Kembalinya Apostle Dewa Kematian

Kembalinya Apostle Dewa Kematian
Awal Kebangkitan


__ADS_3

Pertarungan antara Julian dan ayahnya pun dimulai, ayah Julian langsung menyerang dengan cepat. Julian yang terlihat tenang mampu menghindari serangan ayahnya dan mampu membalas namun masih dapat ditangkis oleh ayahnya, ayahnya pun berkata.


“ wow cukup mengesankan untuk 1 tahun pelatihanmu”


Julian membalas


“ayah sebaiknya bersiap setelah ini”


Julian mampu memangkas jarak dan mengambil nafas dalam seketika kecepatan dari Julian meningkat dengan cepat membuatnya mampu menghilang dari pandangan ayahnya dan menyerang lewat titik buta ayahnya, ayahnya yang terkejut menangkis dengan sekuat tenaga namun masih terpental karena kekuatan Julian yg cukup kuat dan tidak hanya cepat.


Setelah duel sengit diantara keduanya Julian berkata


“ini serangan terakhir ku ayah, akan aku tuntas kan semuanya dengan satu ini”


Julian membuat kuda kuda yg cukup aneh bagi ayahnya, ia pun memejamkan mata dan ketika membuka matanya ternyata Julian telah membangkitkan aura. Dimata ayahnya aura milik Julian seperti berbentuk seekor naga yang dimana aura naga itu sangat lah jarang ditemui, orang terakhir yang memiliki aura itu adalah leluhur awal keluarga Hirowirzt, ayahnya Julian yang bangga dan berusaha menerima serangan itu pun bersiap.


“tahan ini jika ayah mampu!!!!” teriak julian


Kedua nya beradu kekuatan sampai menggetarkan seluruh mansion, hasil pun terlihat, pedang ayah Julian patah, menandakan kemenangan Julian atas duel ini. Ayah Julian dengan bangga mengatakan.


“Kau pantas mengemban nama keluarga Hirowirzt, aku bangga padamu, kau lulus tes ini. Sekarang apa yang kau mau sebagai hadiah nya?”


Julian menjawab


“terima kasih ayah, aku hanya mau satu dapat masuk ke arsip rahasia keluarga”


Ayah julian, count lucian bingung dan bertanya


“apa hanya itu yang kau mau? Kau tidak mau pedang, jabatan, uang atau yang lain?”


Julian menjawab


“tidak ayah itu lebih dari cukup untukku”


Count lucian dengan tersenyum berkata.


“baiklah, datang lah besok ditengah hari kekantorku maka akan ku beri akses untukmu kesana, namun jika kau ingin mengambil buku dari arsip, kau hanya boleh mengambil 1 buku dan itu diantara ruang 1-4, ruang 5-7 yang terakhir kau hanya boleh membacanya tidak boleh menyalin atau membawanya ingat”


Julian menjawab

__ADS_1


“baik ayah, terima kasih”


Mereka pun kembali dan membersihkan diri, rumor tentang kekuatan Julian mulai menyebar di mansion, banyak yang membicarakannya, pelayan dan kesatria mansion mulai menaruh rasa hormat terhadap Julian.


Julian datang kekantor ayahnya, sesuai apa yang dijanjikan mereka pun pergi ke arsip keluarga, ayahnya mengingatkan kembali apa yang ia peringatkan kemarin, dan memberi waktu julian hingga 1 jam sebelum makan malam untuk membaca dan mengambil satu buku yang ia butuh kan.


Dengan semangat Julian mencari apa yang ia butuhkan, yaitu buku swordmanship leluhurnya yang tersimpan di suatu tempat di arsip keluarga. Setelah mencari selama beberapa jam akhirnya ia menemukannya, selain membacanya ia pun langsung membawanya. Dan sebelum jam makan malam tiba Julian mencoba berlatih kecil di kamarnya.


Jam makan malam pun tiba, ia pun berkumpul dengan keluarganya, ada ayahnya Lucian Hirowirzt, ibunya Elena Hirowirzt, dan adik perempuan Julian yang berusia 7 tahun bernama Elenore Hirowirzt.


Setelah jam makan selesai Julian kembali ke kamarnya, Elenore tiba tiba datang ke kamar Julian.


“kakak? Aku boleh masuk? Aku hanya ingin berbincang sebentar dengan kakak”


Julian mengijinkan dan elenore pun masuk.


“kakak, sebenarnya apa yang terjadi dengan kakak, kakak seperti berbeda dengan kakak yang dulu, apakah kakak punya suatu penyakit? Atau kakak akan pergi dari rumah ini?”


Julian dengan tenang menjawab


“elenore, ini tidak seperti yang kamu pikirkan, aku tidak akan pergi, dan aku tidak punya penyakit seperti yang kamu kira, aku akan menjaga keluarga ini apapun yang terjadi, aku menyayangi mu elenore, begitupun kepada ibu dan ayah jadi jangan khawatir”


Keesokan hari Julian mendatangi ayahnya


“ayah, aku ingin meminta ijin untuk bekerja ditambang sementara waktu, aku ingin mempelajari bagaimana kehidupan pekerja disana, dan mengamati rakyat ku dari sudut pandang yang berbeda sebagai calon penerus keluarga”


Count Lucian yang terkejut dengan apa yang dipikirkan Julian dia pun menjawab


“apa kau yakin? Itu tidak semudah yang kau pikirkan, aku mungkin mengizinkan tapi aku tidak akan memberikan bantuan apapun kepadamu kau harus berusaha dengan dirimu sendiri, ku baru kau waktu 4 bulan untuk bekerja ditambang dan kembali ke mansion”


Julian dengan tegas menjawab


“aku yakin ayah, aku sudah siap dengan resiko nya”


Besok nya pun Julian pergi ke tambang dengan identitas yang disamarkan, ia pun bekerja. Setelah beberapa minggu ia menyadari sesuatu yang janggal, ketika jam istirahat ketika yang lain istirahat untuk makan di tenda, ada 4 orang yang jarang keluar dari tambang saat jam istirahat. Julian pun mulai mengamati mereka secara diam diam.


Dibulan kedua Julian bekerja, sepulang dari tambang ia melihat gerak gerik 4 orang itu yang tidak meninggalkan tambang bahkan sampai tambang sepi.


Julian pun mengikuti mereka, ternyata secara diam diam 4 orang itu menanamkan sebuah bom mana yang akan meledak ketika diisi oleh mana orang yang telah ditentukan. Segera setelah melihat itu Julian langsung menangkap mereka dengan cekatan. Dengan segera Julian melaporkan hal itu ke kepala tambang, kepala tambang pun langsung melaporkan hal itu ke penguasa wilayah yaitu ayah julian sendiri yaitu Count Lucian.

__ADS_1


Sambil menunggu hasil pertemuan kepala tambang dengan Count Lucian, Julian menginterogasi 4 orang tersebut.


“aku ingin kalian berkata jujur jika ingin selamat, siapa yang menyuruh kalian? Siapa yang kalian layani?”


Salah satu dari orang itu menjawab


“kau pikir kami akan dengan mudah mengatakannya padamu? Kau hanya bermimpi nak, sampai mati pun aku takkan membuka mulutku”


Julian dengan santai menusuk kaki salah satu orang tersebut dan orang tersebut berteriak.


“arghhhhh, ja-jangan pikir segini akan menggoyahkan diriku”


Julian menusuk kaki 4 orang tersebut dan mengulanginya berulang kali sampai akhirnya.


“arghhhh, baiklah baiklah aku akan mengungkapnya, kami adalah orang suruhan Count Braxia. Kami diminta untuk mengebom tambang untuk membuat fitnah jika keluarga mu tidak becus menjaga keamanan pekerjamu dan hanya mengambil untung, dan melaporkannya kekaisar agar membuat kaisar memberikan tambang itu ke count Braxia”


Julian yang mendengarnya menjawab


“ohh, jadi semua ini karena Count Braxia”


Julian menendang dan menghantamkan kepala orang yang mengaku itu ke dinding hingga bercucuran darah. Julian berkata


“ingat ini, kalian mungkin bebas, tapi jika kalian berani mengusik keluarga atau wilayah Count Lucian maka aku akan memburu kalian dan membuat kalian hidup dalam ketakutan dan berharap tidak pernah dilahirkan”.


Keesokan harinya mereka berempat dibawa oleh kepala kesatria dan kepala tambang menyanjung Julian yang sedang dalam samaran. Atas keputusan Count Lucian ia memerintahkan renovasi keamanan tambang dari struktur dan menambah pasukan pengaman ditambang.


Setelah 4 bulan Julian kembali ke rumahnya, dan disambut oleh keluarganya. Ayah Julian memuji nya.


“apa yang kau lakukan ditambang sangat mengesankan nak, aku harap kau menjadi contoh yang baik nantinya”


Ibunya pun menyambut dengan hangat


“Julian bagaimana keadaan mu apa kamu sehat? Kamu terlihat agak sedikit kurus, aku sudah dengar kabarnya kamu tidak terluka sama sekali kan? Aku harap kamu baik baik saja secara mental maupun fisik sayangku”


Elenore datang dan memeluknya tanpa sepatah kata pun.


Didalam hati Julian ia sangat bahagia dengan kondisi keluarganya yang sekarang ia merasa sedikit lega mampu mencegah satu hal yang akan menghancurkan keluarganya, dalam pikirannya ia berucap.


“akan ku lindungi senyum mereka, apapun yang terjadi meski aku harus mengorbankan nyawa ku, aku akan melindungi nya sampai kapanpun”.

__ADS_1


__ADS_2