Ketika Hati Harus Memilih

Ketika Hati Harus Memilih
Eps 6 Majikan baik


__ADS_3

Hari semakin siang, Matahari sebentar lagi berada di puncak nya. kini Kanaya sudah berada di tengah keluarga baru, tentu nya harus bisa beradaptasi dan memahami karakter-karakter orang baru, berusaha membuat nyaman satu sama lain dalam lingkungan rumah terlebih dahulu.


"Silahkan Neng, ini kamar nya. " ucap bi Marni setelah tadi di suruh dian mengantar Naya ke kamar nya. Dian mengerti, Kanaya pasti lelah dan membutuhkan istirahat, hingga dian memilih dia yang akan menina bobo kan cio siang ini.


"MasyaAllah, kamar nya besar sekali bi? " ucap naya takjub dengan ukuran kamar yang akan di tempati nya. kamar yang begitu luas tiga kali lipat dari kamar yang ada di rumah nya. di sana sudah tersedia kamar mandi, dan ada balkon jika sewaktu waktu ingin berjemur atau menikmati keindahan malam hari"Ini beneran kamar buat aku bi? " tanya nya lagi dengan masih tidak percaya


"Ia neng, ini kamar untuk eneng. "


"Apa babysitter yang sebelum nya juga pakai kamar ini bi? "


" tidak neng. "


"tidak? kenapa bisa? ekh maksudnya kenapa aku di kasih kamar ini? " ucap Kanaya heran dengan apa yang sudah di berikan majikan nya.


"bibi juga gak tau neng, mungkin karna eneng ponakan nya nona fida. " jawab bibi ngasal


Kanaya terdiam mencerna perkataan bi Marni.


"apa benar yang di bilang bi Marni? walaupun mereka tau nya aku ponakan tante fida, tapi kan aku disini hanya seorang babysitter" ucap batin naya


"emp ya sudah bi, terimakasih ya? " ucap naya tersenyum kaku pada bi Marni.


"Ia sama-sama. Istirahat saja dulu !. bibi mau ke dapur mau masak buat makan siang." ujar bi Marni yang sudah memegang gagang pintu,


"ia bi". Jawa Kanaya menganggukan kepala nya


bi Marni pun pergi, berjalan ke arah dapur untuk meneruskan pekerjaan nya


setelah mengabari ibu nya di kp, kini Kanaya memutuskan untuk istirahat sejenak. badan yang lelah hingga membuat mata nya langsung terlelap seketika.


~~


Rian melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, sambil bernyanyi mengikuti alur musik kesukaan nya..


Tak terasa, tiba lah dia di sebuah cafe milik nya. di sana sudah ada beberapa karyawan yang sedang membersihkan dan menyiapkan tempat sebelum cafe di buka.


"Siang Pak? " sapa salah satu karyawan saat Rian hendak melewati nya


"Siang". jawab Rian santai

__ADS_1


" gila, pak bos makin hari makin ganteng ya? " bisik salah satu karyawan wanita yang tengah mengelap meja


"ia, udah ganteng, baik, tajir pula. idaman gue banget" tambah teman nya yang sedang melakukan aktivitas yang sama


"itu mah bukan idaman lo aja, tapi idaman semua wanita. " timpal teman salah satu nya


"ia, tapi sayang. pacar nya angkuh, kebalikan sama sifat pak Rian" ucap mereka menyayangkan


Rian yang mendengar bahwa dirinya jadi bahan obrolan, kini hendak mendatangi karyawan yang tadi menggosip kan nya, namun langkah nya terhenti saat menoleh ada seorang wanita yang datang menghampiri nya.


" Sayaaang. " seorang wanita berpakaian seksi datang dan langsung memeluk Rian dari belakang"cup" dia mencium bibir Rian singkat setelah membalikkan tubuh nya. "Hentikan jes, di sini banyak karyawan ku. " ucap Rian pelan karna merasa jadi tontonan para karyawan nya.


"kok kamu gitu sih, gak kangen ya sama aku? " ucap jessica yang langsung mengerucutkan bibir nya


"aku kangen, tapi jangan disini. " bisik Rian, yang membuat jessica tersenyum kembali


"sayang, nanti malam jalan yu.! " ajak jessica manja kepada Rian yang kini tengah sibuk menyiapkan cappuccino untuk nya


" maaf ya sayang gak bisa. ini malam minggu, pasti ramai pelanggan,"


"kan ada karyawan mu.? "


Rian memang sangat royal, karna hari-hari nya selalu di sibukan dengan pekerjaan, dia beranggapan bahwa dengan uang, kekasih nya akan setia pada nya. ternyata dia hanya di jadikan Atm berjalan.


"Ya udah deh, aku pergi ya. daahhh sayang. " pamit jessica dengan perasaan senang


"ini kesempatan ku buat jalan sama dion" ucap jesika dengan senyum penuh kelicikan dan berlalu meninggalkan cafe..


~~


Kanaya sudah terbangun dari tidur nya. setelah shalat dzuhur dan makan siang. kini dia tengah merapihkan baju yang di bawa nya. baju yang hanya beberapa potong, tidak sebanding dengan lemari yang di sediakan majikan nya.


"Mbak Nayaaaa " panggil seorang anak kecil dari balik pintu kamar nya. "ia sebentar" Kanaya membukakan pintu, di lihat ternyata Rio yang sedang menunggu


"kata mami naik ke atas.! " ucap nya


"ia" mereka pun berjalan beriringan ke lantai atas, Kanaya masih di buat terkagum-kagum dengan rumah majikan nya, di lantai atas terdapat banyak guci-guci besar, foto dan lukisan-lukisan yang begitu indah di pandang.


"ini rumah, apa istana putri yang ada di dongeng" batin Naya

__ADS_1


Kanaya berhenti di depan pintu kamar, mengetuk lalu masuk karna sudah di ijinkan oleh penghuni nya.


"Nay kamu tungguin cio dulu ya.! saya mau shalat, mandiin nya nanti agak sorean! karna papi nanti pulang lebih awal dari biasa nya, jadi kita semua makan malam di luar . " ucap dian panjang lebar


"Ia mami. " jawab Kanaya paham


~~


kini selesai shalat maghrib Kanaya bersiap siap untuk pergi, sesuai kata majikan nya bahwa mereka akan makan malam di luar.


"Bibi ayo, kenapa bibi dan yang lain belum siap-siap.? " tanya Kanaya heran pada bi Marni dan pelayan lain yang tengah asik menonton film dengan masih memakai pakaian rumahan


"kami tidak ikut neng, kalo nanti nona nanya. bilang saja kami ingin di bawakan sop dan sate kambing" ucap bi Marni yang langsung di angguki oleh semua pelayan. "Owh ia bi. " jawab naya dengan wajah heran


"apa semua pelayan di sini sedekat itu dengan majikan nya? lantas, kenapa babysitter sebelum nya pada gak betah? " batin naya yang di dorong dengan rasa penasaran.


Tibalah mereka di sebuah mall, lestoran jepang pilihan kedua majikan nya. Kanaya kini tengah menggendong cio di lahunan , entah kenapa anak itu dengan mudah nya dekat kepada nya. padahal mendengar cerita dari pelayan-pelayan yang bekerja bersama nya bilang bahwa cio susah dekat dengan orang asing. "apa ini ya alasan kenapa mereka tidak betah, padahal kan mami sama papi baik". batin naya yang tengah menebak-nebak pikiran nya sendiri


Obrolan pun terjadi saat mereka makan, bertanya tanya seputar kehidupan naya selama di kp. hingga membuat naya tak canggung lagi dengan ke dua majikan nya.


"Owh berarti kamu bisa buat kue dong nay? " tanya dian yang akan memasukan sushi ke mulutnya.


"sedikit-sedikit mami".


" kapan-kapan kalo lagi senggang, buatin mami kue brownies ya.! " perintah dian yang sedang mengunyah makanan


"ia mami. " jawab naya tersenyum.


"Kanaya pamit ke toilet sebentar ya mami? "


ucap Kanaya dan langsung meletakan cio di kursi bayi. dan dia pun langsung bergegas pergi..


**Assalamu'alaikum kakak-kakak semua🤗


maaf ya jika masih ada kosa kata yang masih blibet atau gak nyambung atau mungkin sulit di pahami. karna ini pertama banget nyorat nyoret kaya ginian😁..


silahkan komentar sesuka hati kakak-kakak semua, semoga komentar nya bisa menjadi pacuan buat karya saya kedepan nya.. 😇


Terimakasih

__ADS_1


Wassalam**


__ADS_2