Ketulusan Cinta Aluna

Ketulusan Cinta Aluna
Bab 28


__ADS_3

Iskhandar berdiri menatap wanita itu. Syerly pun ikut melihat ke arah ambang pintu. Tanpa dipersilahkan masuk, wanita itu menyelonong begitu saja.


Bella-lah yang datang, gadis itu ingin menyampaikan sesuatu pada kakak iparnya itu. Iskhandar bagai terhipnotis. Pasalnya, sudah lama keluarga Mohan tak memberi kabar kepadanya. Dengan tangan yang bergetar, Iskhandar menerima sesuatu dari tangan Bella.


Sepucuk surat yang ditulis langsung oleh istrinya itu, sebuah ungkapan bahwa ia akan tetap mencintainya meski ia tak lagi mengingatnya. Iskhandar menangis, betapa ia merindukan istrinya itu.


"Kakak-ku tidak kemana-mana, selama ini dia ada di sini, dan sekarang ada di rumah sakit," terang Bella.


Tanpa mendengar ucapan Bella lagi, Iskhandar segera pergi dari sana. Tapi, ia ingat Syerly. Ia pun kembali menghampiri adiknya.


"Tunggu di rumah Ahsam, Kakak tidak akan lama," ujar sang kakak. Gadis itu hanya mengangguk tanpa protes.

__ADS_1


Iskhandar mengendarai motor bututnya. Dan Bella membuntuti dari belakang. Tibalah mereka di rumah sakit. Iskhandar berlari menyesuri lorong, dan Bella pun ikut berlari mengejar kakak iparnya. Langkah Iskhandar akhirnya terhenti, ia melihat istrinya tengah duduk di kursi roda bersama dokter.


Iskhandar juga melihat apa yang dipegang istrinya itu. Sebuah kalung hati yang berisikan foto mereka berdua. Dengan langkah tertatih, Iskhandar menghampiri. Pandangan Aluna tak menoleh sedikit pun kepadanya. Pandangannya tetap lurus ke depan, entah apa yang dipikirkan wanita itu. Melihat perutnya yang semakin buncit membuat Iskhandar semakin merasakan sakit yang luar biasa.


Sampailah Iskhandar di hadapan istrinya, pria itu berlutut mensejajarinya. Ia juga meraih tangan istrinya. Namun, Aluna langsung menarik tangannya sendiri karena ia tak tahu siapa yang ada di hadapannya. Menelisik wajah pria itu, dengan alis mengerut.


Iskhandar celingak-celinguk, ia mencari sesuatu agar istrinya mengingatnya. Hanya satu yang disukai Aluna. Meski dulu ia membenci istrinya, tapi diam-diam ia selalu memperhatikannya. Ia selalu melihat istrinya itu selalu mengendus pakaian kotornya. Tanpa menunggu lama lagi, Iskhandar beranjak. Ia melakukan apa pun agar keringatnya bisa keluar. Dan kebetulan, ada pekerja di sana. Iskhandar menggerakkan tubuh agar keluar keringat.


"Kamu ingat aku?" tanya Iskhandar. "Aku merindukanmu, kamu istriku dan selamanya akan tetap menjadi istriku. Tetaplah bersamaku apa pun yang terjadi, kamu akan sembuh bila bersamaku," jelasnya.


Sedangkan Bella, gadis itu tak bisa membiarkan ini selamanya seperti ini, kakak iparnya berhak berada di sisi kakaknya. Gadis itu ikut menangis. Dan tak lama dari situ, kedua orang tua Aluna pun datang. Mereka menyaksikan adegan pilu itu. Melihat Aluna tengah menciumi wajah suaminya, mulutnya terasa terkunci. Hanya gerakan yang mewakili betapa ia merindukan suaminya.

__ADS_1


Iskhandar mengeratkan pelukkannya, setelah itu ia membopong tubuh yang lemah tak berdaya itu. Dengan perutnya yang buncit, Iskhandar membawa Aluna pergi dari rumah sakit. Bahkan saat Moran mencegatnyaia tak mempedulikannya. Aluna istrinya, tak ada yang berhak memisahkannya termasuk orang tuanya.


Mohan dan istrinya menatap kepergian anak dan menantunya dengan nanar. Mohan hendak menyusul, tapi langsung dicegah oleh Bella.


"Biarkan mereka hidup bahagia, aku yakin kak Luna pasti sembuh bila hidup bersama orang yang dicintainya, kali ini saja, Ayah jangan egois," bujuk Bella.


Perlahan, sosok Iskhandar dan Aluna kian menghilang. Dokter pun tak bisa mencegah kepergian mereka karena obat-obatan tak lagi berpungsi untuk kesembuhan penyakit alzheimer tersebut. Butuh suport dari keluarga apa lagi dari orang yang dicintainya. Hanya menunggu keajaiban, semoga Tuhan menyembuhkan penyakit Aluna.


***


Maaf ya up nya dikit, baru pulang banget dan sempetin nulis, semoga masih terhibur🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2