Kembalinya Apostle Dewa Kematian

Kembalinya Apostle Dewa Kematian
Awal dari sebuah akhir


__ADS_3

Dareen pun menemukan sebuah Lubang yang sangat dalam ditengah hutan, tiba tiba dari belakang ada yang menyerang nya, itu adalah demon yang masih berkeliaran. Dareen berusaha melawannya, dareen mengeluarkan sihir es yang sangat kuat karena pengaruh dari magic powernya yang meningkat karena ia berubah menjadi iblis, demon itu pun dipenggal oleh Dareen, namun demon lain bermunculan dan menyerangnya bersamaan Dareen yang dulunya ternyata seorang penyihir yang sekarang menjadi iblis menjadi sangat kuat karena kekuatan nya meningkat berkali lipat dan dia dapat melakukan multi cast, demon menyerang berturut turut namun Dareen masih berdiri kokoh menyerang dengan sihir 3 elemen yang ia kuasai, api, es dan tanah. Tiba tiba dareen tertawa sangat kencang ditengah pertarungan.


"Hahahahahaha, maju lah kalian demon rendahan, akan ku jadi kan kalian kelinci percobaan dengan kekuatan baruku."


Sementara itu, Julian yang masih disibukkan dengan pekerjaannya sebagai Viscount sekarang merasa stress. Julian pun melakukan perekrutan untuk orang yang dapat membantunya dibagian pemerintahan. Julian juga pergi ke pedagang budak, setiba nya dipedagang budak ia menanyakan apakah ada budak yang bisa membaca dan menulis. pedagang budak menjawab.


"tuan viscount, kami pedagang budak berkelas, semua budak kami bersih, sehat dan bisa baca tulis, apakah anda punya sesuatu yg lebih spesifik lagi?"


Julian berpikir dan menjawab


"kalau begitu, apakah ada anak berusia 13-16 tahun yang setidaknya pandai dalam berhitung?"


Pedagang budak pun menunjukkan 3 budak terbaiknya, 2 laki laki dan satu perempuan, Julian membeli semuanya lalu pulang dan memanggil Alfred.


"Alfred, tolong ajarkan wanita ini untuk menjadi pelayan pribadi anakku nanti, dan salah satu dari laki laki ini akan menjadi asisten pribadi ku, dan satunya lagi akan menjadi asisten Reinald dan tolong minta Reinald untuk melatihnya."

__ADS_1


Alfred pun pergi melatih mereka dan pergi untuk memberitahu Reinald. Julian pergi mendatangi ibunya yg sedang bersama clarissa dan ingin agar ibunya melihat budak perempuan yg ia beli. Setelah itu Julian pergi berlatih sendirian di gunung lagi dan kali ini ia mencoba kemampuan regenerasi nya, ia beberapa kali melukai dan memotong bagian tubuh nya dan mencoba beregenerasi secepat mungkin, selain itu jg ia melatih kekebalan dirinya terhadap racun dengan menyiapkan segala jenis racun untuk diminumnya dan mencoba memurnikannya dengan dark energy miliknya. Berulang kali Julian memuntahkan darah hingga ditempat ia bermeditasi hanya dipenuhi darah yg berwarna merah pekat. Setelah hampir 2 minggu Julian berlatih di gua untuk melatih regenerasinya ia pun kembali ke mansion, Saat kembali ia diberitahu jika Clarissa sudah melahirkan, dengan bergegas Julian berlari menuju kamar nya dan disana clarissa sudah terbaring bersama bayi laki laki kecil nya. Clarissa pun dengan tersenyum berkata.


"Nak, lihat itu papa mu."


Julian yang tidak menyangka jika dikehidupannya dulu dimana seluruh keluarganya mati dan dikhianati oleh tuannya namun ia masih tidak percaya jika sekarang ia memiliki seorang anak. Sambil menangis dan memegang erat tangan Clarissa, Julian pun berkata.


"aku sangat bersyukur akan kehadiranmu, aku akan menamai mu Arion, Arion Hirowirzt."


Dan jauh di pulau Kaifert, Dareen yang telah bertarung mati matian melawan ratusan Demon pun akhirnya mampu menyelesaikannya, Ia pun masuk menuju Lubang yg sangat dalam itu, sesampainya disana. hanya ada kekacauan saja peperangan dimana mana terjadi, Dareen yang masih kelelahan pun mencoba mencari tempat untuk ia beristirahat sambil memulihkan kekuatannya, ia menemukan sebuah gubuk tua yg agak hancur ditengah hutan yg telah terbakar. Dareen memutuskan untuk beristirahat disitu namun saat dareen berusaha mengumpulkan mana nya, ia malah mendapati yg terserap dalam dirinya adalah jiwa jiwa demon dan kesatria yg mati dipulau Kaifert, banyaknya jeritan penderitaan itu membuat Dareen hampir gila karena nya.


"Kakek, apa ada orang lain yg selamat?, adakah hal hal yg mencurigakan akhir akhir ini?"


kakek itu menjawab


"beberapa orang lain berhasil kabur menuju Athena, yg memimpin mereka adalah siegried ia bilang ia memiliki kenalan yg dapat diandalkan disana, jika hal hal aneh ak menemukan beberapa jejak mana gelap yg tidak jauh diutara dari sini beberapa hari sebelum serangan terjadi."

__ADS_1


Julian pun berpikir dan dalam pikirannya ia menemukan sebuah kesimpulan.


"nampaknya jika segel lucifer melemah bukan karena keberadaan lucifer hilang, karena seharusnya aku menyadarinya lebih awal karena aku lah apostle itu sekarang, pasti ada orang luar yg telah merusak segelnya dan membuat celah demon untuk keluar."


Julian segera memerintahkan pasukannya untuk kembali menyisir daerah sekitar lalu kembali ke Athena dalam waktu 1 hari, sementara Julian akan melaporkan hal ini kepada Pangeran pertama. Julian kembali ke Athena dan benar saja didepan gerbang masuk Athena ia bertemu dengan kelompok siegrid dan dwarf lainnya. Julian pun memerintahkan pasukan penjaga untuk menghubungi gereja dan pasukan pengaman untuk mengetatkan keamanan kemudian membangun posko pengungsian sementara untuk Dwarf dan memberi apa yg mereka butuhkan. Siegried yang kagum dengan gerak cepat dari Julian pun sambil menangis berkata.


"terima kasih, terima kasih telah menolong kami Julian, aku sangat berterima kasih padamu, mulai saat ini ras Dwarf yg ku pimpin akan mengabdi padamu atas jasamu menerima kami."


Julian pun membalas


"ini juga merupakan kesalahan ku yg kurang peka dengan daerah luar sekitar wilayahku, hanya karena kalian diluar wilayahku bukan berarti kalian diluar tanggung jawabku, aku temanmu juga siegried kau bisa selalu mengandalkanku, sekarang beristirahatlah."


Julian pun menemui Clarissa dan ibunya meminta untuk mereka memberitahu para pelayan jika menemui hal aneh segera laporkan kepada penjaga mansion, dan ia meminta Clarissa untuk tidak meninggalkan Arion sendirian, karena invasi dari demon nampaknya akan dimulai.


"

__ADS_1


__ADS_2