Kembalinya Penguasa Sesungguhnya

Kembalinya Penguasa Sesungguhnya
Terbangun Di Tempat Asing


__ADS_3

Karena perintah dari Swart, Zen pun membawa jiwa Mieko ke dunia tersebut.


Sesampainya di dunia itu, seluruh wilayah di dunia itu menjadi gelap gulita, seolah-olah kita bukan berada di sebuah dunia, namun berada di sebuah kotak yang tertutup, tanpa cahaya, tanpa jalan keluar, dan tanpa siapapun.


Lalu, di salah satu sisi, muncul sebuah tubuh wanita dari tanah yang sedang tertidur dari tanah yang gelap gulita itu.


Zen yang melihatnya segera menghampiri tubuh itu dan memasukkan jiwa Mieko ke dalam tubuh kosong itu.


Karena kondisinya saat itu tubuhnya sedang dalam keadaaan telanjang, Zen pun membuat sepasang baju dan memasangkannya dengan bantuan mantra miliknya.


"Fuuh, sudah tertutup. Hah, hampir saja aku tergoda, ugh, aku pasti sudaj gila..." ujar Zen dengan lirih.


Lalu di belakang Zen, muncul lagi sebuah portal. Dari portal itu, Swart pun keluar untuk kedua kalinya dari portal tersebut.


"Oh ya, Zen, aku lupa memberitahumu. Masukkan jiwanya "dia" juga ke tubuh cewek itu," ucapnya kepada Zen.


Sontak, Zen pun terkejut dan berbalik. Saking kagetnya, hampir saja ia menampar wajah Swart.


"Uwaa..!! Hah, hah, t-ternyata pangeran toh... Tolong jangan bikin saya kaget seperti ini dong pangeran..." ujarnya.


"Ha! Apaan sih, begitu saja kaget. Kalau a- maksudku raja melihatnya, kau pasti sudah dikeluarkan," ucap Swart.


"Ah! Ja-jangan begitu dong yang mulia! Saya hanya terkejut oke!" ucap Zen dengan tegas.


Swart pun memegang kepalanya karena sudah tak tau harus ngapain lagi. "Ah, gak tau deh, yang jelas masukkan jiwa "dia" ke tubuh Mieko. Ini perintah."


Dan setelah itu, Swart pun menghilang bersama dengan portal.


"Aah, dasar sialan. Hah, mau bagaimana lagi."


"Tapi, kenapa raja mau memasukkan jiwa "dia" ke tubuh baru Mieko? Yah, bukan urusanku juga sih..." gumamnya.


Lalu, Zen pun menghilang dengan bantuan portal miliknya.


Dunia yang awalnya hanya berwarna hitam, lama kelamaan mulai berubah menjadi dunia sungguhan.


Tanah yang berwarna hitam itu mulai berubah mejadi tanah yang dipenuhi oleh rerumputan hiaju secara perlahan-lahan.


Angin mulai berembus.


Burung berkicauan.


Banyak makhluk yang mulai muncul.


Entah bagaimana bisa dunia yang gelap gulita tadi bisa berubah drastis menjadi cantik seperti ini.

__ADS_1


Beberapa saat pun berlalu, Mieko pun mulai sadar perlahan-lahan.


Ia membangunkan tubuhnya sembari memegang kepalanya.


Saat sudah sadar, Mieko menyadari kalau ini bukanlah tempat seharusnya ia berada. Ia merasa keheranan.


Sensasi angin, sensasi tanah yang digenggamnya, pemandangan yang tak pernah dilihatnya, seolah-olah ini bukanlah dunia yang dia ketahui.


Di dalam hati, dia juga merasa kalau seharusnya di tidak ada disini, namun entah kenapa, dia gak tau kenapa di bisa berpikir seperti itu.


Saat melihat sekeliling, ia melihat beberapa cahaya yang berbentuk seperti anak kecil. Cahaya-cahaya itu seolah menari-nari di depan Mieko dengan wujud anak kecil.


Tentu saja Mieko merasa keheranan.


Saat memikirkan itu, tiba-tiba saja sebuah cahaya yang menyilaukan mata berwarna biru muncul di depannya Mieko. Cahaya itu perlahan-lahan berubah menjadi seorang anak kecil, sama seperti cahaya yang dia lihat tadi.


Hanya bedanya, cahaya biru ini berubah menjadi anak kecil seperti anak kecil pada aslinya. Kalau cahaya yang tadi hanya seperti berbentuk bayangan saja, tak ada mata, mulut atau hidung.


Cahay biru itu mulai membuka matanya dan berbicara pada Mieko.


"Hai tuanku, senang bertemu denganmu. Kenalkan, aku salah satu sistem dari alam semesta, namaku 001," ucap cahaya itu.


Karena terkejut, Mieko tanpa sadar mundur sedikit dan menjaga jarak.


001, atau cahaya itu pun menertawakannya karena reaksinya yang lucu.


"Haha! Kau bena-benar membuatku terhibur! Tuanku!" ucapnya dengan nada penuh semangat.


"Mieko pun menunjuk 001, "S-siapa kau?! A-apa maumu?!" teriaknya dengan nada sedikit gemetar.


"Hee? Aku kan sudah bilang kalau namaku itu 001, dan aku adalah salah satu dari sistem alam semesta. Apa kau masih tidak paham juga?" jelasnya.


Mieko merasa semakin aneh.


"Hah, sepertinya ini juga efek ya. Seharusnya karena kau dari dunia sesungguhnya, harusnya kau tau apa maksud dari perkataanku. Tapi karena efek menyusahkan itu... Ha.." gumamnya.


"A-apa maksudmu dengan efek?" tanya Mieko.


"Hem, aku tak memiliki hak untuk memberitahumu. Kau hanya akan tau jika mengikuti arus."


"Yang jelas, aku hanyalah pembantu untuk meningkatkan kekuatanmu jika diperlukan, atau istilah gampangnya adalah sebuah pedang," ucapnya.


Lalu ia menjetikkan jarinya, dan muncullah sebuab layar layaknya game di depan wajah Mieko.


"A-apa lagi ini?" tanyanya.

__ADS_1


"Hah, dasara efek sialan. Ini namanya "Layar Status". Ingat itu,"


"Layar ini berfungsi untuk menampilkan statusmu, seperti HP, yaitu darahmu, MP, kekuatan yang diperlukan untukmu mengeluarkan sihir dan stat lainnya," terangnya.


"Dan layar ini juga bisa menyimpan barang layaknya tas. Hanya dengan mengucapkan "simpan" atau pun memikirkan untuk menyimpannya, layar akan menyimpannya secara otomatis," jelasnya lagi.


"Dan di layar ini juga tersedia mini map. Map ini akan menampilkan daerah yang pernah kau kunjungi. Dan kau juga bisa memasang pin untuk menentukan arah tujuan," tambahnya lagi.


"Apa kau mengerti?"


"Terlalu banyak... informasi..." Mieko hampir saja pingsan karena banyaknya informasi yang tidak dia mengerti masuk kedalam kepalanya dalam sekejap.


001 hanya bisa pasrah.


"Hah, kau setidaknya harus beruntung memilikiku sebagai pembantumu oke," ujarnya sambil berpose dengan sombong.


Lalu, muncul sebuah tulisan "Menuju Kota Kebebasan" di dekat layar status.


Mieko pun bertanya pada 001 tentabg tulisan itu. 001 pun menjelaskan kalau tulisan itu bernama Quest. Sebuah tugas yang harus diselesaikan.


"Ada banyak Quest yang harus kau lakukan, tapi Quest yang muncul di layar hanyalah Quest prioritas utama. Sementara untuk Quest lainnya tercatat di Realm Book," jelasnya.


001 pun memberikan sebuah buku yang bertulis Realm Book di sampulnya kepada Mieko.


"Ini adalah Realm Book. Buku yang akan mencatat Quest, sejarah yang kau lakukan, dan penjelasan tentang benda yang kau lihat tanpa harus menulisnya," jelasnya lagi.


"Itu artinya... buku ini akan menulis sendiri?" tanya Mieko.


001 menganggukkan kepalanya.Mieko pun mencoba untuk mengerti informasi yang dia terima.


Namun, entah mengapa ia merasa ada satu hal yang kurang dari dirinya, yaitu jati dirinya. Ia pun bertanya pada 001 apakah dia mengetahui tentang jati dirinya yang sesungguhnya, karena Mieko sendiri tidak bisa mengingatnya.


001 terdiam sejenak. "..aku tak bisa memberitahumu secara detail. Yang bisa kuberitahu hanyalah namamu," ucapnya.


"Namaku..?"


"Ya, namamu adalah Yuka. Seorang wanita berumur 18 tahun. Maaf, hanya itu yang bisa kuberitahu," ucapnya sembari meminta maaf.


Mieko hanya terdiam.


001 juga perlahan-lahan mulai menghilang. Dan karena hal itu, Mieko pun menjadi panik.


"Kau tak usah khawatir Tuan. Aku akan kembali saat waktunya tiba."


Dan saat itu pun, 001 menghilang.

__ADS_1


"..Yuka..?"


__ADS_2