Ketika Hati Harus Memilih

Ketika Hati Harus Memilih
Eps 10 Sebuah paperbag


__ADS_3

"Nay kamu gak papa? " Tanya ayu pada Kanaya yang terlihat diam saja dengan terus meremas baju nya kuat. kini mereka sudah berada di toilet untuk membersihkan baju kanaya dari tumpahan juice yang mulai terasa lengket.


Kanaya terus menatap dirinya di cermin sambil mengingat kembali kejadian barusan.


sayang? kenapa wanita itu memanggil sayang sama om rian? lantas, siapa pria yang waktu itu bersama nya? jangan jangan?. akh mungkin hanya perasaan ku saja". batin nya penasaran


"Nay, Naya? " panggil ayu lagi dengan mengibas ngibaskan tangan nya kehadapan kanaya. kanaya yang sedang melamun pun terperanjak "Ekh ia yu, ada apa? " tanya nya bingung.


"kamu gak papa? "


"enggak, aku baik-baik saja" jawabannya dengan menggeleng kan kepala sambil tersenyum yang di paksakan. " Mmm yu, aku minta maaf ya.? " ujar kanaya pada ayu yang baru selesai merapihkan jilbab yang di pakai nya.


"Minta maaf soal apa? "


"maaf soal kejadian barusan. gara-gara aku, kamu jadi berantem . " ucap naya menunduk sedih


"gak papa nay. lagian aku kesel banget, aku liat dia sengaja ngehadang kaki mas pelayan sampe juice nya tumpah nyiram kamu. apalagi omongan nya tajam banget, pengen nyumpel aku" ucap ayu geram dengan raut wajah kesal


"Terima kasih banget yu, kamu selalu belain aku. tapi lain kali mending gak usah di ladenin, dari pada kita jadi tontonan banyak orang " ucap kanaya yang memang merasa malu karna seperti mengundang simpati orang lain..


Ayu terdiam dan menghela nafas nya dalam. "Ia nay, aku minta maaf. aku gak bisa mengendalikan emosi aku. " ayu menunduk merasa menyesal dengan apa yang sudah di perbuat nya...


kanaya yang menyadari tingkah ayu pun, langsung mengalihkan pembicaraan.


"Owh ia yu, kenapa kamu beliin kak intan hadiah jilbab? dia kan gak memakai jilbab.? " tanya kanaya penasaran. mengetahui walaupun pakaian nya selalu tertutup tapi intan tidak mengenakan jilbab


"Ia, kak intan memang belum mengenakan jilbab. tapi aku yakin nanti pasti berhijab apalagi calon suami nya seorang ustadz. masih muda ganteng lagi. " jawab ayu tersenyum senang sambil membayangkan wajah calon suami kakaknya.


kanaya melihat jam di tangannya, menunjukan waktu sudah pukul 20:30. "yu udah malem, ayo pulang. " ucap kanaya langsung memegang tangan ayu dan menarik nya.


"Ini masih siang nay. "


"takut cio belum tidur, nanti nyariin. " ucap kanaya cemas


Ayu yang mengerti dengan ucapan kanaya, akhirnya memutuskan untuk pulang.


saat ke dua nya melangkah melewati pintu keluar toilet. Tiba-tiba ada seseorang berdehem dengan menyandarkan setengah diri di tembok sambil melipat kedua tangan nya yang mana satu nya memegang paperbag berukuran sedang..

__ADS_1


"Nih, ganti baju mu sebelum pulang. " ucap rian sambil menyodorkan paperbag yang di pegangnya.


kanaya menatap paperbag yang di sodorkan rian tanpa mengambil nya. karna tidak mengerti dengan apa yang sudah di ucapkan rian barusan..


"Ini ambil! ganti baju mu.! " pinta rian lagi dengan menyerahkan paperbag itu langsung ke tangan kanaya


"Mmm ia om, Terimakasih. " ucap kanaya lembut tanpa banyak tanya. yang hanya di jawab anggukan kepala oleh rian dan langsung berlalu pergi.


~~


Rian berjalan menghampiri meja dimana sahabat dan kekasihnya berada di sana sedang menunggu nya.


"lama amat sih bro ke toilet nya ? kita nunggu, ampe jamuran nih" sungut dimas pada rian yang kini sedang menarik kursi untuk dia duduki..


setelah berhasil melerai perkelahian kekasihnya tadi. rian langsung beralasan pergi ke toilet supaya tidak membuat kekasihnya cemburu jika harus berkata jujur. padahal dia mencari cari setelan baju dan jilbab yang pas dan seperti yang selalu kanaya kenakan.


"Yaaang... " rengek jessica manja dengan memeluk tangan kekar kekasihnya


"lain kali jangan di ulangi lagi ya.!" pinta rian halus sambil mengelus kepala jessica. tanpa menghiraukan dua pasang mata yang sedari tadi melihatnya


walaupun rian sudah bosan dengan tingkah kekasihnya yang selalu mencari ulah, tapi dia tetap sabar. apalagi usia nya yang tertaut 6 tahun jauh lebih muda darinya. hingga membuat dia harus mengalah dan bertindak dewasa dengan sifat kekanak-kanakan kekasihnya.


rian yang sadar dengan kediaman jessica pun bertanya. "udah makan.? " jessica hanya menjawab dengan menggelengkan kepala. "jadi dari tadi belum pesan makanan? " tanya rian lagi


"ya enggak lah. tadi mau pesan juga keburu liat dua cecunguk itu. " jawab jessica ketus dengan mengerucut kan bibirnya.


rian yang mengerti dengan kekesalan kekasihnya, langsung menghibur agar kekasihnya ceria kembali.


" ya sudah, mau pesan makan apa sekarang? " tanya rian halus


"udah gak nafsu".


" mu nonton? " tanya rian lagi. jessica menjawab dengan gelengan kepala


"Apa mau shopping? "


belum saja jessica menjawab. Tiba-tiba datang seorang pelayan membawakan pesanan dimas dan Elsa.

__ADS_1


"Mending kita makan Sa. dari pada jadi obat nyamuk disini. " ucap dimas pada Elsa, dan mulai menyantap makanan. Elsa pun menyetujui dan mulai menyantap makanan yang ada di depan nya.


mereka berdua sudah terbiasa melihat sepasang kekasih itu yang kadang-kadang tidak mengenal tempat dan waktu.


~~


kanaya sudah sampai di depan rumah majikannya. setelah melambaikan tangan pada ayu. dia membuka gerbang yang kebetulan belum di kunci.


"baru pulang neng? " tanya pak mamat, satpam yang berjaga di rumah dian.


"ia pak. maaf ya sudah mengganggu jam kerja nya. " ucap kanaya yang sedikit terlihat lesu


"gak papa neng. cepat masuk, ini sudah malam.! " tutur pak mamat kepada naya setelah melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.


kanaya tersadar, setelah tadi mengganti baju dia berbincang-bincang dahulu bersama ayu.


"ia pak. " jawab kanaya sambil berlalu meninggalkan pak mamat. untungnya dia di beri kunci duplikat pintu depan hingga tak membuat nya harus mengganggu penghuni rumah jika pulang kemalaman.


ceklek


kanaya membuka pintu. di lihat sebagian lampu sudah di matikan. pertanda bahwa sebagian penghuni rumah sudah mulai terlelap.


kanaya terus berjalan menuju kamarnya. saat dia akan membuka pintu. Tiba-tiba suara yang tak asing mengagetkannya. "baru pulang neng? " tanya bi marni yang sudah berdiri di belakang kanaya


kanaya membalikan tubuhnya


"ia bi. habis pergi nganter ayu beli hadiah dulu sebelum pulang. " jawab kanaya memperjelas


"ada apa bi? apa terjadi sesuatu? " tanya kanaya cemas. apalagi mengingat akhir2 ini. cio selalu merengek ingin di temani tidur oleh nya.


"tidak neng, bibi hanya khawatir. tidak biasa nya eneng pulang malam selarut ini. " ucap bi marni yang sudah menganggap kanaya seperti anaknya sendiri


kanaya terharu dengan perhatian bi marni. seperti mempunyai 2 orang ibu. hingga membuat kanaya merindukan keberadaan ibu nya di kampung.


"tunggu ya bu, sebentar lagi aku pulang". ucap batin kanaya sambil tersenyum


" ya sudah neng, selamat beristirahat.! " ucap bi marni tersenyum dan berlalu meninggalkan kanaya

__ADS_1


"ia bi, selamat beristirahat kembali. " jawab kanaya tersenyum kepada bi marni


hari sudah semakin larut. setelah selesai membersihkan badan dan shalat isya. kanaya pun merebahkan dirinya di ranjang dan mulai terlelap tidur.


__ADS_2