
Sebuah pemandangan yang membuat siapa pun tercengang. Apa lagi dengan Iskhandar, yang ia tahu saat meninggalkan istrinya, Aluna tengah kesakitan di bagian perut. Tapi sekarang, ia melihat bayi mungil yang tergeletak di atas lantai. Aluna sendiri masih lemas karena baru saja melahirkan secara normal. Bahkan ia sendirian saat melahirkan bayi mungil itu.
Tubuh Iskhandar gemetar, tapi ia tidak boleh seperti ini. Tuhan mempermudah kelahiran anaknya. Bayi mereh itu menangis.
"Kenapa diam saja, panggil mak Jumin," kata Hana.
"Baik, aku akan segera pergi," ucap Ahsam.
Hana mendekat dan langsung mengambil bayi merah itu, membungkusnya dengan kain seadanya di sana. Iskhandar sendiri membopong tubuh istrinya dan memindahkannya di tempat yang lebih nyaman. Wanita itu tersenyum, Aluna sendiri tidak menyangka akan melahirkan secepat ini.
Tak lama, mak Jumin datang. Wanita tua itu membawa peralatannya, ia sendiri sudah seperti bidan dengan alat lengkap. Hal pertama yang dilakukan mak Jumin adalah memeriksa Aluna, ia membersihkan darah kotor yang masih tersisa. Sedangkan Iskhandar tengah menunggu sampai bayinya memakai pakaian.
Mak Jumin tak sendirian, ia membawa asistennya untuk mengurus bayi yang berjenis perempuan itu. Setelah selesai, Iskhandar langsung mengadzani. Aluna yang mendengar tersenyum bahagia.
Tak lama dari situ, orang tua Aluna datang bersama Bella. Mereka tahu dari Ahsam yang menghubungi karena Iskhandar yang menyuruhnya. Mohan terkejut sekaligus bahagia. Meski lahiran itu tidak di rumah sakit, tapi keadaan putrinya jauh lebih baik. Akibat obat-obatan herbal yang diberikan mak Jumin sangatlah manjur.
***
__ADS_1
Hari-hari mereka penuh bahagia, setelah melahirkan keadaan Aluna jauh lebih baik. Bahkan Iskhandar, sekarang menekuni pekerjaan yang diberikan mertuanya. Mohan mulai percaya pada pria itu. Iskhandar membuktikan ucapannya, ia akan menjaga dan membahagiakan istrinya.
Iskhandar dan Aluna sudah tidak tinggal di tempat kumuh. Mohan memboyong mereka dan memberikan tempat tinggal yang layak. Dan Syerly pun akhirnya sembuh total, bahkan ia tengah meneruskan pendidikkannya. Gadis itu kuliah di tempat elit karena Mohan telah menyekolahlannya.
Keluarga kecil Iskhandar sangat bahagia.
***
Satu tahun kemudian.
Dan hari ini, usia anak mereka genap 1 tahun. Dan sekarang mereka tengah mengadakan acara ulang tahun putri mereka yang bernama Amora. Gadis kecil itu menjelma sangat cantik seperti ibunya. Gadis itu didandani layaknya princes oleh sang ibu.
Iskhandar pun tersenyum, akhirnya keluarga kecilnya nampak bahagia. Apa lagi dengan putri mereka yang sangat lincah. Tamu-tamu yang diundang sudah memadati kediamannya.
"Aduh, ini bagaimana? Tamu-tamu sudah menunggu, cucu Oma masih di sini," kata sang nenek.
"Bu, bantu aku coba. Amora tidak bisa diam," kata Aluna. "Kamu jangan diam saja, ambilkan sepatu Amora," titah Aluna kepada suaminya.
__ADS_1
Kebahagiaan begitu menyelimuti, Iskhandar dengan sigap mengambilkan sepatu dan membantu memakaikannya di kaki mungil Amora.
***
Tiup lilin akan segera di mulai. Bella membantu menyalakan lilin di atas kue besar itu. Amora sendiri tengah di pangku oleh Iskhandar.
"Satu, dua, tiga ..." Bella membantu menghitung acara tiup lilin.
Iskhandar dan Aluna meniup lilin secara bersamaan. Akhirnya mereka tersenyum dan tepuk tangan dari para tamu yang hadir ikut memeriahkan.
Iskhandar dan Aluna mencium pipi gembul Amora.
TAMAT
...----------------...
Terima kasih untuk para pembaca yang sudah mengikuti cerita singkat yang ku buat, semoga senang dengan alurnya ya. Cerita ini memang cukup sampai di sini. Perjuangan Aluna berhasil membawa kebahagiaan
__ADS_1