Ketika Hati Harus Memilih

Ketika Hati Harus Memilih
Pembukaan konter


__ADS_3

Hari itu pagi pagi sekali Halisya sudah bersiap siap untuk membuka usaha konterya.Usaha yg sudah lama di impikanya terwujud juga setelah 1 Tahun Halisya menabung dari hasil kerjanya sebagai waiters dan penyanyi disalah satu kafe temanya .Walau tidak terbilang besar,juga tidak juga dibilang besar yg artinya adalah sederhana.Tapi Halisya bangga diusianya yang masih 25 tahun dia sudah bisa berwirausaha sendiri.


Selain konter,Hilsa juga membuat kedai kecil-kecilan yg diperuntukkan ibunya,yang katanya tidak ingin berpangku tangan.


Semula Halisya ingin hanya dari tabungannya saja untuk membangun kedai tersebut.Tapi ibunya berkeras hati memberikan separuh dari tabunganya untuk membangunya.Walaupun ibu Sukmawati sudah lama menjanda hal litu tidak membuat beliau menyerah membesarkan Halisya sendiri hingga sekarang ini.Dan walaupun tanpa seorang bapak dan saudara Halisya membuktikan pada semua orang kalau dia pantas dan menjadi wanita yg mandiri dan tidak manja sekalipun tanpa seorang bapak disisinya


Acara pembukaan konter diadakan jam 8 pagi.Disana sudah ada ibunya bu Sukmawati,2 sahabatnya Voni dan Mei yg skaligus karyawanya di konter tersebut.Sebagian ada tetangga disekitarnya termasuk Syarif yg sampai sekarang masih mengharapkan balasan cinta dari Halisya.


"Assalamualaikum waramatullahi wabarakatuh,selamat pagi semua,Alhamdulillah,dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT dan rasa terima kasih saya pada kalian semua, dan dengan mengucap kata bismillah maka konter hp dan kedai ibu saya hari


ini resmi saya buka."ucap Halisya memotong pita


Mereka kemudian dan bertepuk tangan.


"Mari sekarang kita semuanya menikmati hidangan yg sudah tersedia di dalam",Ajak Halisya pada yg hadir disana.

__ADS_1


Mereka berhamburan mecari makanan yg mereka sukai.


"Selamat ya Halisya dan terimakasih kamu sudah mau menerimaku sebagai karyawan kamu",ucap Voni


"Halisya selamat dan makasih ya",sahut Mei


"ya sama sama teman teman,"jawab Halisya tersenyum .


Setelah makan makan,mereka yg diundang kembali kerumah masing-masing.Sedangkan kedua sahabatnya itu sudah mulai bekerja hari itu juga.


Dihari pertama memang masih sepi mungkin dikarenakan baru dibuka.Tapi Alhamdulillah kedai bu Sukmawati sudah ramai pengunjung .Sehingga Halisya ikut melayani pembeli disana.


Rezeki setiap orang memang berbeda beda sekalipun itu antara anak dan ibu.Tapi semua itu tidak membuat Halisya patah semangat.Hal itu juga yg dicontohkan oleh ibunya menghadapi situasi apapun juga.


Menjelang siang ada 1 ,2,3 yg membeli hp dan membeli pulsa.Dengan cekatan Voni dan Mei melayani pembeli pertama mereka.Wajah cemberut mereka menjadi wajah yg penuh kesenangan.

__ADS_1


" Ternyata memang benar ya doa seorang ibu itu tak tergantikan dg apapun,"Ucap Voni


Buktinya baru sebentar Halisya membantu bu Sukma eh sudah ada pembeli ,'lanjut Voni.


"Makanya sebelum aku membuka konter ini aku minta izin dan minta doa dari ibuku Von,Mei.


"Kalau gitu aku jga mau minta doa pada mama aku,"Ucap Mei setuju.


"untuk apa Mei kok minta doa restu?",tanya Voni.


"Ya biar didoakan aku mudah dapatkan cowok kaya


"Hu...dasar kamu itu cewek matre Mei,"Ledek Voni


"Kalau cewek zaman now itu wajib matre Von

__ADS_1


Halisya dan Von tertawa mendengarnya.Memang diantara mereka Mei sendiri sahabat mereka yg paling konyol dan lucu.Namun justru disitulah yg membuat persahabatan mereka jadi berwarna.


__ADS_2