku akan memberikanmu sebagian dari kekuatanku”


Julian yang bingung pun bertanya

__ADS_1


“apostle? Apa aku harus menyembah padamu dan memberimu sesaji? Aku memang membutuhkan kekuatan, tapi aku tidak akan menjadi orang suci agama manapun”


Dewa yang merasa sedikit kesal pun menjelaskan


“dengan menjadi apostle ku aku akan membantu mu membalaskan dendam kehidupan lampau mu, kau kira aku tidak tau jika kau reinkarnasi dengan sihir untuk hidup kembali. Tujuan ku menjadikan mu apostle ku adalah karena manusia sekarang melakukan perbuatan buruk seperti itu hal biasa, aku ingin mereka sadar bahwa neraka itu ada dan siap untuk menampung mereka yang berdosa dan melakukan kejahatan. Aku akan memberimu kekuatan ini, kau harus mengembangkan kekuatan ini sendiri, tapi ada satu hal, jika kau menggunakan pedang ku lalu memikirkan wajah orang dan namanya dengan keinginan membunuh maka ia akan mati dalam 47 detik, tapi dengan bayarannya kau akan kehilangan 1 tahun usia mu”


Julian yang paham akan masuk sang dewa pun menyetujui nya


“baiklah aku terima, tapi aku takkan menyembahmu sama sekali, najis jika aku harus jadi umatmu”


The ancient one pun memberikan kekuatannya pada Julian, Julian merasakan rasa sakit yang tiada tara hingga membuatnya ingin mati saja. Tapi ketika ia sadar lengannya yang terputus telah kembali dan semua luka pada dirinya telah sembuh serta ada tato pada lengan kanan atasnya yg menggambarkan apostle. Julian pun keluar dari dungeon, entah mengapa ketika Julian keluar dari dungeon ia keluar ditempat yang berbeda dan jalan yang ia lewati tadi menghilang seketika.


Julian pun melanjutkan perjalanannya kali ini ia bertujuan untuk berkelana mengelilingi desa desa kecil disekitar kota Athena untuk membantu apa yang perlu dibantu didesa itu, dan serta melatih kekuatan baru nya.


Setelah 3 bulan berkelana, Julian pun pulang kerumah. Ia disambut hangat elenore adiknya berlari memeluknya, namun kali ini ayahnya tidak terlihat, ia pun bertanya pada ibunya.


“ibu, dimana ayah kenapa ia tidak datang?”


Ibu julian Elena menjawab


“ayah mu sedang istirahat ia bekerja terlalu keras dan merasakan badannya tidak enak jadi ia tidak bisa menjemputmu kesini”


Setelah membereskan barang dan bersih bersih diri, Julian bergegas mendatangi ayahnya.


“ayah bagaimana kondisimu? Apa sudah membaik?”


Ayah Count Lucian menjawab


“aku tidak apa apa, sekarang sudah membaik, ini hanya faktor usia saja, hahahaha sebentar lagi juga aku bisa bangun dan berduel lagi dengan dirimu nak”.


Mendengar itu Julian merasa sedikit tenang, ia pun kembali kekamarnya dan mencoba apa yang ia pelajari dengan kekuatan apostle, ternyata ia mampu berkomunikasi dengan sang dewa the ancient one ketika ia bermeditasi. Setelah beberapa waktu dirumah dan menyempurnakan teknik serta perlahan mempelajari kekuatan apostle, Julian bertujuan untuk membentuk sebuah pasukan yang khusus dikomandoi oleh dirinya. Ia akan mencari rekan rekan nya dikehidupan lampau yang belum terekspos kekuatannya oleh kekaisaran saat ini.

__ADS_1


“baiklah teknik ku semakin membaik, aku akan mulai merekrut orang untuk jadi kesatriaku, akan ku cari kalian lagi teman temanku, aku harap kita bisa bertemu dan berkumpul kembali kali ini”.


__ADS_2