
Dihari kedua Halisya kembali membuka konternya kali ini agak sedikit pagi dari kemarin.Voni dan Mei juga sudah datang kesana.
Sementara itu bu Sukma juga membuka
kedainya.
"Semoga hari ini lebih baik dari kemarin ya Halisya,"Doa bu Sukmawati.
"Ya bu Aamiin,"Jawab Halisya.
Baru saja bu Sukma bilang,sudah ada satu yg datang membeli kopi dikedai bu Sukmawati.
Sementara dikonter ada yg membeli casing,pulsa dan Hp.Si pembeli hp masih mencari hp yg cocok untuknya.
"Maaf kalau boleh tahu mau hp yg seperti apa dan merek apa pak',tanya Voni ramah
"Saya mau hp Android yg mahal tapi bisa dikredit pembayaranya.
Ketiganya kemudian berpikir,mungkin berpikir dg kalimat yang sama"kalau mampu beli yg mahal kenapa tanya kredit?🤔
__ADS_1
"Maaf pak disini kami menjual hp Android semua,dan maaf kami hanya melayani cash aja",Jawab Mei kemudian.
"Jangan panggil bapak,aku bukan bapakmu
"iya baik mas,jadi pilihan mas yg mana,yg mau dibeli,"tanya Mei masih sopan.
"jangan panggil mas,namaku Khabir Ahmad srinendra,"jawabnya memperkenalkan diri.
Sementara voni melayani pembeli yg membeli pulsa dan headphone serta changger.
Halisysa yg mendengar itu merasa pembeli itu aneh.Apa tujuannya juga Halisya tidak mengerti.Halisya sudah berpikir untuk mengusirnya jika dia berbuat yg macam macam.
Tapi anehnya dia memanggil salah satu diantara mereka.Ternyata dia meminta penjualnya sendiri yaitu Halisya yg melayaninya.
"Apa ada yg saya bisa bantu mas?",Tanya Halisya ramah.
"Nah ,begitu kalau panggil mas itu yg enak didengar.
Mei merasa disinggung dengan katanya barusan,karena dia yg memanggilnya dg sebutan tersebut.
__ADS_1
"Apa maksudnya coba,bukankah tadi aku mengatakan hal yg sama,aneh memang pembeli yg satu ini"bathin Mei.
Ingin rasanya Mei marah namun ditahan Halisya agar tidak marah,karena bagaimanapun juga dia adalah pembeli yg dihormati.Seperti kata pepatah pembeli raja
walaupun kadang memang pembeli ada yg aneh seperti pria tersebut.
Alhamdulillah konter Halisya dan kedai bu Sukma sama-sama ramai.Halisya dan ibunya sangat bersyukur dg rezeki yg mereka dapat.
Hari itu Voni dan Mei pulang lebih cepat.Karena hari itu juga Halisya berencana untuk pergi ke s untuk menyetok barang untuk mengisi etalasenya yg sudah hampir kosong.
Setelah mengantar ibunya pulang,Halisyapun mandi,berganti baju ,pamitdan bergegas ke terminal untuk selanjutnya membeli tiket ke tujuan kota s.Karena disana bisa mendapatkan barang yg jauh murah dan kualitasnya tetap bagus.
3 jam kemudian
Halisya sudah smpai disebuah rumah yg bercat Hijau dan berpagar hitam dan bernomer 16 .Rumah itu nampak sepi dan tertutup.Tapi Halisya mencoba tetap untuk bertemu dg pemilik rumah tersebut.Disamping pagar ada bel diapun memencetnya.
"Assalamualaikum,"ucap bel otomatis itu(maaf pembaca kalau author ndeso,soalnya ndeso beneran🤣ðŸ¤)
Secara otomatis ucapan salam tersebut langsung terdengar menuju kesegala penjuru rumah tersebut.Dan benar saja seorang ibu muda yg berumur 40 tahun gemuk membukakan pintu pagar.Dia seperti terkejut melihat kedatangan Halisya disana.Walaupun tetap mempersilahkan Halisya masuk kesana.Dia memanggil 3 anaknya yg merupakan keponakan dari dia
__ADS_1