
Di belakang kemudi. Rian tidak henti-henti nya tertawa sendiri. ngeri memang, tapi dia tidak peduli. bahkan dia tidak menyadari mata kanaya yang melihat aneh ke arahnya..
kini mereka kebetulan memang berada di dalam mobil bersamaan. arah kampus kanaya yang juga searah dengan cafe rian, hingga membuat mereka berangkat bersama.
"Hahaha kamu liat kan tadi? Haha. " Rian bertanya dengan terus tertawa terbahak-bahak
"Apa? " Tanya kanaya heran
" ya apa lagi, kalo bukan muka kak dian yang bersemu merah bak tomat matang. Hahaha. "
Kanaya tersenyum dan mengingat kembali kejadian yang sudah membuat rian ketawa terbahak-bahak.
Flashback
Dian yang sedang melangkah ke arah dapur bersih bersama cio, tiba-tiba di kagetkan dengan keadaan dapur yang sudah berantakan. apalagi dengan wajah Rian dan kanaya yang sedikit sulit di kenali.
Dian yang tadinya berniat ingin melihat tangan lihai kanaya membuat kue, malah di suguhkan dengan keadaan yang sama sekali tidak enak di pandang mata.
"Astagaaa..siapa ini yang melakukan nya? " tanya dian kaget dengan wajah yang langsung bersemu merah bak tomat matang.
Rian dan Kanaya yang tak juga kalah kaget langsung saling tunjuk menunjuk menyalahkan satu sama lain.
"Om Rian duluan mami. " jawab kanaya pelan dengan wajah tertunduk karena takut.
ini pertama kali nya kanaya melihat Dian marah seperti ini. hingga dia tak berani menatap muka Dian langsung walaupun dian sedang bertanya kepada dia dan Rian..
"No No No bukan, gadis ini duluan. " Bantah Rian yang tak ingin di salahkan. walau sebenarnya dia menyadari ini semua terjadi karna keusilan tangannya pada kanaya.
Rian paham betul sifat kakak nya, yang jarang marah. namun sekali nya marah, akan lebih menakutkan dari pada di gigit gorila.
(jujur nya, author juga gak tau ya di gigit gorila itu seperti apa. bahkan ngeliat nya aja belum pernah,hehe jadi, gak usah di bayangin ya!. nanti kalian tiba-tiba teriak sendiri. kan lebih ngeri😱😁)
"Bukan mami. tadi Om Rian duluan yang nyolekin adonan ke hidung aku, terus niupin tepung sampai wajahku putih seperti ini. " bantah kanaya
" Tidak, kau tadi yang menertawakan ku, saat wajahku sudah seperti ini. dan saat di tanya, kau malah geleng-geleng kepala dengan terus tertawa. "
kanaya teringat lagi, awal mula muka Rian seperti badut
"habisnya Om lucu, mirip badut. hehehe"
" jangan terus tertawa. sekarang lihat wajah mu!. wajahmu pun tak ubah nya seperti badut. dan sudah ku katakan, sesama badut di larang saling menertawai. " sungut rian kesal
"Ia, berarti itu bukan salahku, tapi salah om. om yang duluan usil kepadaku. "
"kau yang duluan menertawai ku. "
"tapi om yang usil kepadaku. "
"tidak tidak. dia kak yang duluan menertawai ku. " ucap Rian pada dian seolah kanaya lah yang bersalah
" bukan mami, om yang duluan. " kanaya pun tak kalah mengadu pada Dian karna merasa tidak bersalah
"kau yang duluan."
"Om yang duluan. "
"kau"
"Om"
__ADS_1
mereka yang terus saling tuduh menuduh hingga Dian pusing di buatnya.
"Sudah sudah sudah!. kenapa kalian malah bertengkar seperti ini. sekarang, cepat bersihkan semua nya. kalian ini, bikin darah tinggi saya naik saja." Umpat Dian kesal sampai dia tidak menyadari kemana cio yang tadi sedang di gendong nya
"Naik kemana kak? " tanya Rian yang sedikit menggoda kakak nya agar kakak nya tidak marah berkelanjutan
"ke ragunan." jawab Dian ketus
" wah, mau liat kembaran ya kesana? hihi "
"tidak. gue mau tengok pacar lho disana, "
" pacar gue? pacar gue yang mana?" tanya Rian heran. pasal nya pacar dia hanya satu, jessica seorang
"yang sering gelantungan di pohon"
"monyet dong. Amit-amit na'udzubillah himindzalik. " mulut Rian berkomat kamit. " itu kan kembaran nya kakak?" ucap Rian yang kesal kepada kakak nya. "ia, dan itu kamu". jawab Dian singkat dengan tatapan melotot kepada Rian
" Is is is. itu mata, nanti keluar lagi. kan berabe masukin nya. "
" RIAAAN. " Dian menekan kan ucapan nya
"hehe, ia kak maaf maaf. " Rian meminta maaf dengan tangan yang di satukan di depan dadanya. karna dia tau sebentar lagi kakak nya pasti marah besar jika dia terus menggoda nya. dan minta maaf adalah cara ampuh untuk meluluhkan hati nya
"Rian."
"ia kak, gue minta maaf. " Rian ketakutan karna mengira kakak nya akan marah kepada nya
"Bukan masalah maaf, tapi anak gue kemana? kok ngilang? " tanya Dian yang baru menyadari bahwa cio anaknya sudah tidak ada dari gendongan nya.
"Hah cio? kemana tuh anak? " Rian dan Dian mulai panik. mereka berdua langsung kalang kabut mencari cio. sedangkan yang di cari malah sedang asik bermain sambil tertawa
"cio, udah ya sayang! ayo keluar! itu badan cio udah putih semua. " bujuk kanaya kepada cio
"dak mau. " jawab cio menggelengkan kepala nya dengan bibir yang mulai akan menangis
"Ayo sayang, jangan nangis. Ayo keluar, biar embak mandiin ! " kanaya terus membujuk cio, sambil merentangkan tangan nya untuk menggendong cio.
Lambat laun, akhirnya cio pun keluar dan pergi kepangkuan kanaya. Akhirnya Dian dan Rian pun merasa lega setelah melihat cio ada dalam gendongan kanaya.
~~
Drrrtttt drrrttttt
ponsel kanaya bergetar. kanaya pun memeriksa nya
"Siapa? chat dari doi ya? " tanya Rian nada menggoda
"bukan om. ini ada chat grup masuk. memberitahu bahwa jam pelajaran nya di mundurin satu jam karna dosen nya sedang ada keperluan sebentar" jawab kanaya
"Oh. yasudah, mending kamu ikut saya saja dulu ke cafe! jarak nya lumayan dekat ko dari tempat kuliahmu. " ajak Rian pada kanaya.
"Ia om. " kanaya menyetujui ajakan Rian, dan Akhirnya mobil Rian langsung melaju kesana..
seiring kaki melangkah. kanaya tak henti-henti nya di buat takjub oleh nuansa cafe tersebut. cafe Rian yang bernuansa klasik itu berhasil mengundang setiap orang yang ingin bernostalgia kembali. tak hanya kalangan muda, orang tua pun tidak sedikit yang berkunjung kesana. selain nuansa yang begitu klasik. kebersihan, pelayanan,dan juga harga yang begitu menarik. hingga tak heran jika setiap hari cafe Rian selalu ramai pengunjung.
Di ruangan khusus. kedua sahabat Rian sudah menunggu disana. di temani dengan jessica kekasih Rian yang juga sudah duduk disana.
"Sorry bro. gue telat" ucap Rian kepada 2 sahabat nya
__ADS_1
"sayang, kamu ada disini juga? " tanya Rian pada jessica. yang setahu rian jessica pergi ke luar kota
"Wah gadis manis, kamu yang semalam ada di mall itu kan?" bukannya menjawab. dimas malah bertanya setelah melihat kanaya berada di belakang Rian
jessica yang mendengar ucapan dimas langsung melihat ke arah belakang rian. "lho lagi? " ucap jessica kaget
"Sorry bro, gue telat". ucap seorang pria yang baru saja datang. sontak dion, jessica, dan kanaya pun kaget. kanaya menatap dion dan jessica bergantian. tatapan yang penuh rasa penasaran..
yang mana juga membuat Rian, dimas, dan Raka. juga menatap aneh kepada 3 orang tersebut.
" kenalin semua nya, ini kanaya adik saya. " ucapan Rian yang ingin menstabilkan keadaan tapi malah membuat kaget semua nya termasuk kanaya
"dan nay, kenalin. ini semua Sahabat-sahabat saya. dan cewek cantik ini adalah pacar saya, yang kelak akan menjadi kakak ipar mu" ucap Rian lagi sambil tersenyum
kanaya hanya mengangguk dan tersenyum. dia merasa di buat pusing dengan keadaan ini. dan akhirnya dia meminta ijin untuk pergi ke toilet
"maaf kakak-kakak semua nya. saya ijin ke toilet dulu." ucap kanaya dan langsung berlalu pergi
"ya gue juga mau ke toilet dulu sebentar. " jessica pun pergi menyusul kanaya
~~
setelah kedua gadis tersebut pergi. Dimas bertanya kepada Rian dengan ucapan nya yang sudah berhasil membuat dia dan sahabat yang lainnya kaget.
" Yan, beneran yang tadi lho bilang, lho gak bohong kan? " tanya dimas pada Rian
"apa. gue gak bilang apa-apa. "
"itu gadis yang tadi, yang kata lho dia itu adik lho. kan setau gue lho gak punya adik. kenapa tiba-tiba adik lho segede gitu? "
"oh itu. ia gue beneran, dia adik gue. adek angkat gue "
"sejak kapan lho ngangkat dia? "
"barusan."
"lho jangan ngawur deh yan. sebenarnya dia itu siapa? " tanya dimas yang terus saja penasaran
"hadeuh, punya sahabat kepo nya kaya emak-emak. dia itu babysitter cio yang baru." ucap Rian menjelaskan
"kok dia gak keliatan kaya babysitter ya. wajah dan penampilan nya berbeda jauh dari kata babysitter. " ucap dimas sambil mengingat ngingat wajah kanaya
"ya memang, dia sebenarnya anak kuliahan. namun di barengi kerja untuk bisa mencukupi kebutuhannya dan juga ibu nya."
"hemp pantesan. "
~~
di dalam toilet, kanaya hanya merapihkan penampilannya. dia berbicara sendiri menebak-nebak apa yang sudah tadi dia dengar dan dia lihat.
" adik, sejak kapan aku jadi adik om Rian? " kanaya bertanya sendiri. "dan pria itu, itukan pria yang aku temui waktu itu, dan aku ingat betul. waktu itu dia bilang kalo dia pacar wanita yang sekarang jadi pacar nya om Rian. tapi, om Rian bilang kalo pria itu adalah sahabat nya. ada apa dengan semua ini? Aah Kepala ku pusing jadi nya. "
saat kanaya berbicara sendiri. jessica datang menghampiri nya. dan langsung menarik bahu kanaya dengan kuat agar menghadap kepada nya
"hy lho bocah cunguk. gue tau apa yang ada dalam pikiran lho. jangan berani-berani nya lho bilang soal kita bertiga pernah bertemu kepada Rian. ingat! jika sampai Rian tau. maka lho dan orang yang lho sayang tidak akan hidup dengan tenang. ingat itu! " ancam jessica tegas dan dia langsung berlalu pergi.
sedangkan kanaya. dia masih berada di tempat nya, dia merasa ketakutan dengan ancaman jessica kepada nya.
Bersambung🌻
__ADS_1