
Author POV
Reno tercengang dengan kata-kata Nara barusan, akhirnya Reno memutuskan kembali ke kantor dengan perasaan kecewa.
Reno mulai bekerja lagi di perusahaan papanya semenjak kembali dari negara China.
"kenapa muka loe ,kusut banget kayak baju gak di setrika"tanya Varo ,Varo adalah sepupu Reno yg bekerja sebagai sekertaris Reno sekarang.
"Menurut mu apakah Ara sudah punya suami?"Varo tercengang dengan pertanyaan sepupu sekaligus bosnya ini,Varo mengetahui cerita masa lalu itu.
"loe ketemu Nara?"bukan jawaban malah pertanyaan yg di ajukan Varo
Reno hanya mengangguk,Varo kaget pasalnya Varo juga baru datang dari China.
"loe gak mau kerja dulu ,nih kerjaan menumpuk,nanti galaunya di lanjut lagi,gua bingung mesti jawab pertanyaan loe gimana , karena gua juga gak tau"Varo berkata sambil menyerahkan dokumen-dokumen penting.
Reno menghela nafas,dia harus bekerja.
19.00 wib
Tampak Nara menghubungi seseorang dengan ponselnya terdengar bunyi panggilan yg belum juga di angkat.
"hallo Bima"Nara menelpon Bima
"eh maaf Nar tadi masih mandi,ada apa tumben telpon duluan"jawab Bima dengan suara kekehan
"besok aku libur Bim ,kamu gimana?bisa?"tanya Nara pada Bima,besok adalah sabtu weekend jelas saja Bima libur.
"besok kan weekend Nar ,jelas bisa dong,mau kemana besok Nar"Bima dengan sangat senang mendengar kabar ini.
"terserah kamu aja Bim,aku nurut kok,gak rewel"Nara menjawab dengan tertawa
"Yaudah besok aku jemput jam 5sore ya Nara,see you besok Nara"
Mereka mengakhiri panggilan.Nara masih bingung dengan hatinya,apa ini sudah benar.
Di sisi lain Reno yg melamun di ruang tengah di sadarkan dengan kehadiran Papanya,
__ADS_1
"kenapa Ren kayak yg banyak pikiran aja kamu"Canda papa Rendi
"di kira Reno gak punya pikiran kali pa"sewot Reno,papa Rendi terkekeh geli mendengar jawaban anaknya itu.
"pa Reno bertemu Ara"ucapan Reno mengagetkan papa Rendi
"yang benar kamu Ren ,dimana?kabarnya gimana?udah punya suami belum Ren?"bukan papa Rendi melainkan mama Angel yg tiba-tiba datang membawa cemilan,serta kopi dengan pertanyaan beruntun,
"kamu sengaja bertemu apa emang kamu mencarinya Ren"tanya papa Rendi
"aku tidak sengaja bertemu pa.Ara bekerja di kafe,dekat hotel yg di kelola om Darma"jawab Reno,om Darma adalah papa Varo.
"Mama mau ketemu Ren,mama kangen sama Nara"mama Angel berkata dengan wajah sendu
"jangan ma ,pa ,Ara melarang Reno untuk menemuinya,tadi Ara bicara sama Reno,"terlihat sedih dari jawaban Reno.
"kita sudah menyakiti nya dengan parah Ren,dan mungkin dia juga sudah berkeluarga,tapi kalau saran papa kamu cari tahu dulu ,papa tau kamu ingin kembali dengannya"omongan papa Rendi membuat Reno berpikir , benar dia harus mencari tahu dulu.
"mama berharap Nara masih single ,mama berharap Nara jadi mantu mama lagi ,semoga saja Nara masih sama perasaan nya ke kamu ,mungkin saat ini dia kaget"Nara benar benar di sayang oleh keluarga ini.
18.35
"Nara, terimakasih mau jalan bareng aku"ucap Bima dengan senyum manisnya
"aku yg harusnya berterimakasih Bim,kamu yg bayarin semua,aku tinggal makan gratis hehe"Nara menjawab dengan tertawa pelan
Di sisi meja lain tampak seseorang yg merasakan sakit hati,entah takdir konyol apa ini ,mereka bertemu disini tanpa janjian.seseorang itu Reno dan Varo.Setelah dari rumah teman mereka memutuskan ke restoran seafood ini untuk makan malam.
Dan tanpa di duga mereka melihat Nara dengan pria tampan sedang menunggu pesanan dengan saling bercanda, terlihat seperti pasangan bahagia bukan.
Reno melihat Nara yg sangat cantik ,dengan senyuman merekah di bibirnya.
"Mereka kencan kan?"Varo berceloteh ,
"Bisa jadi"jawab Reno,
"ikhlaskan aja bro, Nara terlihat bahagia"ucapan Varo membuat Reno sadar apa yg di katakan Ara kemarin padanya,apa mungkin ini maksudnya Ara sudah punya pengganti dirinya.Hilang sudah mood Reno makan ,dia berdiri dan beranjak kelur Resto.
__ADS_1
Varo yg kaget pun ikut menyusul
"Sial loe kalo pergi bilang bilang dong,untung belum pesan"gerutu Varo .
Reno memutuskan untuk tidak bertemu Nara lagi , biarlah Nara bahagia ,sudah cukup 4thn lalu dia melukai Nara.
Tak di sangka Nara melihat Reno dan Varo keluar Restoran,tiba saja hatinya berdenyut seperti ada sesuatu entah itu apa.
"Bima ,aku mau ngomong sesuatu"nada bicara Nara terdengar serius
"apa Nar,ngomong aja"Bima jadi ikut serius
"masa laluku kembali Bim,dan jujur aku bingung dengan hatiku,aku takut menyakiti perasaan mu Bim,"Nara agak takut bilang begini ke Bima , tapi Nara harus tegas bukan
Bima tersenyum sebelum menjawab"Nar aku sudah bilang aku tidak apa-apa,kamu tidak perlu khawatir soal perasaan ku ,aku hanya ingin kamu tau perasaan ku,dan aku tidak ingin menjadi bebanmu,jika nanti dia takdirmu ,aku bisa apa?selagi kamu belum sah istri orang dan pacar orang ,aku bisa kan sesekali jalan kayak gini sama kamu?"benar Bima pria baik ,dari jawabannya yg sangat menyentuh hati Nara
"aku senang kamu jujur Nar,aku tau kamu takut menyakiti hatiku lebih ,tapi kamu tenang aja ,aku bisa mengatasinya jadi plis jangan jadiin beban okay,kalau kamu mau kembali ke dia beri tahu aku ,saat itu juga aku akan mundur dan mendukung mu"demi apapun Nara menangis mendengarkan kata demi kata Bima
"kamu pria baik Bim kenapa harus suka janda kayak aku sih"ucap Nara kepada Bima
Bima mengusap air mata Nara dengan sayang ,sambil terkekeh
"kamu jelek kalau nangis tau gak"sontak Nara tertawa dengar ucapan Bima , mereka sudah bukan remaja tapi Bima masih menggombal.
23.00
"loe jangan gila Ren,kalo bonyok loe tau loe bisa di habisin"sentak Varo mengambil botol alkohol yg entah sudah ke berapa kali di minum sepupunya itu.
Reno mabuk , hatinya terluka oleh penolakan Ara,orang yg masih sangat di cintainya.
"kamu jangan bilang papa dan mama aku hanya ingin mabuk,aku ingin sejenak melupakan Ara ,aku terluka Var"racaunya
"segitu cintanya loe sama Nara,tapi loe juga yg buat luka,loe harus sadar mungkin Nara bukan lagi jodoh loe,jadi stop dan mulailah dengan hidup loe,selama 4thn loe sibuk ngurus oma ,sekarang loe boleh bebas,jika emang Nara takdir loe ,dia tidak akan kemana"Varo begitu prihatin dengan keadaan sepupunya ini
Sejak bercerai dan tinggal di china ,oma benar benar mengekang Reno,kami semua di larang menghubungi Nara,entah kenapa oma begitu membenci Nara,kami semua tidak tau alasannya,yg bisa kami lakukan hanya menurut karena kesehatan oma terpenting saat itu.Hingga 4thn oma berjuang melawan penyakitnya Tuhan memanggilnya,sebelum pergi oma sempat berbicara pada Reno ,
tapi tidak ada yg tau apa yg di bicarakan mereka.
__ADS_1
kira kira apa ya yg di bicarakan oma ke Reno????