Kembalinya Apostle Dewa Kematian

Kembalinya Apostle Dewa Kematian
Kepedihan mendalam


__ADS_3

Setelah pesta perayaan itu. Esok paginya pun Julian kembali berlatih, namun kali ini ia berusaha untuk menguatkan kekuatan apostle nya. Julian pergi kembali ke pegunungan untuk menyendiri dan berlatih kekuatan apostlenya. Julian pun pergi berlatih selama beberapa bulan, sewaktu waktu ia bertemu dengan sang dewa kembali dan berlatih dibawah arahannya. Suatu hari sang dewa bercerita.


“kau tau, kau adalah apostle kedua ku, apostle ku yang pertama telah mati karena terlalu berlebihan menggunakan kekuatannya.”


Julian pun bertanya


“dan siapa orang itu?”


Dewa kematian menjawab


“Lucifer, the fallen angel.”


Julian yang terkejut seketika menghentikan latihannya dan kembali bertanya


“apa?Lucifer? maksudmu lucifer yang dalam legenda pernah datang kebumi dan memusnahkan hampir setengah penduduk bumi?”


Dewa kembali menjawab


“iya, itu nyata, dia melakukannya karena kebenciannya terhadap dewa kehidupan, saat ia masih menjadi malaikat dewa kehidupan dia mempertanyakan tindakan dewa kehidupan yang hanya diam saja melihat manusia saling membunuh dan menghancurkan rasnya satu sama lain dan tidak memberikan petunjuk apa apa pada mereka. Lucifer yang mulai muak pun berusaha memberontak namun ia kalah dan di masukkan kepenjara abadi Arkor Aylum. Aku yang saat itu mengamati kejadian itu pun mengambil kesempatan untuk menjadikan lucifer bawahan ku. Aku pun menawarinya kekuatan untuk menjadi apostle ku, dan dia langsung menuju bumi dan menghancurkan segalanya untuk memancing dewa kehidupan untuk bergerak dan akhirnya ia pun bergerak dan mampu menyegel Lucifer untuk selamanya, yang tersisa dari Lucifer kini hanya item item peninggalannya.”

__ADS_1


Julian pun kini punya tujuan baru selain mengumpulkan rekan, ia juga berniat untuk mengumpulkan item item peninggalan Lucifer untuk memperkuat dirinya. Pelatihan Julian pun akhirnya berakhir ia kembali kemansionnya diumurnya yang ke 17, saat ia pulang ternyata keluarganya menyiapkan pesta kejutan untuknya dan mengundang orang orang yang dekat dengannya untuk berpartisipasi dalam pesta itu. Tentu saja ada clarissa disana, mereka berdua pun berbincang dibalkon. Dan akhirnya Julian membuat sebuah keputusan.


“Clarissa, ak mungkin tidak kaya, aku juga tidak memiliki gelar bangsawan sendiri, yang bisa aku tawarkan pada mu hanya lah diriku, perasaan dan waktu. Tapi aku berjanji akan melindungimu dengan semua yang kumiliki bahkan nyawa ku sendiri, mau kah kau menjadi tunanganku? Dan menjadi istriku dimasa depan nanti?”


Clarissa yang terkejut pun menitih kan air mata, lalu ia berkata


“aku mungkin tidak sempurna, tapi ak mencintaimu Julian, ya aku mau”


Clarissa memeluk Julian, tanpa mereka sadari ternyata semua orang dipesta memperhatikan mereka dan langsung memberi mereka selamat. Esok harinya pun ayah Julian berbicara dengannya dan merencanakan untuk mengadakan peresmian tunangan mereka berdua. Akhirnya peresmian tunangan itu akan diadakan pada tanggal 30 bulan ryuin, tepat nya 8 hari lagi dari hari ulang tahun Julian. Setelah itu Julian pun disibukkan dengan persiapan tunangannya, ia pun mengajak clarissa untuk mencari penjahit terbaik untuk membuatkannya gaun untuk acara nanti. Setelah itu Julian kembali melatih pasukannya, kali ini dia berencana untuk melakukan sparing di divisi front line. Julian menjanjikan posisi kapten divisi untuk orang yang bisa memenangkan duel 10 kali berturut-turut, peraturannya adalah 2 orang akan maju dan berduel, yang kalah akan mundur dan yang menang akan lanjut melawan orang selanjutnya, semua orang punya kesempatan yang sama namun bagi yang sudah kalah 3 kali dieliminasi, duel akan berhenti bila musuh menyerah atau tidak mampu melawan lagi, dan Julian lah yang akan menjadi wasitnya. Kemudian duel pun dimulai duel sangat sengit hingga menarik perhatian dari kesatria count lucian, yang terkagum dengan swordmanship pasukan Julian yang diajarkan dengan ajaran Julian sendiri. Muncul 3 kandidat kuat, seorang berseker bernama Rudolf, seorang paladin bernama Vanxer, dan seorang petualang bernama Jake. Dan pada akhir duel, jake lah yang menjadi pemenangnya dan menjadi kapten divisi front line. Hari pertunangan pun tiba. Julian menyebar pasukannya untuk mengamankan hari itu. Banyak orang datang terutama pangeran ketiga kekaisaran yang dibenci oleh Julian.


“julian, clarissa, selamat atas pertunangan kalian, aku harap akan langgeng hingga kalian tua nanti, dan untukmu julian, aku tunggu kehadiran saat peperangan melawan kerajaan damaskus nanti.”


“terima kasih yang mulia”


Clarissa pun berbisik


“sayang, kenapa kamu tidak mau menjawab pangeran ketiga?”


Julian menjawab

__ADS_1


“aku membencinya, nanti akan ku ceritakan setelah acara ini selesai.”


Acara pun selesai dan clarissa datang ke kamar Julian atas permintaan julian, lalu julian pun menceritakan alasan kenapa dia membenci pangeran ketiga, secara tidak langsung Julian pun menceritakan tentang kehidupan masa lalu nya. Clarissa pun terdiam mendengar cerita Julian dan khawatir akan mental Julian. Akhirnya untuk mengawasi Julian clarissa memutuskan akan pindah ke mansion Julian dan meminta ijin pada orang tua nya serta orang tua Julian. Hal itu pun disetujui dan clarissa pindah 2 hari kemudian. Setelah itu datang surat yang meminta untuk count lucian mengirim pasukannya untuk kemedan perang melawan kerajaan damaskus yang sedang mencoba melakukan invasi. Ayah julian pun meminta julian dan pasukannya untuk pergi kesana, saat ayah Julian sedang berbicara dengan Julian tiba tiba ia pingsan. Julian yang panik langsung membawa nya kedokter untuk diperiksa, dan ternyata count lucian menderita penyakit langka yang sudah akut dan sampai sekarang obatnya sulit ditemukan bahkan sihir heal pun hanya meringankan rasa sakitnya. Julian pun akan mencoba segala cara untuk menyembuhkan ayahnya itu, ayahnya berkata


“hahaha terima kasih nak, mungkin ini juga faktor usia ku, aku berharap aku bisa melihat cucuku nanti hahahahaha”


Esok harinya Julian pun berangkat menuju medan perang, sebelum itu clarissa datang menghampiri Julian yang berada diatas kudanya lalu berkata.


“aku tidak ingin kamu terluka, kembali lah dengan selamat dan tak kurang suatu apapun, aku menantikan kepulanganmu”


clarissa pun mencium Julian dan membuat seluruh pasukan bersorak sorai akan hal itu. Julian pun langsung memerintahkan pasukannya untuk maju berangkat. Sesampainya di medan perang pasukan Julian ditugaskan untuk mengambil alih wilayah gunung selatan. Tanpa berlama lama Julian langsung menggunakan taktik nya yaitu menyerang ketika malam hari namun hanya ia seorang diri dan mencoba memancing pasukan musuh keluar dari campnya, saat mereka keluar pasukan Julian akan bersiap untuk membunuhnya satu persatu dengan sihir kamuflase yang dikembangkan damian dan pasukan magiciannya. Serangan Julian kala itu sangat lah efektif hingga musuh terpancing untuk menyerang penuh ke gunung dan meninggalkan pasukan yang ada di camp utama, dengan terpancingnya sebagian pasukan damaskus ke gunung maka pasukan di camp utama tidak memiliki bala bantuan untuk sementara waktu. Perang pun berjalan selama hampir 3 minggu, dan akhirnya pasukan Julian diperbolehkan pulang tanpa adanya korban dipihak Julian. Namun saat julian sedang bersiap pulang ia mendapat surat yang mengatakan bahwa keadaan ayah Julian semakin kritis. Julian pun berbicara dengan reinald lalu pergi dengan sangat terburu buru. Sesampainya dimansion dengan masih menggunakan armor yang penuh darah Julian berlari kekamar ayahnya dan berada disampingnya.


“ayah, kenapa semakin parah? Aku baru saja menemukan apa yang diperlukan untuk menyembuhkan mu.”


Ayahnya menjawab dengan suara yg lirih


“tidak apa julian, mungkin sudah waktunya, aku titip ibu dan adikmu ya, juga jaga clarissa, hah impian ku melihat cucuku nampaknya akan sulit hahahaha”


Ayah julian pun meninggal, Julian berteriak "tidak" sangat kencang hingga kaca diruangan pecah. Ia merasa sangat hancur dengan kepergian ayahnya itu.

__ADS_1


__ADS_2