
Tok tok tok bunyi pintu kos Nara di ketuk,terus berulang hingga Nara bangun dari tidurnya yg baru beberapa jam,di sebelahnya Yoona sudah tidak ada ,terlihat sebuah kertas kecil
Aku gak bangunin kamu karena aku tau kamu pasti kurang tidur,tenang saja kamu boleh libur hari ini ,biar nanti aku bilang ke bos.
Surat itu dari Yoona,Nara tersenyum memang Yoona yg terbaik. Nara segera bangkit dan menuju ke toilet sebentar untuk cuci muka,Bunyi pintu terus di ketuk membuat Nara berdecak sebal
"sebentaaaaaaarrrrrr"teriaknya dari dalam
"siapa sih ganggu aja,jangan bilang mas Reno"dumel Nara
Kali bukan Reno lagi tapi Varo ,Nara sekilas melirik kantong yg di tenteng Varo sepertinya sogokan.
"pagi kakak ipar"sapanya dengan cengengesan
Nara hanya diam ,dia juga marah pada Varo kenapa tidak memberi tau kejadian sebenarnya.
"maafin gue Nara,tapi boleh masuk gak sih ini"ujar Varo yg tak kunjung mendapat jawaban dari Nara.
Nara berjalan menuju bangku di bawah pohon mangga di ikuti Varo di belakangnya.
"gue benar-benar minta maaf Nar,gue juga sudah berusaha nasehati Reno ,tapi loe tau kan bagaimana keras kepalanya"Permintaan maaf Varo masih belum juga dapat jawaban dari Nara
"Nar gue rahasiain ini karena Reno beneran cinta sama loe,dan soal alamat loe kemarin karena gue sadar bahwa Reno hanya"Varo tak melanjutkan perkataannya,Nara tau apa yg di maksud Varo.
"aku gak tau Var ,salah aku di mana sih,dia datang terus minta kesempatan lagi,aku kasih karena aku juga masih cinta dia eh ternyata dia sekarang cuma merasa bersalah sama aku ,takdir emang Sebercanda ini sama aku"jawaban panjang Nara sangat di terima oleh Varo.
"gue gak mau belain Reno Nara karena dia memang salah ,dan gue juga tau saat ini Reno sedang dilema,dia belum kesini kan?"tanya Varo yg hanya di angguki Nara
"kalau menurut gue Nar,loe sebaiknya menyerah tentang perasaan loe,gue bilang gini bukan berarti gua mendukung mereka ,gue hanya ingin loe bahagia setelah ini."perkataan Varo barusan hanya dapat tertawaan dari Nara ,bukan maksud mengejek tapi memang itu mungkin keputusan yg sangat baik saat ini.
Mereka berdua diam sejenak ,ini masih jam 10 pagi tapi keadaan hati dan pikiran jadi kacau gara-gara cinta,sungguh semboyan cinta itu buta benar adanya.
Setelah sekian menit diam Varo akhirnya memutuskan pamit karena ada pekerjaan,sebelum benar-benar pergi Varo berkata
"masalah ini hanya loe yg bisa selesain Nar,loe harus bisa,loe harus tegas pada Reno ,biar kampret itu sadar,gue dukung dan percaya sepenuhnya sama loe,kalau loe butuh apa-apa kabari gue,gue pamit dulu"
__ADS_1
Tak ada niatan Nara menjawab,yg di sakiti siapa yg harus berjuang siapa,memang benar jangan pernah balikan dengan mantan.
Nara memutuskan untuk ke rumah Reno ,dia bukan remaja lagi ,dia sudah pernah lulus uji coba ini ,jadi kali kedua ini dia harus lebih tegar walaupun rasa sakit hatinya masih sama.
Sebelum masuk ke dalam rumah mama Resti ,Nara menghela nafas panjang,ada bibi yg menyambut Nara dan menyuruh duduk.
Mama Resti yg baru datang dari taman belakang sangat terkejut dengan kehadiran Nara.
"Nara,astaga sudah lama sayang"mama Resti menghampiri dan cipika cipiki
"enggak kok ma ,barusan mama habis ngapain"tanya Nara
"oh mama habis nyiram bunga di taman belakang"jawab mama Resti. Sejenak mereka diam ,karena emang secanggung ini setelah kejadian rumit 2hari ini.
"mama gak tau harus bilang apa ke kamu Nar,mama juga sangat merasa bersalah pada kamu,mama minta maaf karena mama gak jujur tentang Zi"akhirnya mama Resti berbicara,.
Nara diam semua orang yg bersangkutan dengan Reno akan bilang hal yg sama.
"iya ma gapapa ,Nara juga bingung harus ngomong bagaimana , bisakah Nara bertemu dengan mas Reno ,apa mas Reno bekerja hari ini"tanya Nara ,jujur sangat canggung dengan mama Resti.
Reno tiba-tiba muncul dengan pakaian santainya dari arah tangga,Reno menghentikan langkahnya melihat Nara duduk di sofa,Mama Resti segera berdiri dan pergi , biarlah mereka menyelesaikan masalahnya berdua.
"kamu akan diam terus mas,aku sudah datang kesini loh, setelah kamu membuat kacau malah aku yg kesini"ujar Nara kesal karena dari tadi Reno hanya diam.
Reno memandang Nara sejenak ,dan dia menghela nafas,
"aku malu Ara padamu ,aku juga bingung dengan perasaanku"jawabnya lirih
"jadi mau kamu apa mas?,kamu pilih aku atau Zi?"tanya Nara dengan tegas ,dia tidak ingin menangis di hadapan Reno.
"Ara aku mencintaimu dan"belum sempat Reno mengatakan kelanjutannya Nara menyela
"cukup mas,jangan bilang cinta, kalau kamu cinta aku kamu pasti sudah datang 2 hari yg lalu dan meminta maaf padaku atau seenggaknya kamu menjelaskan semuanya,bagaimana perasaanmu,dengan tidak datangnya dirimu aku yakin kamu bukan mencintaiku tapi kamu hanya merasa bersalah padaku baik 4thn lalu atau sampai saat ini"Nara berkata dengan emosi ,pria di depannya ini masih saja bilang cinta bulshit.
Reno tergugu melihat emosi Nara ,baru kali ini Nara yg di kenalnya bisa se emosi ini.
__ADS_1
"kamu pilih aku tau Zi "tanya Nara lagi
Reno sungguh bingung dengan hatinya ,dia tidak berani menjawab,dia hanya menunduk layaknya pengecut.
"baik dengan diamnya kamu ,akan aku simpulkan sebagai jawaban bahwa kamu memilih Zi,jadi aku yg akan mundur,ini"pernyataan Nara barusan membuat Reno sangat terkejut,dan Nara mengembalikan cincin pertunangannya.
"ti ti ti tidak Ara,aku tidak mau berpisah denganmu,aku hanya keliru Ara tolong kasih aku waktu"jawab Reno dengan gugup dan kelimpungan, sangat tidak cocok dengan gaya dan postur tubuhnya.
Nara menggeleng dia sudah tidak mau menerima Reno lagi ,
"sudah cukup mas ,sudah cukup, ini 2 kali kamu menyakiti aku,mungkin yg pertama itu bukan maumu tapi kamu tetap salah dan kali ini jelas kesalahanmu,aku tidak mau lagi terjerat apapun denganmu,jadi hari ini kita bukan siapa-siapa lagi"Nara yg awalnya tidak ingin menangis pun akhirnya menangis dia sungguh sakit , perasaannya di permainkan begini.
Reno yg melihat Nara menangis ingin memeluk Nara,sebelum itu terjadi Nara mundur beberapa langkah,dan berkata
"aku membencimu mas ,aku harap kita tidak akan bertemu lagi ,dan aku juga mohon jangan datang menemui ku ,kalau nanti kita bertemu di jalan tanpa sengaja , berpura-pura lah kamu tidak mengenalku,aku permisi"
Reno hanya mematung mendengar ucapan dan juga melihat Nara keluar rumahnya dengan keadaan menangis seperti itu.
"aku memang brengsek"ucapnya pada dirinya sendiri
Mama Resti yg mengintip mereka juga ikut menangis,dia juga sangat merasa bersalah pada Nara, seharusnya dia bisa menasehati Reno sebelum menjalin hubungan dengan Nara. Karena mama Resti lebih memilih Nara dari pada Zi.
Tapi pada akhirnya anaknya telah jatuh cinta dengan Zi.
Nara tadi tidak membawa motornya dia memesan taxi online ,karena dia tau dia bakalan menangis,saat di dalam taxi pun dia masih menangis.
"bapak tidak tau kamu punya masalah apa neng,tapi bapak yakin jika hari ini kamu menangis besok kamu akan tersenyum"kata bapak sopir,yg membuat Nara berhenti menangis dan melihat bapak sopir itu.
"Terimakasih pak ,saya seperti melihat ayah saya yg sudah lama meninggal"Nara menangis lagi ,kali ini karena dia teringat ayahnya.
Bapak sopir pun terdiam mendengarnya dan berkata
"menangislah neng,anggap aku ini ayah neng,jadi menangislah sebanyak yg kamu mau,tapi setelah itu kamu harus bangkit lagi"
Nara terus menangis dan dia berkata pada bapak sopir itu untuk menurunkannya di kosnya,Nara membayar lebih bapak taxi itu karena berkatnya perasaan Nara sedikit membaik.
__ADS_1
Sampai di kosnya Nara kaget karena disana ada ibu,serta kakak dan keponakannya.
"ontyyyyyyyyyyyyy"teriak bocah itu