Kembalinya Penguasa Sesungguhnya

Kembalinya Penguasa Sesungguhnya
Merenung dan Bertemu dengan Preceptor


__ADS_3

Sambil menunggu hari esok, Yuka mencoba untuk pergi ke kolam ikan yang ada dipusat kota untuk mencari ketenangan. Siapa tau, ia dapat mengingat kembali kejadian beberapa hari yang lalu.


Namun selama berjam-jam merenung di bangku dekat kolam sana, ia tak kunjung dapat mengingatnya. Saking lamanya dia disana, ia sampai diperhatikan oleh warga yang lewat. Hanya Yuka saja yang tak sadar.


"Sebenarnya apa yang terjadi sih waktu itu? Aku hanya ingat, kalau kita hampir saja kalah melawan Dragon yang besar itu dan... apa namanya? Un.. Oh! Underworld Worshiper! Seingatku sih gitu, tapi aku gak ingat selanjutnya..." gumam Yuka.


"Kau tak perlu mengingatnya oke. Yang perlu kau ingat hanyalah tugasmu, Yuka. Atau harus aku panggil, diriku."


Yuka terkejut dan sontak berdiri. Rasanya ia tak melihat seorang pun yang sedang berbicara dengannya, seolah-olah suara itu datang dari dalam kepalanya. Dan anehnya, ia seperti merasa familiar dengan suara itu.


"Kau.. siapa kau? Apa maumu? Dan, apa maksudmu dengan tugasku? Aku hanya tau kalau aku terbangun disini..." ucapnya di dalam pikirannya, maksudnya semacam telepati.


"Tentu kau tidak ingat."


Yuka pun terdiam. "Kalau kau ingin tau tentang "tujuan"mu itu, segera lah kelilingi Dunia ini. Cari tentang kebenaran yang disembunyikan di Dunia ini. Dengan begitu, kau akan mengetahui, apa "tujuan"mu itu," jelas suara itu.


Dan seketika suara itu menghilang seperti tak pernah ada. "Apa maksudnya? Apa itu artinya, aku harus meneglilingi sembilan wilayah dataran Alienated sampai menemukan kebenarannya?! Duh, sampai kapan dong kalau gini ceritanya..." keluh Yuka.


Setelah tenangan, Yuka pun duduk dan mengambil Realm Book miliknya.


"Kadang ini aku sering lupa untuk meletakkan Realm Book ini. Ya kan, gak mungkin aku memasukkannya ke Layar Status di depan orang-orang... Seketika aku jadi bahan eksperimen lagi..." ujarnya sambil menghela napas.


"Tapi sepertinya, buku Realm Book ini akan balik sendiri ke Layar Status deh..."


Yuka terdiam sambil melihat Realm Book miliknya. "Yah, terserah deh, lihat aja dulu, kira-kira ada info terbaru apa gak, biasanya dia bakal bersinar, tapi sepertinya hanya saat aku memegangnya..."


Yuka pun membuka Realm Book itu perlahan-lahan dan membaca informasi-informasi yang ada.


[Diamon, seorang Dragon yang hidup bersama dengan Preceptor of The Wind, Anemoi. Katanya, Diamon itu merupakan teman dari Anemoi, teman yang selalu menemani keseharian Anemoi.]


[Namun, semenjak Anemoi tidur panjang, kekacauan di kota pun terjadi. Dan Diamon pun ikut menghilang entah kemana. Diamon juga merupakan Guardian Dragon, yang memiliki tugas dari Anemoi untuk melindungi Freelance dari bahaya.]

__ADS_1


[Underworld Worshiper, sebuah organisasi dibawah Preceptor of The Dark yang memiliki tujuan untuk menghancurkan The Rule dan membunuh para Preceptor yang ada dibawah kendali The Rule. Masih tidak ada yang mengetahui alasan dari Underworld Worshiper melakukan hal itu.]


"Ini saja kah..? Sepertinya masih ada hanya... aku lupa.. Tapi harusnya buku ini mencatatnya, apa buku ini juga bisa lupa??"


....


"Gak mungkin kan? Ahaha, iya pasti gak... Ngomong-ngomong, ini dah sore? Cepet banget rasanya... Dan kenapa aku diliatin ama orang-orang? Memang ada ynag aneh denganku?" ujar Yuka sambil menutup bukunya.


Ia pun berdiri dan hendak pergi ke rumah Aaron. Namun, ia dihentikan oleh seorang lelaki asing yang tiba-tiba saja memegang tangannya. Entah bagaimana bisa lelaki itu bisa muncul disampingnya, padahal gak ada siapa-siapa tadi.


"Nona, bisa bicara dengan saya lebih dulu?" ucap lelaki itu dengan lirih.


Yuka yang mendengarnya entah kenapa menjadi tak enak hati, ia pun kembali duduk tepat disamping lelaki itu.


"Hei, Nona, apa kau mau mendengar kisahku..? Meski mungkin kesanmu terhadapku kurang baik.." ujar lelaki itu.


Yuka berpikir sebentar, lalu ia baru sadar kalau dia adalah Penyair yang ada di perang Dragon beberapa hari lalu.


"Iya, namaku Dariel Vinson. Kau bisa memanggilku Dariel. Tapi ketimbang Dariel, aku hanya orang tak berguna yang tak bisa menjaga kotaku dan temanku..." ujarnya sambil menghela napas panjang.


"Tunggu, kota? Apa maksudmu, kau... kau Preceptor-- Humphh!!" katanya sambil menutup mulutnya.


"A-aku harus menjaga mulutku..." pikirnya.


"Anu, maaf, bukannya apa-apa ya, cuma saya penasaran saja, apa... Anda itu Preceptor of The Wind, Anemoi?" ucapnya dengan suara kecil agar tak didengar orang lain.


Dariel itu tersenyum, "Haha, kau bisa menebaknya dengan jelas ya... Iya, aku Preceptor of The Wind, Anemoi. Tapi kuharap kau bisa merahasiakannya dan tetap memanggilku Dariel ya," ucapnya tanpa rasa semangat.


"B-baiklah..".


"Kenapa suasananya jadi terasa aneh begini..? Mana udah sore lagi... Lapeeerr... Ngantuuukk.. Tapi sabaarr, ini Preceptor of The Wind lho, ayo semangat!"

__ADS_1


"Anu, Dariel, kenapa kau tidak memiliki semangat seperti itu? Apa ada yang mengganggumu?" tanyanya pada Dariel.


Dariel terdiam. Karena itu pun Yuka juga ikut terdiam. Alhasil suasana diantara mereka berdua semakin canggung, seperti disentuh sedikit saja akan hancur.


Setelab Dariel terdiam, ia pun mulai berbicara, "Sebenarnya saya... gak enak hati untuk bercerita.. Karena mau bagaimanapun, anda adalah pendatang dari tempat yang jauh, rasanya aneh jika saya cerita kepada orang asing..." ucapnya dengan senyum yang pahit.


"Tak perlu sungkan, Dariel. Cerita saja, berhubung aku masih memiliki waktu."


"Kau, sungguh akan mendengar ceritaku?" tanyanya pada Yuka. Yuka puj mengangguk.


"Kalau gitu, aku tak akan sungkan. Kuharap kau bisa menjaga rahasia ini ya. Tapi sebelum itu, sepertinya kau belum memberitahuku soal namamu deh," kata Dariel.


Yuka terkejut, ternyata dia belum memberitahunya nama Yuka.


"Ah! Ma-maaf! Namaku Yuka, seorang Pengelana biasa yang kebetulan ada di Freelance, hehe," jelas Yuka secara singkat, padat, dan jelas.


"Kau yakin kau hanya seorang pengelana biasa?" gumam Dariel.


"Anu, maaf?"


"Gak, gak ada apa-apa," Dariel pun mulai menceritakan apa yang sedang mengganggu pikirannya kepada Yuka.


Namun sementara mereka sedang bercerita satu sama lain, ada sebuah kejadian aneh yang terjadi di delapan wilayah.


Di delapan wilayah itu terdapat orang-orang asing yang memakai pakaian aneh. Ada seorang lelaki memakai baju putih, celana biru dan berdasi di wilayah Equanimity.


Ada juga wanita tinggi yang memakai setelan jas dengan rok hitam yang ketat dan hanya sampai selutut di wilayah Vigour, dan masih banyak lagi.


Anehnya lagi, mereka muncul secara bersamaan di waktu yang sama persis dan beserta dengan cahaya emas yang menyilaukan. Saat itu belum ada yang tau siapa mereka.


Namun sepertinya mereka adalah orang-orang yang sama dengan Yuka namun sedikit berbeda. Entah apa yang sebenarnya tejadi. Kejadian aneh yang biasanya tak pernah ada di Alienated tiba-tiba saja terjadi dalam waktu yang dekat.

__ADS_1


__ADS_2