
kanaya sedang menjemur baju di halaman belakang. tanpa dia sadari ada langkah kaki yang mendekat.
" khemmm... jika sudah selesai, tolong susul saya ke kolam renang dan sekalian bawakan handuk untuk cio.! " perintah Rian yang mana sudah mengagetkan kanaya dengan kemunculan nya bersama cio secara tiba-tiba. karna kaget, kanaya langsung mengucap Istighfar dan menundukan wajah nya.
apalagi rian hanya menggunakan boxer selutut dan memperlihatkan tubuh roti sobek nya..
"ia om, nanti saya menyusul kesana. " ucap kanaya pelan dengan wajah yang masih menunduk.
terdengar suara kaki rian yang sudah melangkah jauh. kanaya menghela nafas dan mengusap dada nya pelan...
~
kini kanaya sudah duduk di bangku yang sengaja di sediakan di pinggir kolam. sambil menunggu cio selesai berenang, dia memain-mainkan handuk yang ada di tangan nya.
Ingin sekali dia melihat cio yang ketawa nya terdengar bahagia. namun niat nya itu dia urungkan, karna mengingat rian yang hanya memakai bawahan. dia tidak mau menodai mata nya dengan hal yang tidak seharusnya dia lihat.
"Nay, biar mami saja yang nungguin cio. kamu tolong bikinin mami rainbow cake ya, bisa kan? " ucap dian yang mana kini sudah mulai duduk di samping kanaya.
kanaya menoleh dan tersenyum, "ia mami, InsyaAllah bisa". jawab kanaya seraya menyerahkan handuk yang di pegang nya kepada dian dan dia langsung berlalu pergi.
~~
Di Rumah Ridwan, semua keluarga sudah terlihat rapih. ini hari dimana dia akan meng khitbah intan untuk menjadi istri nya.
namun sang calon pria tak kunjung keluar dari kamarnya. akhirnya firman kakak nya ridwan, naik ke lantai 2 dimana terdapat kamar ridwan disana.
Tok tok tok
" wan, abang masuk ya. " ucap firman dari balik pintu kamar Ridwan.
"ia bang, masuk aja..!! " jawab ridwan dari dalam kamar. di dalam ridwan terlihat sudah rapih dia sedang duduk di sisi ranjang tempat tidur nya, sambil mengamati setiap inci kalung yang sedang dia pegang. di kalung itu terdapat Inisial huruf K.
__ADS_1
"wan ayo ! semua orang sudah menunggu di bawah ". ajak firman tapi kakinya melangkah ke arah ridwan
ridwan hanya menoleh tanpa menjawab. dia kembali melihat kalung yang sedang dia amati dari tadi. firman yang merasa aneh dengan sikap adik nya pun, mendekat dan memegang bahu ridwan. " kenapa ? seperti nya kamu tidak bahagia dengan perjodohan ini? " tanya firman, namun yang di tanya hanya diam saja tidak menjawab. "apa kamu terpaksa menerima perjodohan ini? " tanya firman lagi. namun ridwan tetap diam hingga membuat kakak nya bingung dengan sikap adik semata wayangnya
apalagi selama ini, firman tidak pernah melihat adiknya diam termenung seperti ini.
"wan, bilang pada abang kalo kamu sedang ada masalah! atau jangan-jangan kamu sudah mempunyai tambatan hati hingga membuat mu gundah seperti ini? "
Ridwan menoleh, bukannya menjawab. dia malah balik bertanya perihal abangnya dahulu yang juga di jodohkan sama sepertinya
"bang, apa abang dulu di jodohkan atas dasar saling mencintai? " tanya ridwan yang mana membuat abangnya heran dengan pertanyaan adik nya.
"ya tentu, abang dulu mencintai kakak ipar mu" jawab firman berbohong. pasalnya dia juga dulu di jodohkan tanpa dasar saling mencintai
"kelihatan nya abang berbohong. dulu ridwan liat, abang seperti ridwan saat ini. penuh kegelisahan dan kecemasan"
"wan, cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya. abang dulu memang tidak mencintai kakak mu, tapi itu di awal pernikahan. lambat laun abang mulai menaruh hati padanya, pun kakak ipar mu seperti itu. apalagi setelah kehadiran Aisyah anak sulung abang. cinta itu bertambah dengan sendiri nya. "
"Ayo, kasian abi dan umi sudah menunggu lama di bawah.! " ajak firman menepuk bahu ridwan dan pergi keluar kamar. ridwan pun menyusul abangnya dari belakang.
~~
semua bahan-bahan dan adonan sudah siap di atas meja. warna warni adonan yang sudah tersusun rapi dan mulai siap untuk di tuangkan dan masuk ke tempat pemanggangan. dengan lihai tangan kanaya terus bergulat dengan benda dan adonan yang ada di depan nya,saat adonan terakhir mulai di tuangkan. Rian datang dengan bibir tersenyum cerah.
"sedang membuat apa?" tanya rian. membuat kanaya menghentikan sejenak aktivitas nya.
"ini lagi mau bikin rainbow cake om". jawab kanaya tersenyum
" wah sepertinya bakal enak nih. " goda rian yang mana membuat pipi kanaya malah merah merona
kanaya hanya tersenyum malu. dia terus menuangkan adonan satu persatu hingga adonan terakhir berwarna merah. namun sebelum adonan itu di tuangkan, tangan kanaya terburu terjegat oleh rian.
__ADS_1
"tunggu !. sepertinya ini keliatan paling enak dan aroma nya sungguh sangat harum. " rian berucap sambil mencium aroma adonan tersebut. namun hidung mancung nya malah mencolek adonan yang sedang di hirup nya.
setelah adonan di taruh, rian merasa hidung nya terasa gatal. "Haaaacwiihhhhh.... Rian bersin hingga membuat tepung yang ada di depannya berterbangan. tepung itu mengenai wajah tampan nya sehingga wajah rian tampak seperti badut. dengan wajah putih penuh dengan tepung dan hidung merah dengan adonan merah.
kanaya yang menoleh reflek langsung tertawa cekikikan..
" kenapa? " tanya rian yang belum menyadari keadaan wajahnya.
kanaya hanya menjawab dengan menggelengkan kepala dengan bibir yang terus tertawa..
Rian yang merasa aneh dengan tingkah kanaya yang terus menertawakannya. langsung pergi ke arah kaca yang ada di dekat wastapel. dia melihat pantulan wajahnya di cermin. dan benar saja, wajahnya bak seperti badut yang sering pentas di acara festival.
bukannya membersihkan wajahnya dengar air yang sudah ada di dekat nya. Rian malah sengaja membiarkan nya dan berjalan lagi menghampiri kanaya.
kanaya heran, kenapa Rian masih belum membersihkan wajahnya padahal dia sudah berlalu ke arah wastapel. Rian tersenyum penuh kecurigaan. namun kanaya tidak menyadari maksud senyuman Rian..
saat kanaya akan menuangkan adonan terakhir yang berwarna merah. Tiba-tiba Rian mencolek adonan itu dan menempelkan ke hidung kanaya.
kanaya terkejut. belum saja dia protes akan keusilan Rian, Rian malah langsung meniupkan tepung ke wajah kanaya. kanaya terbatuk, berbeda dengan Rian yang malah tertawa terbahak-bahak melihat wajah manis kanaya yang kini sama seperti nya bak seorang badut..
"Hahaha... sekarang kita sama kan. dan sesama badut di larang menertawai.. hahaha" ucap rian dengan terus tertawa terbahak bahak
"Om Riaaaannnnnn... " kanaya yang sedikit kesal langsung melemparkan tepung ke arah Rian. dan hasilnya ke dua Insan itu saling melemparkan tepung satu sama lain hingga membuat dapur itu sperti kapal pecah dengan tepung yang berhamburan disana sini...
"Ternyata kamu manis juga ya kalo tertawa lepas seperti ini. " ucap Rian tiba-tiba yang membuat pipi kanaya langsung merah merona. dan untungnya itu tidak kelihatan karna tertutup putih tepung yang ada di pipi nya. kanaya menduduk dan keadaan langsung hening seketika.
tidak selang berapa lama, Tiba-tiba.
"Astagaaaa... siapa ini yang melakukannya? " Suara yang tiba-tiba datang dan membuat kedua insan tersebut terkejut seketika.
Bersambung🌻🌻
__ADS_1