
kanaya kembali ke meja di mana tempat Rian dan sahabat Rian berada. mimik wajah kanaya
yang berbeda dari sebelum nya. kanaya tampak terdiam murung, pikiran nya di penuhi dengan semua hal yang membuat nya cemas, berawal dari pertemuan yang tidak di sengaja, dan berakhir dengan sebuah ancaman.
dimas yang melihat kanaya diam saja, membuka suara
"Hy manis, kok diam aja? ngobrol lah sama kita-kita! biar lebih akrab gitu.. ia gak All?" ucap dimas yang di angguki oleh kedua temannya. berbeda dengan dion yang tengah asik bermain ponsel.
"Ia nay, ngobrol aja. gak usah malu! owh ya, mau minum apa? lupa belum di kasih minum. " tanya Rian
" dasar lho. dari tadi kemana aja. kasian tuh, jembatan nasi dia pasti kekeringan. makanya dia diam terus. " timpal Raka yang baru selesai meneguk cappucino yang sudah di pesan nya
"jembatan nasi moyang lho. itu bukan jembatan nasi P'A. " timpal dimas
"Terus apa kalo bukan? " Raka penasaran
"jembatan aer. hahaha. " jawab dimas tertawa yang mana malah dapat teloyoran dari tangan Raka. "sama aja O**".
" mau minum apa nay, biar kakak buatin. cappucino atau juice? " tanya Rian lagi sambil berdiri dari kursi nya.
sedangkan wanita yang berada di samping menatap tajam pada kanaya, hingga membuat kanaya tidak enak untuk menjawab. di tambah lagi dengan dion yang melihat selintas ke arah kanaya
" emp om, ekh kak. makasih tawaran nya. tapi gak usah. soalnya naya mau balik ke kampus." tolak kanaya halus dan berpura-pura melihat jam di tangannya
"owh yasudah. mau kakak anterin? "
"ekh gak usah. naya bisa sendiri kok." kanaya menolak dengan mengibas ngibaskan tangan nya. apalagi jessica tak henti-hentinya menatap tajam tanpa sepengetahuan Rian. membuat kanaya ingin cepat-cepat pergi dari duduk nya
" sama gue aja deh yu barengan. gue juga mau balik ke kantor nih. biar kita sekalian" ajak dimas pada kanaya, yang memang saat itu jam Istirahat kantor dimas sudah mulai habis.
"ia sana nay!. dari pada kamu harus nunggu angkot panas-panas gini. " titah Rian
kanaya yang tidak mempunyai pilihan lain, akhirnya meng ia kan. apalagi cuaca memang sedang panas-panasnya siang ini. di tambah dengan perasaan nya yang sudah tidak nyaman ingin segara buru-buru pergi. "emp ia kak. naya pamit ya. Assalamu'alaikum semua nya. " pamit kanaya dan berlalu pergi dengan sedikit tergesa-gesa
"wa'alaikumsalam." jawab mereka serempak
"wa'alaikumsayang." jawab dimas
"gue juga pamit ya bro. Assalamu'alaikum. " dimas pun berpamitan dan langsung setengah berlari menyusul kanaya
"kesambet malaikat mana tuh dia. tumben-tumbenan pamit pake ngucap Assalamu'alaikum Assalamu'alaikum segala. biasanya langsung ngeloyor aja kaya hantu lewat. " ucap raka yang entah kenapa merasa kesal kepada dimas. berbeda dengan Rian dan dion yang sudah hafal dengan sikap dimas yang suka cari sensasi di depan cewek cantik. hingga mereka tidak menghiraukan nya.
sepanjang perjalanan kanaya hanya terdiam, pikiran nya masih terbayang bayang dengan ancaman jessica. padahal jika di hitung ini baru ke tiga kali nya dia bertemu.
*bagaimana jika ancaman nya benar? dan kenapa dia pakai ngancam-ngancam aku segala. apa benar dia*
*selingkuh dari om Rian? atau jangan-jangan om Rian lah yang menjadi selingkuhan nya. akh rasanya kepala ku pusing. kenapa aku harus bertemu dengan wanita seperti itu*.
dimas melirik ke arah kanaya. niat nya yang tadi ingin bertanya untuk mendekati kanaya dia urungkan.
__ADS_1
*kenapa dari tadi dia diam saja. padahal niat gue semobil bareng agar gue lebih akrab. dan kenapa lagi ini. kenapa gue jadi tiba-tiba grogi begini. biasanya gue nyablak walau sama cewek secantik apapun. akh tidak-tidak, dia tidak hanya cantik luar. hatinya pun pasti cantik. kelihatan dari busana dan cara bahasa nya. mungkin itu yang membuat gue jadi grogi*.
tak terasa, mobil dimas pun berhenti di depan gedung tempat kanaya berkuliah.
"Sudah sampai. " ucap dimas membuyarkan lamunan kanaya
"hah, ekh ia. maaf kak, naya melamun." ucap kanaya sambil melirik luar kaca yang memang benar bahwa dia sudah sampai di depan kampus.
"Makasih ya kak tumpangan nya. Assalamu'alaikum. " kanaya tersenyum dan langsung turun dari mobil
dimas yang mendapat senyuman kanaya langsung mengusap dada nya. "Ia wa'alaikumsalam."
"Hadeuh. senyum nya seperti air di pegunungan, adem benerrr... padahal dari tadi badan gue rasanya, hareudang hareudang hareudang panas panas panas." dimas mengoceh dan bernyanyi sambil melajukan mobil nya
~~
tanpa sepengetahuan Rian, ternyata dion dan jessica pergi ke sebuah mall terbesar yang ada di kota tersebut. dengan bekal kartu card yang di berikan Rian kekasih nya, membuat jessica bebas membeli apapun yang dia mau.
"Enak ya sayang, si be\*\* itu tak tau kalo uang nya kita habiskan berdua. " dion memeluk bahu jessica sambil terus memutari perbelanjaan.
"Ia lah. percuma dong gue punya cowok sibuk kerja bagai kuda, kalo hasil nya gak di pake. mubazir kan? " jessica berucap tanpa merasa berdosa . padahal Rian bekerja pun untuk masa depan dia dan juga anak-anak nya kelak. karna Rian berniat untuk menikahi dia secepatnya..
saat tengah asik meng ghibah. jessica tiba-tiba teringat dengan gadis yang sudah membuat nya kesal belakangan ini
"tapi sayang. mulai sekarang kita harus berhati-hati. karna bisa jadi gadis sialan itu mengadukan hubungan kita pada Rian. " ucap jessica menghentikan langkah nya
"maksud mu, adik angkat nya Rian itu?"
"ya siapa lagi kalo bukan dia. "
__ADS_1
"memang kamu yakin dia akan mengadukan kita? "
"ya yakin gak yakin sih, tapi kan kalo mereka sering bertemu. tidak menutup kemungkinan jika dia nanti keceplosan terus mengadukan kita. walau aku tadi sudah mengancam nya. tapi aku tidak yakin dia akan takut dengan ancaman ku. "
"sudah lah sayang. aku yakin dia tidak akan berani mengadu. dan memang jika itu terjadi, biar itu jadi urusan ku. "
~~
di kediaman intan, acara khitbah sudah selesai. dua keluarga besar terlihat sangat bahagia. begitupun dengan ayu, dia senang melihat kakak sepupu nya sudah di lamar. berbeda dengan intan dan ridwan, pasangan baru ini hanya diam-diaman. padahal tgl pernikahan sudah di tentukan. seminggu lagi mereka akan menjadi sepasang suami-istri..
"kak, bagaimana rasanya setelah di lamar? pasti kakak bahagia banget ya?, aku juga bahagia karna sebentar lagi kakak ku yang cantik ini akan menikah. " di dalam kamar intan, ayu yang hijabers tomboy itu kini sedang nemplok kepada kakak nya.
"hemp ia kakak bahagia. " intan menjawab datar. karna sebenarnya dia pun tak menyukai ridwan. dan orang tua lah alasan mereka untuk tetap melanjutkan perjodohan ini
*seperti nya aku harus menemui gadis itu dan mengatakan yang sejujurnya tentang perasaan ku. walau sebenarnya, jawaban ia atau tidak dia akan melukai perasaan ku. mau tidak mau aku harus siap, ya aku harus siap. besok aku akan menemui nya. mengatakan semua nya dan mengembalikan kalung ini kepada nya*. batin ridwan berucap
"Umi? " panggil Ridwan menghentikan langkah umi dan dirinya. "ya ada apa? " umi menengok kebelakang dimana ridwan membuntuti nya. setelah acara selesai,mereka kini bergegas untuk pulang
ridwan mensejajarkan langkah umi nya. " kalo boleh, ridwan akan mencari penginapan disini untuk semalam. karna besok ridwan ada urusan dengan seseorang. "
umi yang mengerti dengan maksud ridwan pun membolehkan. dia sudah tau sejak lama akan perasaan putra nya. namun dia memilih diam agar anaknya tidak kecewa atas keputusan abi nya.
"boleh nak ! tapi setelah urusan mu selesai. kamu harus langsung cepat pulang! karena pasti banyak yang harus di persiapkan untuk pernikahan mu. dan umi tidak sanggup kalo tak ada yang membantu. " umi mengusap punggung Ridwan sambil tersenyum. dia pun langsung melanjutkan langkah nya karena sudah di tunggu oleh suaminya.
"terimakasih umi. " ucap Ridwan sedikit keras karna umi langsung melanjutkan langkah nya dengan cepat.
di sela langkah nya umi mengangguk mendengar ucapan terimakasih ridwan. dia mengusap air mata yang tiba-tiba menetes dengan sendirinya.
"maafkan umi wan, umi tidak bisa berbuat apa-apa dengan hal yang sudah bersangkut paut dengan abi mu. apalagi perjodohan ini, umi hanya bisa berdo'a. semoga nanti kau bahagia dengan pernikahan mu." ucap umi lirih dengan terus berjalan menuju mobil tempat suami nya menunggu.
__ADS_1
hy readers semua🤗. mohon suport karya pertama aku ya!😁 jangan lupa tinggal kan jejak setelah membaca.. Terimakasih 🙏😇