
Sementara itu, di sebuah hutan yang ada di sebelah kiri dari arah gerbang kota, angin bertiup dengan amat kencang disana. Para burung yang tersebar di kota, semuanya berkumpul di hutan.
Lalu, di tanah, muncul sebuah lungkarang sihir hijau yang sangat bercahaya. Di saat itu, angin-angin bertiup makin kencang, para burung semakin bergerak tak karuan seolah-oleh sedang gembira.
Dari lingkaran sihir itu, muncul seorang laki-laki seperti umur 18 tahun. Dia memakai baju yang aneh dan berbeda dengan orang-orang Freelance.
"Uhh, sudah berapa lama aku tertidur..?" Saat lelaki itu sadar, seketika angin di hutan pun menghilang, para burung segera turun dan duduk di pundak lelaki itu ataupun berterbangan di sekelilingnya.
Lelaki itu terlihat senang, ia menyapa kawanan burung yang dilihatnya, begitu pula dengan kawanan burung. Kawanan burung juga seperti menyapa lelaki itu.
Lalu, dari sekian banyaknya burung disana, ada salah satu burung berwarna putih bersih hinggap di pundak Lelaki itu. Burung itu berbicara pada Lelaki itu tepat di samping telinganya.
"Hah?! Apa kau bilang?! Apa itu sungguhan?" tanyanya pada burung tersebut.
Burung tersebut mengangguk. "Kalau begini, aku harus segera ke kota untuk menyelesaikan ini semua," ujarnya.
"Tapi, aku harus menjadi apa agar tidak dicurigai para bangsawan?" ucap Lelaki itu sambil berpikir dengan keras. Setelah berpikir cukup lama, dia pun akhirnya mendapat ide.
"Ah! Karena Freelance adalah tempatnya para pemabuk dan penyair, bagaimana jika aku jadi penyair aja, yang sudah lama tidak kembali ke Freelance? Bener juga!"
Dengan cepat, Lelaki itu merubah pakaiannya menjadi baju hijau muda dengan biru muda. "Hm~ Bagus juga. Oh, aku hampir melupakan satu hal lagi..."
Lalu, Lelaki itu membuat sejenis simbol di tangan kanannya, "Nah! Dengan begini tak ada orang yang curiga denganku meski aku memakai Elemental Power~" ujar Lelaki itu dengan senang.
"Terimakasih, teman-temanku. Jika kalian tidak memberitahuku kondisi kota, aku pasti tidak akan pernah tau kalau kota ini sedang diambil alih. Aku pergi dulu ya~" kata Lelaki itu kepada para burung.
Burung-burung itu kemudian terbang lagi lalu berpecah dan pergi ke tempat yang berbeda-beda.
Mari kembali ke Yuka.
"Ellard, bisa beritahu aku tentang kondisi kota ini?" tanya Yuka, berharap Ellard mau membantunya.
Ellard terdiam sejenak, "A-aku khawatir aku tidak bisa membantu Kakak... A-aku takut jika aku memberitahu Kakak, aku akan masuk penjara, sementara aku masih punya Kakak yang sakit-sakitan... Maaf ya Kak..." jelas Ellard dengan lirih.
Yuka hanya bisa menghela napasnya. Setelah meminta maaf kepada Ellard karena telah menanyakan hal aneh, ia pun segera pergi ke dalam Library.
__ADS_1
Di dalam Library, banyak orang-orang berlalu lalang di antara lemari. Lemari-lemari juga tertata dengan sangat rapi.
"Hm, aku harus mulai dari mana ya? Ah! Mulai dari yang paling ramai dikunjungi aja deh!" ucap Yuka sambil menuju ke salah satu lemari buku yang ada di kiri dari pintu masuk.
"Hm, "Sejarah Freelance"... "Sejarah Preceptor"... "Identitas Sesungguhnya Dari Preceptor of The Wind"... Hah, gak ada yang menarik..." keluhnya.
Ia terus mencari buku yang menarik perhatiannya, sampai... " "Apa itu Elemental Power" ? Sepertinya buku ini menarik..." ucapnya sambil mengambil buku itu.
Setelah mengambilnya, ia segera pergi ke sebuah meja untuk membaca buku itu. Setelah membacanya, Yuka mendapat kesimpulan sebagai berikut.
[Elemental Power adalah sebuah kekuatan yang didapatkan dari Preceptor. Dengan kata lain, sebuah Blessing yang diberikan kepada orang yang memiliki tekad yang kuat.]
[Elemental Power dapat diberikan oleh Preceptor jika Preceptor itu menghendakinya. Uniknya Elemental Power dapat diberikan oleh orang-orang yang beda wilayah.]
[Maksudnya, Preceptor dapat memberikan Elemental Power kepada orang yang ada di wilayah lain. Misal, Preceptor of The Wind bisa memberikan Elemental Power ke orang yang tinggal di wilayah Preceptor of The Fire.]
[Karena adanya Elemental Power ini, banyak orang-orang yang mengaku-ngaku kalau dirinya adalah salah satu dari Selected People demi mendapat perlakuan yang sangat bagus.]
[Demi mencegah itu, para Preceptor membuat simbol khusus di tangan kanan para Selected People sebagai bukti kalau mereka adalah Selected People yang sesungguhnya.]
"Meski aku gak begitu ngerti, tapi seenggaknya qku ngerti secara garis besar," ucapnya sembari mengembalikan buku itu ke lemari asalnya.
[Alienated adalah sebuah dataran yang terasingkan dari dataran lain, tak ada yang tau apakah ada dataran lain selain Alienated di dunia ini.]
[Konon katanya, Alienated adalah sebuah dataran raksasa yang dikelilingi oleh sebuah kabut hitam di sekeliling dataran. Karena kabut inilah yang memutus kontak antara Alienated dengan dataran lainnya.]
[Katanya juga, kalau Alienated dipecah menjadi sembilan wilayah oleh The Rule. Dan masing-masing wilayah dipercayakan oleh The Rule kepada para Preceptor.]
[Namun, setalah beratus-ratus tahun kemudian, muncul perasaan menaklukkan The Rule di hati para Preceptor. Dan karena keinginan itu, muncullah sebuah perang yang menghancurkan dunia disebut Destruction.]
[Selama bertahun-tahun, perang antara para Preceptor masih berlangsung. Sampai katanya ada Preceptor yang meninggal dunia.]
"Destruction, The Rule, Preceptor, Alienated, masih banyak sekali hal yang tidak ku mengerti. Kurasa aku akan lanjut baca besok, aku capek, ingin jalan-jalan rasanya..." ucapnya.
Setelah meletakkan bukunya, ia pun segera keluar dan pergi ke toko makanan terakhir kali saat pertama kali bertemu dengan Ainsley.
__ADS_1
"Bi, pesen Bom Beef satu, Honey Roast dan Tea Charm,"
"Tunggu bentar ya."
Yuka mengangguk dan duduk di meja. "Untung sudah di kasih uang sama Aaron tadi..."
...****************...
Beberapa saat sebelum Yuka pergi, "Tunggu Yuka, ini, bawa ini," ucap Aaron sambil memberikan sebuah kantong.
"Apa ini?"
"Array, mata uang dunia ini. Pakailah jika kau lapar nanti," ujarnya.
"Oke, makasih Aaron," ucap Yuka lalu pergi.
...****************...
...****************...
"Setelah dipikir-pikir, Array bukanlah seperti mata uang di telingaku... Apa cuma perasaanku saja?" pikirnya.
"Ini Bom Beef, Honey Roast, dan Tea Charmnya. Selamat menikmati," kata pelayan dari toko itu sambil menyodorkan makanannya.
"Slurrp... Selamat makan..!!" Tanpa basa-basi, Yuka melahap habis makanan yang disajikan itu dalam sekejap.
...****************...
"Eerrgggh... Ah.. kenyangnya..."
"Hem? Apa itu? Seorang penyair kah? Pakaiannya unik, sedikit mencolok seperti Aaron dan Ainsley. Dan entah kenapa, ada cahaya berbentuk anak kecil yang mengelilinginya."
"Sepertinya aku pernah melihat cahaya itu di Sacred Banyan sebelumnya, kalo gak salah namanya... Roh, ya kan? Tapi sepertinya tak ada yang melihatnya... Apa hanya aku..?" gumam Yuka sambil melihat Penyair itu.
"Eh tunggu, entah kenapa rasanya, mata Penyair itu memiliki mata yang berbeda dengan mata orang lainnya. Apa ya... mata ketenangan? Mata amarah? Uh, gak tau deh..." pikirnya sambil menggaruk kepalanya kebingungan.
__ADS_1
"Itu bukan urusanku sih..."
Sementara dia berpikir, ia ditagih uang oleh pelayan itu. Yuka pun memberikan uangnya sambil nyengar-nyengir.