Ketika Hati Harus Memilih

Ketika Hati Harus Memilih
Eps 8 Membeli hadiah


__ADS_3

waktu berputar begitu cepat, hari dan minggu berganti sesuai aturan nya. lambat laun kanaya sudah terbiasa dengan rutinitas sehari-hari. mengatur waktu kuliah dan mengurus cio sebagai bentuk tanggung jawab nya.


walaupun Dian dan suami nya baik. kanaya tidak memanfaatkan ke baikan mereka. dia bekerja seperti hal nya seorang babysitter pada umumnya. menyuapi makan, memandikan bahkan terkadang membaca kan dongeng sebelum cio tertidur. cio Baby boy yang tidak rewel. walaupun usia nya baru 2 tahun, dia amat mengerti dengan kondisi naya yang tidak selalu ada untuk nya.


Ospek sudah terlewati, sekarang dan seterusnya kuliah seperti biasanya. hari ini kanaya masuk kuliah siang. maka dari itu, dia masih sempat menyuapi cio makan siang.


"Adek Aaaaah... " ucap kanaya pada cio sebari menyuapkan suapan terakhir ke mulut mungil bayi tersebut. cio makan begitu lahap dengan mata fokus menonton kartun kesukaan nya.


"Adek hari ini bobo sama mami lagi ya! embak mau kuliah dulu". ucap kanaya lembut pada bayi lucu itu, di balas anggukan kepala serta senyuman yang memperlihatkan gigi kecil-kecil yang sangat rapih. membuat kanaya gemas untuk selalu mencubit pelan kedua pipi gembul nya..


Ting Tong


Ting Tong


Ting Tong


Ting Tong


suara bel rumah terus berbunyi. seperti tidak ada yang membuka kan pintu, akhirnya kanaya turun untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


" Adek sebentar ya, embak mau buka pintu dulu".


"Ikuuuttt". pinta cio sambil merentang kan kedua tangannya minta untuk di gendong. kanaya pun dengan senang hati menggendong nya, dan menuruni anak tangga lantai dua tersebut..


Ting Tong,


" Ia sebentar ". ucap kanaya dari balik pintu sebelum di buka..


kanaya membuka pintu, terlihat seorang pria berbadan tegap sudah berdiri di hadapan nya..


" Om iyaaannnnn. " cio teriak senang dan langsung berhambur ke pelukan rian.. "cup" rian mencium pipi bayi itu setelah beralih ke tangan nya. "mami ada? " tanya rian kepada cio, di balas anggukan kepala dan tangan menunjuk lantai 2 rumah nya. Rian hanya tersenyum pada kanaya dan langsung berjalan menuju tangga lantai 2.


sesampainya di atas. di lihat dian sedang asik menonton film Bollywood kesukaan nya.


"Kak? " ucap rian setelah sampai di kamar dan menurunkan cio. mata dian tetap fokus pada film kesukaan nya tanpa menoleh ke arah suara.


"kak? " panggil rian lagi

__ADS_1


"Apa?, tumben loe kesini? " dian menoleh dan membenarkan posisi duduk nya..


"ceh, mentang-mentang udah ada yang baru. biasa nya apa-apa minta tolong gue. Habis manis sepah di buang" decak rian kesal dengan pertanyaan kakak nya yang seolah olah menganggap dirinya permen karet


"halah gitu aja sensi. tumben kesini, ada apa? "


"gak, gue cuman kangen aja sama Rio dan cio. mana Rio? " tanya Rian celingak celinguk mencari keberadaan ponakannya


"tuh." tunjuk dian ke kamar sebelah tempat dimana anaknya tidur dan belajar


"tumben gak ke cafe? " tanya dian dengan mata yang sudah fokus kembali ke layar yang ada di depan nya


"nanti agak sorean "


"kapan loe beralih ke perusahaan? gak kasian loe sama laki gue yang harus ngurus 2 perusahaan secara bersamaan? Lama-lama bisa botak nanti pala laki gue. " sungut dian kesal dengan adiknya yang terlalu mementingkan cafe ketimbang perusahaan milik Alm ayah nya.


"Asal jangan buncit perut nya aja kak, biar gak di sangka orang hamil 9 bulan. hahaha" Rian ketawa dengan ucapan nya hingga membuat dian mengerucutkan bibir nya. " ya nanti deh kak, setelah dapet ilham, hee" ucap nya lagi dengan begitu polos, supaya terhindar dari amukan kakak nya yang sudah terlihat akan marah.


~~


Kanaya sudah tiba di gedung Universitas*** tempat kuliahnya. dengan berjalan sedikit tergopoh-gopoh mengingat dosen pembimbingnya 5 menit lagi datang.


"Kanaya..? " panggil ayu yang juga berkuliah di Universitas yang sama namun dengan jurusan yang berbeda.


kanaya menoleh, dan berhenti sebentar . "ya ada apa Yu? ". jawab kanaya setelah membalikkan tubuh nya


" kenapa buru-buru? "


"aku udah telat nih. ada apa? "


"Nanti kalo pulang agak sorean, anter aku belanja beli hadiah ya! " pinta ayu pada kanaya


"Ia InsyaAllah, nanti aku kabarin kalo bisa".


" ok. nanti aku tunggu di parkiran " ucap ayu dengan mengacungkan jempol kanan nya..


kanaya sudah selesai dengan mata pelajaran nya. kini dia bergegas ke parkiran sesuai dengan janji yang sudah di ucapkan. di lihat arloji nya sudah menunjukan pukul 18 kurang dan berarti sedikit lagi memasuki waktu maghrib.

__ADS_1


"Nay udah nunggu lama ya?. maaf tadi aku ke belet ke kamar mandi dulu soalnya. " ucap ayu pada kanaya yang kini sudah berada di depan sepeda motor nya


"belom kok, aku juga baru sampai".


" ya udah ayo kita pergi sekarang. " ajak ayu yang mulai memakai helm dan di ikuti oleh kanaya. karna ayu selalu membawa helm 2 jadi gak bingung jika sewaktu-waktu dia mengajak seseorang untuk naik ke motornya.


"Yu berhenti dulu di masjid ya, aku mau maghriban dulu. "


"ia." mereka pun berhenti dan melakukan shalat maghrib berjama'ah..


~


Kini kanaya dan Ayu sudah berada di Mall tempat Kanaya pertama kali menginjakkan kaki di tempat perbelanjaan yang besar dan luas.


"Nay. hadiah yang bagus buat kak intan apa ya? " tanya ayu meminta pendapat pada sahabat nya.


"Tas bagus. " jawab kanaya


"kemahalan".


" baju? "


"takut uang nya gak cukup. hee. " jawab ayu cengengesan


berpikir sambi terus berjalan menyusuri setiap toko. ayu pun berhenti di sebuah toko yang memperlihatkan gaun-gaun yang bagus serta beberapa hijab yang menurutnya cocok untuk kakaknya. Ayu membeli beberapa hijab. setelah selelsai, Ayu merasa cacing yang ada di perutnya sudah mulai berdemo.


"Nay aku haus, laper lagi. kita cari makan dulu yuk " ajak ayu pada kanaya yang sudah tidak kuat menahan lapar.


kanaya juga merasakan yang sama. perutnya sudah mulai keroncongan. akhirnya mereka pun pergi mencari penjual makanan.


setelah sampai, mereka memilih menu bakso malang kesukaan nya. sambil menunggu pesanan datang. kanaya dan ayu melakukan kegiatan masing-masing. ayu sibuk dengan benda pipih nya. dan kanaya membaca novel kesukaan nya.


pesanan sebentar lagi datang. namun tiba-tiba terdengar suara yang amat kanaya kenal. kanaya menoleh dan langsung berdiri dari duduk nya.. "Dia...


Assalamu'alaikum


**para reader yang budiman. maaf jika penulisan kosa kata nya masih berantakan. 🙏 silahkan tinggalkan komentar terserah kalian. semoga komentar kalian semua bisa menjadi pemicu dalam karya saya..

__ADS_1


cukup sekian dan Terima kasih..


Wassalam**


__ADS_2