
Malam hari di ruang keluarga, Ridwan sedang bersantai bersama ke-dua orang tuanya.
"Wan? " tanya abi dengan wajah serius
Ridwan yang sedang membuka lembaran-lembaran kitab yang dia baca, menoleh. "ia abi".
" Usia mu sebentar lagi 26 tahun? " tanya abi kepada ridwan yang kini mata nya sudah fokus kembali membaca
"ia abi. " ridwan menganggukan wajahnya
"sudah waktunya kamu berumah tangga. "
Ridwan terdiam sejenak, mencerna ucapan abi nya
"Maksud abi, ridwan harus segera menikah? " tanya ridwan serius yang di balas anggukan kepala oleh abi nya
"Abi sudah mempersiapkan calon nya."
Deg. jantung ridwan serasa berhenti berdetak. kitab yang di pegang pun langsung jatuh seketika.
ucapan abi nya membuat ridwan langsung diam menunduk di barengi lidah yang tiba-tiba keluh tak bisa berkata kata. "Dia anak baik, abi dan umi sudah memilihnya sebelum kamu pulang ke tanah air. dan kamu pun pasti sudah mengenali nya". lanjut abi dengan wajah tersenyum kepada umi yang ada di samping ridwan
" Ia wan, abi dan umi memilih nya karna umi tau bahwa dia anak yang baik. dan umi yakin, kamu pun bisa menjadi suami yang baik untuk nya. " timpal umi sambil mengusap usap punggung ridwan.
"Tapi umi? " potong ridwan dengan pandangan yang melihat sorot mata umi dan beralih pada abi nya.
"Abi sudah tua wan, abi ingin segera menimang cucu dari mu. dan abi sudah memutuskan, dalam waktu dekat ini, kita akan berkunjung ke rumahnya untuk meng khitbah intan " timpal abi yang benar-benar membuat ridwan membeku di tempat duduk nya.
"bagaimana aku bisa menikah dengan wanita lain, sedangkan hatiku sudah tertaut pada gadis itu" batin ridwan pilu
"Ridwan permisi ke kamar dulu abi, umi. Selamat malam. " ridwan tak meneruskan percakapan soal perjodohan nya. dia langsung berlalu ke kamar.
perjodohan yang sama sekali tidak ada dalam pikiran nya. apalagi hatinya sudah tertaut pada Kanaya. gadis yang awal mula nya di tolong. namun lama kelamaan menumbuhkan benih cinta di hati nya..
umi dan abi nya pun mengerti akan hal itu. mereka memberi ridwan waktu untuk bisa menerima keputusan nya.
~~
"Yan, ayo cepat.! jessica dan Elsa sudah menunggu di sana. " Ajak dimas kepada rian yang sedang mengaduk cappuccino untuk pelanggan nya..
__ADS_1
"Ia sebentar, ini udah selesai. " jawab rian sambil membuka apron yang melekat di tubuh nya
"tolong antarkan ini ke meja 14 ya ! " pinta rian kepada karyawan pria yang melintas di di hadapan nya.
"Ayo." ajak rian kepada dimas dan langsung menancapkan mobil nya berlalu menuju arah Mall yang mereka tuju
~~
Kanaya yang sempat berdiri langsung duduk kembali, dan buru-buru menghalangi wajahnya dengan buku novel yang dia baca. Ayu yang mendengar ucapan Kanaya, langsung melirik dan bertanya. "Dia siapa nay? " tanya ayu pada Kanaya yang tiba-tiba bertingkah aneh seperti orang ketakutan. "Mmm bukan siapa-siapa".kilah Kanaya berbohong menutupi rasa ketakutan nya.
" Apa dia kemari mau minta ganti rugi soal kejadian tempo itu? aduh mana aku lagi gak ada uang lagi ". gumam Kanaya ketakutan dengan terus menutupi wajah nya..
jessica melintas, duduk di kursi yang bersebelahan dengan Kanaya. dia tidak menyadari keberadaan Kanaya di samping nya. namun setelah mendengar bisik-bisik aneh di meja sebelah. jessica menoleh dan langsung menyeringai..
Pelayan datang membawakan minuman yang Ayu dan kanaya pesan. namun tiba-tiba..
Byuuurrrr
dua gelas orange juice tumpah membasahi hijab dan baju kanaya. sontak kanaya kaget " Astaghfirullah. "
"Maaf embak maaf, saya tidak sengaja. " ucap pelayan pria dengan wajah penuh ketakutan.
Ayu yang melihat ulah jahil jessica langsung berdiri.
"Mas gak salah. dia yang salah. " ayu meninggikan suaranya dan menunjuk keberadaan jessica.
kanaya yang mendengar pun langsung menoleh.
"Ekh, apa loe? tiba-tiba tuduh gue sembarangan. " ucap jessica kasar dengan melangkah mendekati ayu
"Embak kan yang menghadang kaki mas ini sampai juice nya tumpah ke baju sahabat saya". tanya ayu dengan meninggikan ucapan nya
" Ekh bocah tengik, jangan fitnah loe. mana bukti nya kalo gue yang menghadang kaki dia". sungut jessica sambil menunjuk pelayan laki-laki tersebut
"Ia jangan fitnah loe. Fitnah itu lebih kejam dari pada fitnes. " timpal Elsa yang sudah berdiri di samping jessica
"pembunuhan ***." umpat jessica kesal kepada sahabat *** nya itu
"ya itu maksud gue. "
__ADS_1
"Saya melihat nya dengan mata kepala saya sendiri". ucap ayu yang sudah mulai tersulut emosi
" dasar bocah kampungan, gue tuntut loe karna sudah fitnah gue" ucap jessica dengan wajah yang sudah memerah bagaikan udang rebus. "kampungan, tengil, gak nyadar diri lagi. so so nya mau ngelawan gue. sini loe kalo berani..! lanjut jessica dengan sudah mengambil ancang-ancang untuk bertarung
Ayu yang tersulut emosi langsung menjambak rambut jessica. " Awww" pekik jessica karna rambutnya sudah di tarik kasar oleh ayu
"Yu udah, aku gak papa. jangan ngeladenin mereka.!" pinta Kanaya pada ayu yang sedang menjambak keras rambut jessica
"Awas nay. nih mak Lampir memang harus di kasih pelajaran. " ucap ayu yang terus menarik rambut jessica
"dasar bocah, kampungan, tengil, ***. lepasin tangan loe.! " umpat jessica kasar merasakan kesakitan dengan jambakan ayu
"ekh mak Lampir, cantik-cantik itu mulut pedasnya melebihi boncabe level 30." Ayu semakin geram dan mengeraskan tarikan nya. jessica pun tak kalah diam. dia pun terus menjambak rambut ayu yang terhalang hijab dengan keras. perkelahian pun malah menjadi tontonan pengunjung tempat makan tersebut. tak ada yang berani melerai, karna mereka juga takut kena imbas kemarahan 2 manusia tersebut.
"Yan seperti nya ada yang rame di sana. " ucap dimas yang sudah tiba dan berjalan beriringan dengan Rian
"Mana? " tanya Rian sambil celingak celinguk
"Tuh, ayo kita kesana.! " jawab dimas dan langsung berjalan ke TKP
" di sana ada apa mas, kok rame. " tanya Rian kepada cleaning servis Mall yang sedang mengepel lantai.
"Ada perkelahian pak. "
"perkelahian? " ulang Rian
"ia."
"Wahhh seru nih yan. Gocap gocap yu.? " ajak dimas kesenangan seperti sedang bermain lotre
"Gocap gocap apa an? " tanya Rian heran
"Gocap gocap. loe jagoin satu, gue jagoin satu. siapa yang kalah, berarti harus bayar. mau gak loe? " tanya dimas sambil mengangkat angkat bulu halis nya.
"Loe itu, apa-apa di jadiin uang. dasar mata duitan. " sungut Rian yang hanya di balas cengir oleh sahabat nya.
Rian dan Dimas berjalan dan menerobos kerumunan yang ada di tempat tersebut. sontak Rian kaget saat melihat siapa yang sedang berkelahi hingga menjadi tontonan banyak orang. "Astagaaa." ucap Rian sambil menepuk jidat nya kasar.
Bersambung 🌻🌻
__ADS_1