Ketika Hati Harus Memilih

Ketika Hati Harus Memilih
Eps 7 Tabrakan


__ADS_3

Di sebuah Mall lantai 3, Kanaya terlihat tampak kebingungan. ini baru pertama kali nya dia menginjakan kaki di tempat perbelanjaan sebesar dan seluas ini. kemana kaki nya melangkah, membawa dia terus menyusuri sambil melihat lihat sekeliling mencari tempat yang akan dia tuju. "kenapa aku tadi gak tanya mami dulu ya letak toilet nya dimana, mana udah gak tahan lagi" umpat Naya menyesal pada dirinya sendiri dengan yang sok sotau nya pergi tanpa bertanya terlebih dahulu.


sambil terus berjalan kanaya menyusuri setiap tempat yang ada di dalam mall lantai 3 tersebut. "lebih baik aku tanya embak-embak yang jual ice cream itu aja deh." ucap nya lalu berjalan ke arah penjual ice cream yang kebetulan sedang tidak ramai pembeli.


kanaya berjalan dengan sedikit berlari, namun tiba-tiba.


BRUUUKKK


Seorang wanita yang sedang berjalan menabrak dirinya.


"Aww" pekik Kanaya yang badan nya tersungkur ke lantai dengan keras.


" hy, loe kira ini lapangan bola apa? lari-lari gak jelas. liat nih! belanjaan gue jatoh semua" umpat seorang wanita yang tak lain adalah jessica. "Maaf embak, saya buru-buru " Kanaya bangun sambil mengusap ngusap tangan kanan nya yang sakit karna tertindih tubuh nya.


"Maaf maaf, liat tuh! barang-barang gue jatoh semua." umpat nya marah " dan kalo ada yang rusak,pokok nya loe harus ganti! " tambah nya dengan kepala yang sudah mendidih dan langsung memunguti semua paperbag milik nya


"aneh. dia yang nabrak, dia yang marah-marah" batin Kanaya heran


"maaf embak, kan embak yang nabrak saya, kenapa saya yang harus ganti? " tanya Kanaya halus namun sedikit menohok


"Sudah yang ! kan kamu yang nabrak, jangan marah-marah ! malu tuh, kita jadi tontonan banyak orang" ucap deon pelan. pria yang tak lain adalah selingkuhan jessica.


"kok kamu malah belain dia sih? udah tau dia yang salah, lari-lari di Mall. emang dia pikir ini mall milik nenek moyang nya". sungut jessica kesal, dan tetap tidak mau di salahkan


"bukan begitu. tapi kamu lihat sendiri, semua mata melihat ke arah kita. "

__ADS_1


jessica menyadari, kini semua orang yang ada di mall tersebut tengah menatap mereka bertiga seperti sedang menonton pertunjukan yang amat seru.


"udah akh, aku mau pulang. " ucap nya ketus pada deon dan langsung pergi berlalu


"gak jadi nonton? "


"Gak." jawab nya singkat, jessica menahan langkah dan setengah membalikan tubuhnya


"dan loe, ingat ! urusan kita belum selesai. " ucap nya kini pada Kanaya dengan wajah penuh amarah


"Maaf ya dek, mungkin pacar saya lagi datang bulan. harap di maklumi. " ucap dion pada Kanaya dengan merasa bersalah


"ia gak papa mas". jawab Kanaya santai namun penuh ketakutan


~~


" hy bro. kerja terus bagai kuda. jalan napa! ini kan malam minggu. " ucap dimas yang baru melangkah masuk ke dalam cafe, dan langsung duduk di kursi tempat biasa nya dia berkumpul


"ya memang kalo malam minggu kenapa? " jawab Rian santai menghampiri dimas yang kini sudah duduk di kursi biasa nya.


" Ya nonton atau apa kek, jalan sama cewek luh lah, jangan kerja mulu ! nanti cewek loe di embat orang baru tau rasa loe".


"gak mungkin, dia kan sudah terikat dengan ini". ucap Rian tersenyum memperlihatkan cincin tunangan yang ada di jari manis nya


" orang udah nikah aja bisa selingkuh, apalagi cuman baru tunangan". jawab dimas cuek

__ADS_1


"udah akh, kalo loe kesini cuman niat ngehasut, mening pergi sana! gue masih banyak kerjaan nih " usir Rian kesal. dan karna memang malam minggu, jadi cafe sangat rame tidak seperti hari-hari biasa nya


"santai bro! udah kaya cewek datang bulan aja mudah tersulut emosi" ucap dimas sambil melambaikan tangan nya kepada pelayan


" Raka kemana? tumben dia gak sama loe? biasa nya loe kalo kesini berdua terus kaya sendal jepit? " Rian mengalihkan pembicaraan karna malu dengan sikap sensitif nya yang selalu mudah terpancing emosi


"dia lagi pergi ke rumah nyokap nya". jawab dimas yang hanya di angguki kepala oleh Rian.. " ekh, Si dion katanya udah pulang seminggu yang lalu" ucap dimas tiba-tiba


"akh kata siapa loe? "


"Raka yang bilang. katanya dia kemarin liat dion di supermarket dekat rumah nya. "


"owh ya sudah lah biarin aja. besok kita pergi ke rumah nya, biar jadi surprise"


Selain Raka, dion juga salah satu sahabat mereka. walaupun mereka tidak tau, dion sendiri menganggap mereka apa. karna yang mereka tau. selama ini dion baik dan care terhadap mereka. dion memang baru pulang dari Amsterdam tempat kelahiran nya. menuntut ilmu di sana dan menetap tinggal di Indonesia.


~~


Kanaya mengurung kan niatnya untuk pergi ke toilet. dia memilih untuk kembali ke bangku tempat majikan nya berada. sakit, kesal, dan malu bercampur jadi satu. karna sepanjang dia berjalan, sebagian mata masih tetap menatap nya penuh rasa iba.


Kanaya langsung duduk di kursi tempat nya. disana terlihat cio sudah mulai mengantuk, Rio juga seperti sudah bosan.. Kanaya apa lagi, rasanya dia mau cepat-cepat pulang, mandi air hangat dan merebahkan badan nya..


"sudah selesai kan? ayo kita pulang! kasian cio sudah mengantuk". ujar papi langsung berdiri dari duduknya. mengambil cio dari kursi nya dan langsung menggendong membawa nya keluar dengan di ikuti oleh ke tiga orang di belakang nya.


selama di dalam mobil sampai rumah pun, Kanaya hanya diam.majikan nya juga tidak mempertanyakan dengan perubahan sikap Kanaya. mereka hanya berpikir, mungkin Kanaya mengantuk dan ingin cepat pulang lalu istirahat..

__ADS_1


__ADS_2