Ketulusan Cinta Sejati

Ketulusan Cinta Sejati
Bab 18 Surat Cinta Part 1


__ADS_3

ketika Vivi berberes buku di lokal tempat kursusnya, tiba-tibasebuah surat jatuh. "Surat siapa ini?" Gumamnya mengambil surat yang jatuh tersebut.


Dia pun membacanya. "Buat gue? Dari siapa?" Gumam Vivi dalam hati ketika membaca amplop. Dia pun membuka surat tersebut dan membacanya. Beginilah isi surat tersebut:


Dear Vivi,


Sebenarnya maksud gue mengirim surat ini cuma mau mengutarakan segala isi hati yang terpendam selama ini.


Gue hanya ingin katakan bahwa setiap kali melihatmu ada perasaan lain yang berkecambuk di hati ini.


Dan ketika elo jauh dari pandangan gue ada hasrat dan rindu berbaur jadi satu.


Jujur, gue bener-bener gak bisa jauh dari elo Vi. Gue mencintai elo, mau kan jadi pacar gue?


Yang Mencintaimu,


Firman


Vivi terbelalak kaget ketika membaca surat dari Firman. "Firmam suka gue?" Gumamnya dalam hati. "Ada apa Vi? Surat dari siapa?" Kata Rosa.


Vivi memberikan surat tersebut pada Rosa. Rosa pun membacanya dan kaget.


"Firman suka elo Vi?" Kata Rosa. Vivi mengangguk sambil jalan. "Trus, gimana?" Kata Rosa mengiringi langkah Vivi.


"Gak taulah Sa, gue bingung, gue emang deket sama Firman, tapi gue cuma menganggap dia sebagai teman, gue juga gak menemukan chemistry antara gue dan dia seperti elo dan Kak Rizal." Kata Vivi.


"Maksud elo?" Kata Rosa. "Gue tau Sa, antara elo dan Kak Rizal itu udah ada rasa, gue bisa menangkap itu semua dari tatapan mata kalian ketika bertemu, Kak Rizal itu lelaki yang baik, dia tulus sayang dengan elo sama seperti Rian sayang elo." Kata Vivi.


Rosa mendesah. "Gue juga gak tau Vi, gue gak berani berharap banyak, gue bisa deket dengannya dalam keadaan seperti ini aja udah bersyukur." Katanya.


"Kok elo bilang gitu? Elo gak suka dengan Kak Rizal? Tapi terkadang gue sering liat elo curi-curi pandang dengannya." Kata Vivi.

__ADS_1


"Kak Rizal kemaren minta temenin gue beli arloji untuk cewek, pas gue tanya arloji itu untuk siapa, dia bilang untuk cewek yang spesial di hatinya, untuk siapa lagi coba klo bukan untuk pacarnya?" Kata Rosa. Vivi tersenyum mendengar cerita Rosa karna dia tau arloji tersebut untuk siapa. "Gue takut Rian marah." Katanya.


"Apa hubungannya dengan Rian? Elo suka Rian?" Kata Rosa.


"Bukan gitu Sa, Elo tau sendiri kan gimana gak sukanya Rian melihat kedekatan elo dengan Reihan? Terus apa yang terjadi dengan elo? Reihan kasar dengan elo kemaren di toilet." Kata Vivi.


"Rian pernah bilang ke gue klo sampe Firman nembak gue, dia akan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan ketika Reihan nembak elo, berarti dia akan mencium gue juga didepan Firman, gue takut Sa, gue takut Firman cowok yang sama seperti Reihan bahkan lebih dari itu." Sambungnya pelan menundukkan kepalanya.


"Elo bener Vi, itulah kenapa salah satunya kenapa gue gak bisa jauh dari dia, klo Rian gak suka dengan cowok yang deket dengan gue, pasti cowok itu suka kasar dengan gue." Kata Rosa pelan.


Tanpa terasa mereka pun sampe di rumah dan pulang ke rumahnya masing-masing.


🌻🌻🌻🌻🌻


Setelah kejadian Rosa menemani Rizal membeli arloji, dia berusaha menjaga jarak dari cowok itu, hari-harinya pun menjadi murung karna sebenarnya hatinya telah tertambat pada Rizal.


Ketika Rosa sedang menyiapkan buku pelajaran. Sebuah surat jatuh dari laci mejanya. "Surat? Surat dari siapa?" Gumamnya. Baru mau buka surat tiba-tiba guru datang yang membuat Rosa mengurungkan membuka surat tersebut dan tenggelam dalam pelajaran.


Baru mau keluar kelas dan makan di samping kelasnya, tiba-tiba dia ingat dengan suratnya yang dia temukan di laci meja. "Oh iya, gue lupa, sekalian gue mau baca surat tadi dari siapa." Gumamnya kembali lagi kemudian mengambil surat dan membawanya.


Setelah menghabiskan bekal, diapun membuka dan membaca surat itu dan beginilah isi surat tersebut.


Dear Rosa,


Jujur dari pertama kita jumpa dan gue deket dengan elo, gue bener-bener suka dengan elo Sa, gue pengen jadi pacar elo, apakah elo sudah punya pacar? Maukah elo jadi pacar gue?


Udahan dulu yach Sa, gue tunggu jawab


Yang Mencintaimu,


Bobby

__ADS_1


Rosa kaget. "Bobby suka gue? Berarti selama ini gue gak nyadar." Gumamnya. "Apa iya gue terima aja klo dia jadi pacar gue? Jadi gue bisa melupakan perasaan gue dengan Kak Rizal." Gumamnya lagi.


"Surat dari siapa Sa?" Kata Rian tiba-tiba merampas surat dari tangan Rosa dan membacanya. Rian melotot membacanya.


"Bobby suka elo?" Katanya menatap lekat manik Rosa. "Gue juga baru tau Yan. Kata Rosa.


"Elo terima?" Kata Rian duduk disamping Rosa. Rosa menggeleng. "Gue bingung Yan." Katanya pelan menundukkan kepalanya.


"Gue gak suka elo pacaran denga Bobby." Kata Rian. "Loh kenapa? Bobby baik kok." Kata Rosa.


"Bobby gak sebaik yang elo kira Sa, elo itu cewek lugu dan polos jadi gak ngerti apa-apa." Kata Rian. "Percaya gue, Bobby bukan lelaki baik, gue sayang elo dan gue pengen yang terbaik untuk elo, Bobby itu hanya sebagian cowok seperti Reihan yang suka elo." Sambungnya.


"Tapi Yan." Kata Rosa. "Ada cowok yang tulus sayang elo, gue yakin, suatu saat nanti dia akan bisa jaga elo seperti gue jaga elo." Kata Rian memotong omongan Rosa.


"Siapa?" Kata Rosa menatap Rian. "Kak Rizal, dia sayang banget dengan elo." Kata Rian.


"Kak Rizal? " Kata Rosa bingung. "Iya Kak Rizal, dia udah nyiapin semuanya untuk elo." Kata Rian.


"Bukannya Kak Rizal sudah punya pacar?" Kata Rosa. "kata siapa?" Kata Rosal "Kemaren gye nemenin Kak Rizal beli arloji dan Kak Rizal bilang arloji itu untu cewek spesial dihatinya, apa coba namany klo buka pacar?" Kat Rosa pelan.


"Elo suka sama Kak Rizal?" Kata Rian menatap Rosa. Rosa hanya diam menundukkan kepalanya. "Jadi, udah beberapa hari ini elo uring-uringan seperti ini karna ini?" Kata Rian. Rosa masih diam.


Rian tertawa. "Gue tau jawabnya." Kata Rian. "Pertahankan perasaaan elo Sa, karna gie cuma percaya Kak Rizal jadi pacar elo." Kata Rian.


"Maksudnya?" Kata Rosa bingung. "Elo liat aja nanti." Kata Rian tersenyum nakal. "Yuk kita masuk." Sambungnya merangkul bahu Rosa. Rosapun menurut mengiringi langkah Rian.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata menatap mereka. "Rian, kenapa slalu menjadi penghalang gue? Rosa, liat aja, elo akan menjadi milik gue." Geram Bobby mengepalkan tangannya.


💎💎💎💎💎


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like,♥️,vote dan tekan bintang lima, jangan lupa follow akunku ya. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2