Kembalinya Apostle Dewa Kematian

Kembalinya Apostle Dewa Kematian
Lembaran baru


__ADS_3

7 tahun setelah perang melawan count braxia, di kekaisaran cotia kini ada sosok yang sangat ditakuti oleh para penjahat dan bangsawan yang korup. Sosok yang akan selalu mengintai mereka dalam kegelapan dan bisa muncul dari mana saja, dan akan membunuh mereka apabila mereka menyengsarakan rakyat cotia atau wilayah pimpinannya. Dia adalah GRIM REAPER, alias Julian Hirowirzt yang mulai nebar teror bagi penjahat dan bangsawan korup serta para mafia, yang sangat sulit untuk dibunuh. Grim Reaper akan datang dengan wajah yang mewakili langit berbintang, dengan tudung dan armor hitamnya, serta senjata sabit dan 8 sayapnya yang semakin menguatkan sosok nya sebagai malaikat pencabut nyawa. Beberapa rumor telah menyebar, dan yang paling sering diberitakan adalah, bahwa grim reaper ini adalah penerus Lucifer the fallen angel namun seseorang yang masih memandang siapa yang ia bunuh. Namun tidak kenal ampun bagi orang yang mempunyai dosa besar. Setelah 7 tahun perang dengan count braxia, keadaan athena dan baron kammer semakin makmur. Julian yang sekarang berumur 24 tahun, mendatangi Clarissa.


“Clarissa, aku merasa, bagaimana jika kita menikah saja? Hubungan tunangan ini aku rasa sudah terlalu lama.”


Clarissa yang terkejut pun menjawab


“Sayang, kamu tau aku sangat bahagia dengan niatmu, aku mau.”


Mereka pun menemui ibu Julian dan membicarakannya pula dengan orang tua Clarissa. Kabar itu cepat menyebar dikalangan pasukan Julian, dan pasukan Julian diam diam merencanakan kejutan untuk menyambut berita baik itu. Saat Julian datang ke barak mereka, ia dikejutkan dengan sambutan meriah mereka. Mereka pun merayakannya, reinald menjadi sangat mabuk lalu dia menghampiri ivory dan berkata.


“hei ivory, kau itu cantik jadi jangan terlalu dingin begitu, hikkk kau cantik jika tersenyum tau, aku menyukai senyummu.”


Ivory kaget dengan apa yang dikatakan reinald, namun tidak lama kemudian reinald pingsan karena terlalu mabuk. Esok harinya Julian mengajak clarissa untuk membuat gaun pengantin untuknya, ia juga mengajak reinald dan clarissa, sebelum itu Julian meminta pada damian untuk membuat kan sebuah cincin khusus untuk clarissa. Reinald yang mengawal Clarissa dan Julian saat memilih gaun pengantin, bertanya ke ivory.


“apa kamu mau mengenakannya juga?, ya bukan maksud gimana gimana, aku yakin kamu pasti cantik saat mengenakannya.”


Ivory menjawab


“ya aku mau mengenakannya jika ada pasangannya hahaha.”


Wajah mereka berdua memerah dan pembicaraan mereka terasa canggung, Ivory masih memikirkan perkataan Reinald saat perayaan kemarin sementara Reinald sendiri masih memendam perasaannya pada ivory. Mereka pun selesai memilih gaun untuk pernikahan. Saat malam hari, Julian sudah bersiap untuk membunuh satu bangsawan yang sangat korup dan dia melakukan perdagangan budak ilegal dan memperdagangkan ras lain tanpa latar belakang yang jelas. Julian pun menjadi Grim Reaper dan pergi menuju lokasi tempat persembunyian bangsawan itu, namun ia sangat terkejut saat mendapati ada anak kecil yang telah disiksa sedemikian rupa hingga untuk berbicara saja ia sangat sulit. Julian yang merasa muak pun membunuh semua orang yang terlibat tanpa terkecuali. Saat ia membebaskan para budak ia melihat budak yang seperti satu keluarga, yaitu seorang ibu dengan dua anaknya yang merasa sangat ketakutan, Julian memutuskan untuk membawa keluarga itu dan membebaskannya dari segel budak. Julian pun menawari mereka pekerjaan untuk bekerja sebagai pelayan dimansion Julian. Mereka pun setuju dan sangat gembira karena bisa kembali mendapatkan makanan dan kehangatan. Julian pun membawa mereka dimansion sesampainya dimansion clarissa bertanya.


“sayang, mereka ini siapa?, kenapa mereka lusuh sekali?”

__ADS_1


Julian menjawab


“mereka budak yang aku bebaskan, mereka akan aku angkat menjadi pelayan, dan alfred tolong ajari mereka dan berikan tempat dan pakaian yang pantas.”


Alfred pun pergi dengan mereka, sementara Julian menemui ibunya dan elenore yang sedang berada ditaman. Dia pun berbincang sebentar dengan ibunya dan elenore, bercanda santai. Namun tiba-tiba alfred memanggilnya karena ada laporan dari pihak tambang yang mengatakan adanya kemunculan golem secara tiba tiba dan membuat para pekerja tidak bisa menambang besi seperti biasanya. Julian pun memasang quest tentang hal ini di guild petualang dan memperketat penjagaan untuk menjaga apabila golem golem tersebut keluar dari tambang. Setelah itu alfred kembali memberi nya sebuah surat mengenai pendapatan bulanan athena yang sedikit menurun dikarenakan jarangnya petualang yang menetap lama dikota. Julian pun memiliki ide untuk membuka sebuah tempat hiburan, dan membuka dungeon untuk petualang. Ia memberitahu alfred apabila dungeon itu adalah yang ia temukan dulu namun dengan tingkatan yang lebih mudah karena telah ditaklukan Julian, tapi dungeon itu masih menyimpan banyak harta di jantung dungeonnya. Beberapa minggu kemudian, upacara pernikahan Julian dan Clarissa pun digelar, untuk pertama kali nya pangeran pertama datang dan mengucapkan selamat.


“Count Julian Hirowirzt, aku adalah pangeran pertama kerajaan cotia namaku Edward de Edgar, selamat ya atas pernikahan mu, aku harap kalian bahagia.”


Dengan wajah tersenyum Julian menjawab


“terima kasih yang mulia, saya count Julian Hirowirzt juga mendoakan yang terbaik untuk yang mulia, jika anda luang saya berharap anda bisa menemui saya di ruang yang sudah saya siapkan nanti.”


Edward menjawab


Pangeran pun pergi, Julian kembali menemui bangsawan yang lain, saat Julian sedang berbincang dengan bangsawan lain tidak sengaja anak dari budak yang Julian jadikan pelayan menabrak seorang wanita dan menumpahkan minuman dibajunya, wanita itu marah marah dan akan menampar si anak itu namun Julian menahan tangannya.


“apa yang anda lakukan?, mereka salah satu pekerja saya jangan berbuat kasar, saya akan membayar gaun anda, dan menggantinya sekarang dengan pilihan baju lain yang ada dimansion ini, alfred tolong bawakan gaun lain untuk nyonya ini, mohon maaf kan kesalahannya.”


Pesta pun selesai, Julian dan clarissa masuk kekamar dan berbicara.


“Sayang, akhirnya kita bisa benar benar bersama, aku merasa sangat bahagia bahkan tidak bisa mengungkapkannya dengan kata kata.”


Julian mendekat ke clarissa dan memeluknya dari belakang seraya berkata.

__ADS_1


“clarissa, aku sangat mencintaimu, ini menjadi hal yang paling bahagia untukku saat aku tau aku dapat menikahi sosok bidadari sepertimu yang dimana diriku sendiri hanya lah seorang pendosa, aku harap kamu tidak pergi apapun yang terjadi pada diriku.”


Mereka pun berciuman, dan Julian menggendong clarissa menuju kasur, lalu membuka baju clarissa secara perlahan dan clarissa pun melakukan hal yang sama ke Julian. Mereka pun berhubungan malam itu dan ketika pagi Clarissa bangun terlebih dahulu lalu membuka tirai, Julian pun terbangun dan berkata.


“kamu tau sayang, aku tidak bisa membedakan apakah aku sudah mati atau tidak karena saat bangun aku dapat melihat sosok malaikat disampingku. Kamu membuat ku malas untuk bangun dan bekerja, bisakah kita cuddle disini saja sepanjang hari??”


Clarissa menjawab


“ayolah sayang, semalam sudah cukup, kamu perlu bertemu dengan beberapa perusahaan dagang yang besar kan untuk menarik mereka berinvestasi disini. Kamu perlu bangun dan bersiap, ya mungkin untuk gantinya kita bisa mandi bersama.”


Julian yang bersemangat mendengar perkataan clarissa pun menggendong clarissa kekamar mandi dan menikmati mandi mereka. Saat ia sampai ditempat kerja ia ingin memeriksa keadaan alutsista yang ada dibarak. Dan ia bertemu reinald lalu berkata.


“oiy reinald, aku rasa kau perlu menikah ivory agar tau rasanya bangun pagi dan ada seseorang yang tidur bersamamu.”


Reinald menjawab


“kau memang anjing julian, kau tidak akan bisa membuatku iri, ya walaupun ivory juga cantik, baik, perhatian, penyayang, tapi untuk sekarang aku belum siap.”


Julian menjawab sambil tertawa


“baik lah baik lah, itulah mengapa kau masih jomblo, aku harap kau tidak menjadi petapa.”


ini ilustrasi untuk wajah Clarissa (≧▽≦)

__ADS_1



__ADS_2