
2 hari berlalu ,Nara masih bekerja karena harus menunggu pengganti dirinya ,dan sepertinya besok sudah ada pengganti dirinya.
Hari ini dia masuk pagi bersama Yoona dan juga Yesil,sepertinya hari ini akan turun hujan karena mendung sudah mewarnai sejak dari pagi .Ternyata benar tepat di jam makan siang hujan turun dengan sangat derasnya ,kafe pun hanya dapat pelanggan yg sedikit ,mereka hanya memesan kopi untuk menghangatkan badan.
"mbak, Nara nya ada?"tanya seorang wanita cantik pada Yoona ,Yoona sempat memperhatikan wanita cantik di depannya ini,dia berpikir sejenak sebelum menjawab
"ada mbak ,tapi saat ini sedang makan siang "jawab Yoona,sepertinya Yoona tau siapa wanita ini dan Yoona pun menjawab lagi"kalau mbak ingin bertemu saya antar ,karena kebetulan juga ini jam dia istirahat"
Wanita itu mengangguk tanda setuju dan segera mengikuti Yoona di belakangnya ,setelah itu Yoona kembali ke depan
"siapa tadi mbak"tanya Yesil pada Yoona
"itu sepertinya mantan istri Reno YesYes"jawaban Yoona membuat Yesil kaget.karena wanita tadi seperti artis korea
"gila cantik banget mbak"ujar Yesil yg dapat anggukan dari Yoona
"Meskipun gitu Nara juga tidak kalah cantik,aih aku beneran pengen nampol Reno deh ,mereka kan gak salah"jawab Yoona yg gemas sendiri dengan kisah cinta sahabatnya itu
Nara awalnya kaget kenapa Zi ada disini lagi .Zi tersenyum pada Nara dan dia duduk di depan Nara tanpa di persilahkan.
"hai Nar,apa kabar"tanya Zi
Nara hanya melirik dan menjawab"langsung aja apa tujuan kamu kesini lagi ,bukannya aku sudah melarang mu untuk menemui ku lagi"jawab Nara dengan wajah bad mood nya
Zi lagi lagi tersenyum dan menjawab "aku jadi bingung dengan keputusanku kemarin Nar,sekarang Reno sangat terpuruk seperti 4 thn yg lalu "Nara hanya mendengarkan tanpa niat menjawab pernyataan Zi
"Nara menurut kamu apakah Reno benar benar tidak jatuh cinta padaku"pertanyaan Zi membuat Nara tertawa dengan keras
"kamu sadar dengan pertanyaan mu barusan ,aku benar benar tidak habis pikir setelah kamu datang dengan percaya dirinya mengatakan hal yg menurut kamu benar dan menghancurkan hatiku dan juga keluargaku ,sekarang kamu bertanya padaku dengan tanpa rasa bersalah ,dengarkan aku nona aku sudah tidak ingin tau soal kamu dan Reno dan jika Reno sekarang terpuruk bukannya ini adalah kesempatan kamu seperti 4thn lalu buat hati Reno berpihak padamu lagi"jawab Nara dengan nada tinggi
__ADS_1
"Aku tau Nar dan aku meminta maaf padamu , ternyata aku tanpa berpikir panjang dengan berkata seperti itu"jawab Zi dengan menangis
"aku tidak perduli,sekarang kamu keluar dari kafe ini, meskipun ini bukan kafeku,aku harap kamu jangan pernah mencariku lagi dan soal Reno itu menjadi urusanmu"Nara segera berdiri dan berjalan menuju toilet
Sedangkan Zi masih duduk merenung sambil menangis,kenapa dia sekarang merasa menyesal setelah membuat hubungan Reno dan Nara hancur lagi.
Zi berdiri juga dan berlalu dari kafe.
Yoona dan Yesil hanya melihat ,sedangkan Nara belum keluar dari dalam toilet ,dia menangis lagi dan lagi. Kenapa bisa Zi bertindak sesuka hatinya ,kenapa gak kemarin-kemarin dia berpikir panjang,Nara mencuci muka dia harus kembali bekerja.
Di apartemen Varo,Reno hanya tiduran dia sama sekali tidak perduli dengan pekerjaannya,Varo terlihat masuk kamar dan membawa makanan untuk Reno
Varo yg melihat Reno sudah 2 hari seperti ini gemas sendiri dan berkata"mau sampai kapan loe kayak gini Ren,?"
Reno hanya diam tanpa ingin menjawab
"loe bukan anak kecil loe udah duda ,loe jangan jadi pengecut,loe lupa tanggung jawab ,loe biarkan orang tua loe,loe biarkan Nara dan Zi sebenarnya mau loe apa sih ,jujur ya gue muak dengan kelakuan loe yg kekanakan ini"imbuh Varo
"apa loe gak terima gue bilang gini,loe gak liat om Rendi sendirian ngurus kantor,loe disini tanpa ngelakuin apapun,loe harusnya sadar dan segera lakuin sesuatu,bangsat banget sih loe"Varo berkata lagi dan menatap tajam Reno.
Reno segera menghampiri Varo dan bugh ,bugh,Reno memukul Varo ,Varo tak tinggal diam dia memukul ganti Reno ,mereka berkelahi setelah sekian lamanya tak pernah adu jotos seperti ini.
Zi sampai di apartemen Varo ,dia tau pasti Reno berada disini saat ingin memencet bel ,ternyata pintunya tidak terkunci ,Zi masuk dan mencari Reno dia melihat di kamar yg terbuka 2 orang itu sedang saling memukul ,Zi langsung berlari menghampiri mereka dan berteriak" sudah, kalian kenapa sih ".
Seketika kedua orang itu berhenti,Varo berjalan keluar kamar dan berkata pada Zi
"urus mantan loe ini ,suruh dia sadar dia bukan bocah lagi"
Zi terdiam dan segera menghampiri Reno ,dia berniat ingin membersihkan luka Reno,saat ingin menyentuh pipi Reno ,tangan Zi di tepis dengan kasar oleh Reno
__ADS_1
"keluar kamu"ucap Reno dingin sekali
"tapi Ren a"belum sempat melanjutkan omongannya Reno sudah menyela
"keluaaaarrrr"teriak Reno dengan mata memerah, membuat ZI sangat ketakutan dan langsung berlari keluar dengan menangis.
Reno terdiam mencerna perkataan Varo tadi ,apa dia sebangsat itu ,benar dia melupakan tanggung jawabnya sebagai ceo di perusahaan,dia mengabaikan orang tua ,dia melukai hati banyak orang
"aaaaaaaaaaa sial"teriak Reno dengan menangis
Reno memutuskan untuk pulang ke rumah dia harus meminta maaf kepada orang tuanya,saat memasuki rumah bibi begitu kaget melihat wajah Reno yg lebam
"astaga den ,aden kenapa,sebentar bibi ambil kompres dulu"ucap bibi yg sangat khawatir
"tidak usah bi,mama di mana"tanya Reno
"nyonya di kamarnya den"jawab bibi
Reno segera menaiki tangga menuju kamar mamanya,terlihat mama Resti sedang membaca buku karena pintunya tidak di kunci Reno segera masuk.
Reno langsung memeluk mamanya dan menangis ,mama Resti yg bingung pun hanya diam dan mengusap punggung anaknya ini.
"maafin Reno ma,Reno minta maaf"ucap Reno di sela tangisannya
Mama Resti melonggarkan pelukan dan menatap wajah putranya yg lebam dan jejak darah mengering di sudut bibir.
"Ren kamu berkelahi dengan siapa nak,wajah kamu"ucap mama Resti dia juga menangis
"Ren kamu sudah dewasa nak ,jadi pikirkan masalah ini baik-baik kamu harus jadi pria sejati seperti papamu bilang ,bukan dengan cara seperti ini nak,jujur papa kamu kecewa denganmu ,tapi bagaimanapun kamu putra kami,kami membiarkan mu untuk kamu menyadari kesalahan mu dan segera menemukan titik terang"lanjut mama Resti
__ADS_1
"Reno tau ma,Reno minta maaf ,setelah ini Reno akan meminta maaf dengan benar kepada semua yg Reno sakiti"jawab Reno.
Mama Resti mengangguk, akhirnya putranya sadar,mama Resti tau siapa yg memukul anaknya ini ,berkat Varo anaknya jadi sadar bahwa tanggung jawabnya masih panjang.