
Panas matahari yang terik dan cerah di Tokyo. Suara kicauan burung, dana berbagai macam orang dijalan.
Lalu disebuah jalan, seorang wanita berambut hitam dengan mata putih seperti kristal yang memakai baju sekolah sedang berjalan di semacam terotoar.
Banyak orang terutama laki-laki memandang wanita itu, karena paras wanita itu sangatlah cantik.
Ia terhenti di sebuah cafe yang cukup ramai dan penuh dengan nuansa hijau. Ia berdiri tepat di depan toko hendak menunggu lampu penyebrangan berwarna hijau.
Dari sisi lain, seorang laki-laki pirang bermata biru laut dan memakai baju sekolah sedang berlari menuju wanita itu.
Lalu, lelaki itu menepuk pundaknya dan menyapanya. Dan seketika mereka menjadi pusat perhatian. Karena seorang wanita cantik dan lelaki cantik ada di satu tempat.
Sembari menunggu, sang lelaki mengambil hp miliknya yang ada di kantong celananya dan segera menonton sebuah vidio y*utube.
Karena penasaran, sang wanita mendekatkan kepalanya dan melihat vidio itu. "Apa yang kau tonton?" tanyanya.
Lelaki itu menjawab sambil tersenyum, "Oh, ini. Ini game VR dari Heiko Games. Namanya Final Trip," ucapnya.
"Final Trip? Game apa itu? Aku baru dengar..." gumamnya.
Sang lelaki tertawa kecil lalu menjawab, "Haha, padahal kau penggemar game lho. Yah, sebenarnya wajar aja sih kamu gak tau, karena ini trailer gamenya. Mau lihat lagi?"
Perempuan itu pun mengangguk dan melihat lagi vidio itu. Namun, belum sempat selesai menonton, mereka didesak oleh penyebrang lain karena lampu penyebrangan sudah hijau.
__ADS_1
Karena desakan itu, gantungan yang ada di tas wanita itu terjatuh ke jalan raya. Sontak, ia pun berlari mengejar gantungan tersebut.
Namun, saat hendak berlari, ia tidak tahu kalau lampu telah berwarna merah. Alhasil, sebuah bus yang besar berjalan dengan cepat dan menabraknya.
Orang-orang disekitar yang melihatnya segera menelepon ambulans dan mobil polisi. Sementara lelaki tadi menjatuhkan tasnya dan berlari ke arah wanita tersebut.
Ia mencoba membangunkannya, namun apa daya, wanita itu telah berpulang. Lelaki itu pun nangis tersedu-sedu sambil dihampiri oleh beberapa polisi.
"Hiks.. hiks.. Mieko... Aku.. bahkan belum mengucapkan salam perpisahan... Sepertinya... kita belum ditakdirkan, ya..?" pikir lelaki itu sambil menangis.
Sementara itu, di sisi lain...
Ada seorang pria memakai jubah hitam yang ada tepat di atas tempat kecelakaan.
Ia nampak duduk di lagit tanpa apapun, dan sedang memutar-mutar tongkat hitam miliknya.
"Hm~ Waktunya melaksanakan tugasku~ Tapi, seingatku wanita ini ditakdirkan untuk mati tanpa siapapun di dekatnya. Tapi kenapa di sebelahnya ada anak laki-laki?" ucap lelaki itu.
"Ah, sudahlah, itu pasti cuma kebetulan~" tambahnya. Ia pun segera mengangkat tongkatnya dan mengucapkan mantra aneh.
Lalu, permata merah yang ada di tongkatnya itu menyala dengan sangat terang, namun anehnya, sepertinya tak ada seorang pun yang melihatnya.
Saat permata merah itu sudah sangat terang, lelaki itu mendekatkan tongkatnya ke Mieko. Namun, sebelum sempat, muncul sebuah portal hitam bercampur ungu di dekat pria itu.
__ADS_1
Dari portal tersebut, muncul seorang anak laki-laki sekitar 10 tahun berbaju biru hitam, berambut hitam dan berambut merah dengan boneka kelinci biru hitam.
Ia menghentikan pria itu. "Zen, hetikan itu," ucapnya.
Lelaki yang dipanggil Zen itu terkejut, lalu menghadap anak kecil itu lalu berlutut. "Ah! P-pangeran Swart! Ma-maafkan kelancangan hamba!"
Anak itu hanya mengangguk. "T-tapi, ada apa gerangan Tuan Muda datang kesini?" Tanya Zen.
Anak bernama Swart itu duduk seperti yang dilakukan Zen sebelumnya sambil memeluk bonekanya.
"Tidak ada. Aku hanya ingin menyampaikan perintah yang mulia raja," ucapnya.
"Y-yang mulia raja?!" kagetnya.
Swart mengangguk, "Iya, dia bilang, "bawa anak bernama Mieko itu ke dunia itu, dia sudah ditakdirkan." Katanya," jelasnya.
Zen terkejut, "D-dunia "itu"?! A-apa Tuan Muda yakin..?" tanyanya dengan lirih.
"Hm? Kau meragukannya, ha..?" ucap Swart dengan tatapan mengerikan di wajahnya. Zen pun langsung melaksanakan perintah itu dan membawa arwah Mieko ke tempat lain.
"Ha... Anak buah ayah kenapa seperti ini sih? Rasanya ingi kuhancurkan saja dia itu. Tapi mau bagaimanapun dia itu..."
"Ah, sudahlah. Tapi, kenapa anak manusia itu ingin dibawa ke dunia "itu"? Memang dia bisa bertahan? Yah, bukan urusanku sih."
__ADS_1
Swart pun masuk kedalam portal itu. "Entah kenapa, wanita itu memberiku rasa penasaran meski hanya sebuah mayat, aneh," gumamnya.
Swart pun menghilang bersamaan dengan portalnya.