
Nara terperangah bagaimana bisa mereka ada di depan kosnya,Keysa berlari ke arahnya dan langsung memeluk dirinya.
"onty kok gak purnah pulang"tanya gadis kecil itu
"heheheh ounty kan kerja sayang"jawab Nara cengengesan
Nara menggandeng tangan Keysa dan menuju ke dalam kos .
Ibu Eni dan kak Kinan mengamati Nara,mereka tau kalau Nara habis menangis.
Nara hanya berusaha cengengesan di depan mereka,padahal mah Nara ingin sekali menangis dan memeluk ibunya.
"ibu dan kakak kok gak bilang sih mau kesini,kalau tadi aku masuk kerja bagaimana?"tanya Nara sambil membuka pintu kosnya.
"tadi niatnya sih gak ada mau kesini ,eh berhubung dekat ya udah ibu ngajak mampir,kami dari resepsi tetangga"jawab kak kinan
Mereka masuk ke dalam kos ,Nara segera mengambilkan minuman kemasan dan juga susu kotak kecil yg tersedia di dalam kulkas kecilnya,karena Nara juga penggemar susu uht untung aja masih ada.
"kamu lupa rumah Nar ,hingga gak pulang beberapa bulan?"sindir bu Eni ,kak Kinan sontak saja tertawa mendengar sindiran ibunya itu,yang di sindir memonyongkan bibirnya
"enggak bu ,emang Nara sibuk aja rencana juga mau pulang kok dalam dekat ini"jawab Nara karena emang dia berencana mengambil cuti dan pulang kerumah.
"kalian tadi naik apa?"imbuh Nara
"Tadi berangkat bareng rombongan ,trus kami misah deh karena mau mampir kesini"jawab Kak Kinan
"ma Key ngantuk"rengek Keysa setelah bocah itu menghabiskan susunya
"kamu kelonin dulu sana Kin"suruh bun Eni
Kinan dan Keysa pun segera menuju kedalam kamar Nara.
__ADS_1
Nara pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka sekalian juga mandi,karena badannya terasa lengket.
Dia juga tidak ingin menceritakan Reno kepada ibu dan Kakaknya,sebisa mungkin Nara akan menutupinya.
Sekitar 15 menit mandi Nara keluar dan dia sangat shock melihat Reno ada disana,Nara begitu panik dan segera nimbrung.
"kamu bodoh ya Nar?"sentak Kak Kinan yg tentu saja Reno dan Nara kaget, sedangkan ibu Eni hanya diam,Ternyata Reno sudah menceritakan semua kepada ibu dan kakaknya.
kak Kinan memang tipe orang yg tegas dan ya emosional.
"sudah pernah di sakitin kini malah balik lagi dan sekarang juga di sakitin"lanjut kak Kinan dengan nada tinggi
"kak ini bukan" Reno belum sempat melanjutkan omongannya sudah di potong oleh kak Kinan.
"diem kamu,dasar pria pengecut kamu sakitin lagi adikku ,kamu pikir dia mainan kamu hah"makin menjadi jadi kak Kinan
Nara hanya diam memang benar dia bodoh,Nara melirik ke arah ibunya berharap minta tolong agar kak Kinan bisa bicara dengan nada rendah,
"Bu maafin Reno bu,kak Kinan maafin Reno"ucap Reno dengan memandang kedua wanita tersebut.
Kak Kinan sama sekali tidak menjawab,dan ibu menghela nafas sebelum berbicara
"Ren kamu tau ,Nara sudah tidak punya ayah,saat kalian meminta izin untuk menikah bukankah ibu pernah berkata,kalau kamu tak lagi menyukainya kembalikan pada ibu,tapi kamu sama sekali tidak mengembalikannya dengan baik,waktu itu kami marah ,marah sekali tapi seiring berjalannya waktu kami mencoba ikhlas,bahkan para tetangga kami tidak tau kalau Nara sudah menikah karena kalian ingin pernikahan ini di rahasiakan,"sejenak bu Eni menghembuskan nafas lagi
"kamu tau anak ibu di gunjing sana sini karena di anggap tidak laku, kenyatannya anak ibu sudah menjadi janda,dan sekarang saat anak ibu kasih kesempatan kedua buat kamu ,kamu sudah menyakiti nya lagi ,ibu tidak habis pikir denganmu Ren,dan sekarang ibu melarang Nara untuk berhubungan denganmu lagi,"
Nara menangis di pelukan kakaknya ,Reno mematung dengan ucapan bu Eni yg panjang ini ,ternyata dia tidak hanya menyakiti Nara tapi juga keluarganya ,dan dengan bodohnya dia mengulangi lagi,Reno menangis ,penyesalan memang selalu datang terlambat.
"sebaiknya kamu pulang Ren,jangan pernah temui putri ibu lagi,ini permintaan ibu"suruh bu Eni dengan suara seraknya dia juga menahan tangis.
"Bu Reno minta maaf bu,Kasih kesempatan pada Reno bu,kali ini Reno bakal bahagiakan Nara bu, Reno mohon"ucap Reno dengan memegang tangan bu Eni.
__ADS_1
Bu Eni menggeleng dan berkata"Permintaan maaf kamu terlambat Ren,harusnya sudah kamu lakukan 4thn yg lalu"jawab bu Eni dan segera menuju kedalam kamar Nara.
Reno memandang Nara tapi Nara hanya menunduk ,hatinya sakit sangat sakit mendengar penuturan ibunya tadi,dulu ibunya yg selalu ada untuknya saat dia terluka bahkan membelanya kala tetangga bergunjing tentangnya ,ternyata ibunya sama sesakit seperti dirinya.
Kak Kinan bangkit dari duduknya dan menyuruh Reno berdiri serta menggiring pria itu keluar kos adiknya,Reno pasrah karena ini memang pantas untuknya.
Sampai di depan pintu Kak Kinan berkata
"semoga kamu bahagia setelah menyakiti kami 2kali"kak Kinan segera menutup pintu.
Reno berjalan lemah ke arah mobilnya ,saat ini dia benar benar menjadi pria brengsek.
Kak Kinan duduk kembali di kursi yg sama dengan Nara ,Kak Kinan tau jika adiknya ini masih sangat mencintai Reno,
"Nar kakak tau Cinta dan bodoh itu beda dikit ,tapi kakak gak nyangka kamu sebodoh ini,"kak Kinan berkata seraya meraup mukanya prustasi,bagaiman bisa adiknya seperti ini"kakak minta kamu berhenti dari kafe dan pulang dengan kami Nar"imbuh kak Kinan
Nara tentu saja kaget dengan ucapan kakaknya,"enggk bisa gitu kak ,aku sudah betah kerja disana"jawab Nara tak terima
"ibu juga setuju dengan kakakmu Nar" Ucap ibu Eni tiba-tiba keluar dari kamar.
"ibu hanya ingin kamu bahagia ,dan ibu enggak ingin kamu berhubungan dengan Reno,kalau kamu masih disini , kemungkinan besar kamu akan terus bertemu dengannya,kamu mau kan nurut ibu kali ini"sambung bu Eni
Nara terdiam perkataan ibu ada benarnya,
"Nara akan bicara dengan bos bu,mungkin harus menunggu dapat ganti"akhirnya Nara menuruti ibu dan kakaknya.
Ibu dan kakaknya beristirahat di dalam kamar, sedangkan Nara hanya melamun di ruang tamu,semua rentetan kejadian yg menimpanya terbayang sempurna di atas kepala, layaknya sebuah film dokumenter.
Dulu dia juga seperti ini,dan sekarang lagi dia harus meninggalkan lagi kehidupan yg sudah di tatanya selama hampir 2 tahun bangkit dari rasa sakit.
Setelah nanti ibu dan kakaknya pulang ,dia akan ke kafe untuk mengatakan niatnya bahwa dia akan keluar,mungkin ini adalah jalan yg terbaik menurutnya,
__ADS_1
Nara menghela nafas panjang,susah sekali untuk hidup bahagia di dunia ini.