Ketika Hati Harus Memilih

Ketika Hati Harus Memilih
Pertemuan dengan ibu Sukmawati


__ADS_3

"Sayang, kapan mas akan HalisyA pertemukan sama ibu?",tanya Khabir.


"Mas punya waktu kapan,kalau bisa besok ya besok mas",jawab Halisya


"Baiklah kalau gitu mas besok kesana ya


"Boleh


"Ya sudah mas kerja dulu ya sayang,Assalamuakaikum


"Waalaikum salam.


Halisya kemudian menutup sambungan teleponnya.


"Telpon dari siapa Halisya kok keknya seneng banget gitu.",Tanya bu Sukmawati.


"Itu tadi dari mas Khabir bu,"Jawab Halisya.


"Khabir siapa,seingat ibu kamu ngak punya teman cowok yg namanya khabir?",tanya bu Sukmawati penasaran.


"Dia memang bukan teman atau pacar tapi calon suami Halisya


"Apa maksud kamu Halisya,"Semakin binggung.


Halisya kemudian menceritakan pertemuanya dg Khabir,bertemu saat dikota saudara sepupunya tinggal,juga bertemu Khabir yg saat Halisya beli dagangan tersebut.Dan saat Khabir bilang mencintainya dan ingin menikahinya.

__ADS_1


"Apa kamu sudah sangat percaya denganya Halisya?",tanya ibunya kemudian.


"Bukankah sebuah hubungan harus dilandasi dg kepercayaan bu?',"balik bertanya.


Ibunya tidak menjawab.Beliau mengerti kalau memang anak semata wayangnya tersebut sedang jatuh cinta.


"Assalamualaikum",Ucap seseorang tiba tiba


"Waalaikum salam.Ini mas khabir bu,mas Khabir ini ibu Halisya."kata Halisya memperkenalkan mereka.


"Selamat pagi bu,"sapa Khabir pada bu Sukma dan mengulurkan tangan.


"Selamat pagi.oh ini orang yg kamu bilang orang kaya Halisya."Sambut ibunya sinis


Halisya tidak mengerti mengapa ibunya berkata seperti itu.


"ibu masih bisa mendengar Halisya,"Ucap bu Sukmawati sambil meninggalkan mereka.


Sungguh Halisya tidak mengerti mengapa tiba-tiba ibunya berkata dan bersikap tidak ramah seperti biasanya itu.Tapi demi Khabir Halisya mencoba bersikap biasa saja didepanya,walaupun ada banyak pertanyaaan dibenaknya yg harus dijawab ibunya nanti.


"Maaf mas mungkin ibu lagi capai,"ucap Halisya kemudian.


"ngak masalah kok sayang,mas ngerti,"jawab Khabir tersenyum.Kita keluar yuk sayang,"ajak khabir kemudian.


"Kemana mas?

__ADS_1


"Kemana saja yg penting Halisya bahagia.


"Sebentar Halisya izin dulu ya mas,"jawab Halisya lagi.


Halisya kembali menemui ibunya untuk berpamitan kepada ibunya.


Sesaat kemudian Halisya sudah siap untuk pergi bersama Khabir kekasihnya.Didalam mobil tak ada satupun kata yg terucap dari bibir Halisya selain kata iya,tidak.


Beberapa waktu kemudian


Khabir membawa Halisya kesebuah pantai yg indah dan pemandangan yg indah.Di kota tetangga,dikota T,Khabir membawa kesana.Khabir tahu Halisya sangat suka dengan pantai.Dan Halisya pernah bilang dengan Khabir.Oleh karena itu Khabir membawa pergi agak jauh dari rumah agar Halisya benar-,benar terhibur.


Dan benar saja Halisya mulai tersenyum bahkan tertawa lepas.


"Halisya bahagia ngak sayang?",Tanya Khabir.


"ini kejutan buat Halisya mas,"jawab Halisya tersenyum memeluk Khabir.


"Ya sayang,mas tahu Halisya suka pantai makanya mas bawa Halisya kesini.


"Terimakasih ya sayang,",ucap Halisya lagi seraya me*****pipi Khabir.


"Ini belum sayang,"ucap Khabir menunjuk bibirnya


"ih keterusan ya,"ucap Hilda menyirami wajah Khabir dengan percikan air.

__ADS_1


Halisya kemudian berlari dan Khabir mengejarnya.Terjadilah kejar mengejar diantara mereka.Hingga karena kecapaian Halisya tidak dapat menghindar lagi.Khabir segera menangkap tubuhnya yg indah. Khabir memandang lekat wajah Halisya,dia kemudian mendaratkan sebuah c***** pada Halisya.Tak dapat dihindarkan lagi karena suasana sepi,Halisyapun membalas dg hal yg sama.


Semilir angin pantai tak begitu terasa karena telah berganti kehangatan.


__ADS_2