
Julian yang merasa frustasi pun pergi kekamarnya. Ibu nya mendatanginya dan berkata tentang pemakaman ayahnya yg akan dilaksanakan esok hari. Clarissa pun mendatangi kamar Julian, bersama dengan elenore. Clariss pun berusaha menenangkan Julian yang masih shock dengan kepergian ayahnya. Julian merasa bahwa yang ia lakukan telah benar dengan mencegah semua kejadian yang dapat menghancurkan keluarganya, namun ia tidak mengetahui bahwa ayahnya memiliki penyakit itu dan harus meninggal karena penyakitnya. Clarissa pun berkata.
“sayang, aku mengerti akan perasaanmu, ini memang sangat menghancurkan hatimu, tapi ayah mu tidak ingin melihatmu untuk terus larut dalam kesedihan, jika kamu ingin menangis, maka menangis lah, aku akan ada disini untukmu.”
Clarissa pun memeluk Julian, elenore pun juga memeluknya dan berkata
“kakak, ayah pergi dengan senyuman diwajahnya, maka kita pun harus mengantarkan kepergiannya dengan senyuman juga.”
Julian masih merasa bersalah akan kepergian ayahnya, dan tidak menyadari penyakit ayahnya itu. Esoknya pemakaman pun dilaksanakan, hingga semua orang pergi, Julian masih berdiri didepan makam ayahnya hingga hujan turun sangat lebat.
“ayah, ayah adalah sosok yang sangat berarti dan selalu aku contoh setiap perbuatanmu, sulit untukku mengatakan selamat tinggal pada orang yang sudah bersama ku sepanjang umurku, ayah yang memberi ku nama, dan mewarisi warna mataku. Banyak hal yang ingin ku bicarakan namun hanya ada sedikit waktu, ayah selalu melihat yang terbaik dalam diriku, benar atau salah selalu disisiku, dan aku tidak bisa menahan tangis ketika melihat wajah ibu menatap kepergianmu. Aku berjanji, akan menjaga senyum mereka untukmu.”
__ADS_1
Julian pun kembali kerumah dan mengurung diri untuk berlatih di dimensi dewa kematian. Ia pun menceritakan tentang apa yang terjadi pada ayahnya ke sang dewa kematian. Dewa kematian sudah tau mengenai hal itu karena dia sendiri lah yang merencang dan mengatur kematian mahluk dibumi. Julian pun kembali fokus berlatih dan tiba tiba ia mampu membangkitkan satu kemampuan baru, yaitu mampu memanggil arwah seorang dari kematian dan mampu berbicara dengannya dalam waktu 2 menit saja namun memiliki waktu penggunaan hanya 7 kali selama hidupnya. Ia pun kembali dan memanfaatkan itu untuk berbicara dengan ayahnya yang telah pergi untuk mengungkapkan apa isi hatinya. Setelah itu Julian merasa lebih baik. Alfred pun mendatanginya dan berkata bahwa ibunya memanggilnya. Ia pun menemuinya, ibu Julian berkata.
“Julian karena ayah telah pergi, ini berarti kamu lah yang menjadi kepala keluarga dan mewarisi gelar Count serta akan menjadi pemimpin wilayah ini, pengangkatan mu akan ada 3 hari lagi di istana, aku harap kamu tegar dan bersiap untuk itu.”
Julian menjawab
“Baik ibu, aku akan menerimanya, namun aku takkan semudah itu untuk tunduk pada kekaisaran.”
Esoknya rencana pun dijalankan, sesuai dugaan Julian, count braxia memilih rute lembah untuk dilewati. Julian berkata.
“ini saat nya aku untuk mengeluarkan kekuatan penuhku.”
__ADS_1
Julian pun mengubah wujudnya menggunakan armor apostle yang menyamarkan wajahnya, baron kammer dan seisi pasukan terkejut melihatnya, seketika Julian mengeluarkan ke 8 sayapnya dan terbang menuju pasukan musuh dan membombardir lini belakang musuh. Ketika melakukan pembantaian itu Julian tertawa terbahak bahak seakan akan ia menikmati nya. Akhirnya pasukan lini belakang telah selesai dibantai habis oleh pasukan baron kammer dan julian. Julian pun menuju ketempat count braxia berada. Julian pun pergi untuk menginterograsi Count braxia. Saat Julian diperjalanan ia melihat seorang prajurit yang terlihat sangat kuat, dia pun mendatanginya dan melawannya, pertarungan sengit keduanya terjadi, Julian mengeluarkan kekuatan penuhnya dalam sekali tebasan namun dapat dihindari, tapi efek dari tebasan Julian itu mampu membelah gunung menjadi dua bagian dan membakar nya. Julian kembali bertarung dengan orang itu dan mampu memutuskan lengannya lalu menusuk jantungnya. Ketika ia membuka helm armor orang itu. Julian sangat terkejut yang ia temukan adalah teman terakhir yang selama ini ia cari. Julian berkata.
“kenapa harus kita harus bertemu dengan cara ini”
Setelah meninggalkan teman Julian itu, Julian pun pergi ketempat count braxia berada dan meratakan tempat itu serta memotong kaki count braxia dan menyeretnya untuk mempertanyakan tentang semua ini.
“kau tau suasana hatiku sedang sangat tidak enak, aku penasaran bagaimana kau dapat melakukan penyerangan ini, dan merekrut temanku untuk masuk dalam pasukanmu, sekarang jawab semuanya!.”
Tiba tiba count braxia mengeluarkan energi merah aneh seperti mananya meluap, dan akan meledakan diri, sesaat sebelumnya count braxia berteriak “GRIM REAPER!!!!” seketika Julian memotong leher count braxia. Dan benar saja count braxia telah berubah menjadi undead yang mana undead akan merasa ketakutan dan meledakkan diri apabila melihat sosok julian sebagai apostle. Julian pun dengan sosok apostlenya yang belum diketahui pihak kekaisaran datang kekaisar dengan menyerahkan kepala count braxia, lalu berkata.
“ini kepala bawahanmu yang menjijikan, aku akan selalu mengawasi kalian.”
__ADS_1
Julian pergi dengan menghempaskan sayapnya dan membuat atap istana hancur lebur karenanya. Julian pun kembali ke pasukannya dan mengatakan jangan ada yang membocorkan tentang kekuatan apostle karena julian masih memiliki misi penting nantinya yaitu menyelamatkan pangeran pertama di perang masa depan yang akan membunuh nya dan menguatkan posisi pangeran ketiga untuk menjadi kaisar karena putri yang merupakan anak kedua kala itu memilih tidak naik takhta. Dan itu akan menjadi prioritas Julian saat ini karena dia ingin mencegah kenaikan takhta dari pangeran ketiga yang dulu mengkhianatinya. Setelah perang itu, Julian pun pulang kemansionnya dan disambut gembira oleh rakyat athena yang tau akan kabar kemenangan Julian dan sebagai prestasi pertamanya dalam menjadi count kota Athena.