Ketulusan Cinta Sejati

Ketulusan Cinta Sejati
Bab 13 Perkemahan Part 3


__ADS_3

Waktupun berlalu, tiba acara api unggun. Mereka bernyanyi bersama mengelilingi api unggun dan memainkan beberapa permainan dalam satu kelompok.


Rosa tertawa bahagia bersama teman-temannya tanpa disadarinya Rizal dan Indra menatap dari kejauhan.


"Rosa manis banget kalo lagi tertawa lepas seperti itu." Gumam Rizal dalam hati.


"Rosa bener-bener gemesin klo lagi lepas gitu, gue bener-bener jatuh cinta dengannya." Gumam Indra menatap Rosa dari kejauhan.


"Seru gak?" Kata Rian merangkul Rosa. Rosa mengangguk. "Gue gak pernah merasakan keseruan seperti ini." Katanya.


"Kan apa gue bilang? Seru, elo gak percaya." Kata Rian.


"Gue ke tenda yach, ngantuk." Kata Untari. "Gue juga, yuk Tar kita ke tenda." Kata Retno. Merangkul bahu Untari.


Satu demi satu teman-teman Rosa pun kembali ke tenda dan tinggallah Rosa sendirian.


"Sendirian Sa?" Kata Indra mendekati Rosa yang sendirian. "Iya Kak, semua sudah kembali ke tenda. "Kata Rosa menggeser tempat duduknya.


"Kenapa elo belum tidur?" Kata Indra. "Rosa gak bisa tidur Kak." Kata Rosa pelan merapatkan tangannya ke dada karna kedinginan.


"Dingin yach? Pake jaket Kakak." Kata Indra melepas jaketnya dan ingin memakaikan jaketnya ke bahu Rosa.


Baru akan memakaikan jaketnya. "Sa, yuk ke tenda, semua pada nungguin elo." Kata Rian menarik tangan Rosa.


"Apa-apaan sich Yan, Rosa masih mau disini." Kata Indra kesal.


"Maaf Kak, Rosa gak bisa begadang, tar klo kemaleman dia bisa sakit." Kata Rian meninggalkan Indra yang sedang kesal.


🌿🌿🌿🌿🌿


Di tenda, Rosa dan teman-temannya berkumpul bersama. "Kita maen tebak lagu yach, Kakak ambil gitar di ruang panitia." Kata Rizal beranjak dari duduk dan mengambil gitar di ruang panitia.


Ketika sesang bercanda tawa selesai bermain. "Kak Rizal keren, bisa maen gitar, ajari gue dong." Kata Yoga mendekati Rizal.


"Iya kak, Yoga mau nembak Retno tuch biar romantis." Canda Rian. "Apaan soch lo." Kata Yoga menoyor kepala Rian.


"Ketauan niye naksir Retno." Canda Gavin. "Berisik lo pada, denger Retno nanti dia ngindarin gue." Kata Yoga. Semua tertawa.


Akhrinya Yoga, Gavin, dan Rian belajar bermain gitar dengan Rizal di luar tenda.


"Kak Rizal keren yach, ternyata bisa juga maen gitar." Kata Vivi. "Iya Vi, gak nyangka loh." Kata Rosa menatap takjub Rizal.


Untari dan Retno berpandangan. "Sepertinya Rosa bener-bener suka Kak Rizal Ret." Kata Retno.


"Iya Tar, kaya'nya emang bener- bener jatuh cinta." Kata Retno.


"Kak Rizal multi talent kan? Makanya yang cocok mendampingi Kak Rizal itu harus multi talen juga." Kata Mimi menepuk pelan bahu Rosa.

__ADS_1


Rosa terlonjak kaget. "Iya Kak, Kak Rizal keren, multi talent. Kata Retno.


"Makanya jodohnya itu harus sama multi talent juga dan itu semua elo Sa." Kata Mimi menatap Rosa.


"Rosa gak pantes untuk Kak Rizal Kak, Kak Rizal itu terlalu sempurna untuk Rosa." Kata Rosa pelan menundukkan kepalanya.


Mimi tersenyum. "Yang nilai kita itu orang lain Sa, bukan diri kita sendiri. "Katanya menatap Rosa.


"Gue tidur, ngantuk." Kata Retno. Disusul oleh Untari dan Vivi.


"Kakak ngecek tenda lain dulu yach sama yang lainnya." Kata Mimi beranjak. Rosa mengangguk.


🌱🌱🌱🌱🌱


Menjelang tengah malam, Indra yang melihat Rosa duduk sendirian di depan tenda sambil menatap bintang. "Belum tidur Sa?" Katanya.


Rosa menggeleng. Belum ngantuk Kak." Katanya pelan.


"Kakak temenin yuk, kita duduk di sana." Kata Indra mengajak Rosa duduk di balik pohon. Rosa mengangguk dan mengikuti Indra.


Baru beranjak. "Sa, ikut tidur sama Kakak yuk." Kata Mimi menarik tangan Rosa.


"Loh Kak Mimi udah selesai ngecek tendanya?" Kata Rosa.


"Iya, yuk tidur sama Kakak, Kakak temenin." Kata Mimi.


"Karna gue tau siapa elo dan gue gak mau Rosa bernasib sama dengan mantan-mantan elo yang klo elo bosan ditinggalin." Kata Mimi.


"Lagian juga suka-suka Rosa lah mau jalan sama siapa, lah dia aja mau ngobrol sama gue." Kata Indra.


"Karna Rosa gak tau elo sebenernya. Kata Rosa. "Dan Rosa juga sudah jadi milik orang lain, klo sampe dia tau elo nyakitin dia, bisa habis lo." Bisiknya.


"Maksudnya apa coba? Milik siapa? Emang Rosa barang" Kata Rosa.


"Tuch Rosa aja gak merasa dimiliki siapapun." Kata Indra tersenyum sinis.


"Elo mau tau Rosa milik siapa?" Bisik Mimi mencondongkan kepalanya ke telinga Indra.


"Tuch liat dia sedang jalan kesini. "Bisiknya lagi menunjuk ke arah Rizal yang sedang berjalan menuju mereka.


"Kak Rizal??" Kata Rosa tanpa sadar berlari kearah Rizal meninggalkan Indra dan Mimi.


"Tuch lo liat? Msh gak percaya? Rosa nyusul Rizal kan?" Bisik Mimi meninggalkan Indra yang sedang termangu.


"Sialan Rizal, gue kalah cepet dari dia." Kata Indra mengepalkan tangannya ke udara.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹

__ADS_1


"Loh Rosa? Kok belum tidur?" Kata Rizal kaget ketik melihat Rosa menyusulnya.


"Rosa gak bisa tidur Kak." Kata Rosa pelan menundukkan kepalanya.


"Yuk Kakak temenin malam ini." Kata Rizal menarik pelan tangan Rosa. Rosa mengiringi langkah Rizal.


Beberapa jam kemudian. "Lom ngantuk Sa?" Kata Rizal duduk disamping Rosa.


Rosa menggeleng." Rosa gak bisa tidur Kak." Kata Rosa merapatkan kedua tangannya di dada karna kedinginan.


"Dingin? Pake jaket Kakak yach?" Kata Rizal melepaskan jaketnya kemudian menaruhnya dipundak Rosa.


"Makasih Kak." Kata Rosa menatap Rizal memegang jaket Rizal dengan kedua tangannya.


"Kita ke tenda yuk, cerita-cerita disana." Kata Rizal. Akhirnya mereka ketenda.


Rizal menumpuk tas Vivi, Retno, Mimi, Untari dan Rosa jadi satu, kemudian dia bersandar ditas-tas tersebut.


"Tiduran disini Sa, biar enak, santai bisa liat bintang dari tenda." Kata Rizal menepuk kakinya pelan agar Rosa mau berbaring di pangkuannya.


Rosa menggelengkan kepalanya. "Badan Rosa berat Kak, ntar kaki Kakak kesemutan." Katanya.


"Gak papa kok, yuk sini." Kata Rizal menarik pelan tangan Rosa. Rosapun menurut.


Rosa memejamkan matanya menikmati belai tangan Rizal dikepalanya. "Jadi inget nenek, dulu waktu gue gak bisa tidur, nenek slalu memperlakukan gue gini." Gumamnya dalam hati tanpa terasa air matanya keluar dari sudut mata indahnya yang sedang terpejam.


"Kenapa nangis? Kakak nyakitin Rosa yach?" Kata Rizal menghapus air mata Rosa ketika merasakan air mata Rosa yang mengalir dipangkuannya.


Rosa menggeleng. "Rosa inget nenek Kak, dulu waktu nenek masih hidup ketika Rosa gak bisa tidur, Rosa sering diperlakukan seperti ini sambil memandang bintang dilangit." Kata Rosa.


"Rosa suka filosofi bulan dan bintang yang diceritakan nenek, tentang kesetiaaan." Sambungnya.


"Oh ya? Kakak gak pernah denger, gimana itu?" Kata Rizal.


"Bulan dan bintang itu tak pernah terpisahkan, mereka saling melengkapi walau terkadang jarang bersama, bulan slalu setia menantikan bintang di gelapnya malam walau dia tau kalo bintang gak tiap malam datang menemani, begitupun bintang, ketika dia bermunculan, dia akan dengan rela menyinari malam dengan sinarnya membantu bulan menambah keindahan malam." Kata Rosa pelan.


"Keren tuch, klo gitu, kita aja buat janji bulan dan bintang." Kata Rizal menatap Rosa. "Maksudnya?" Kata Rosa bingung.


"Iya, Kakak janji akan slalu jadi bulan untuk elo, kemanapun dan dimanapun elo berada, Kakak akan slalu di sini menunggu elo dan menjaga elo dan Kakak janji Kakak akan jadi tempat elo kembali." Kata Rizal menatap Rosa.


Rosa mengerjapkan matanya pelan tanda dia bener-bener salah tingkah. "Apa iya Kakak akan slalu ada untuk Rosa? Seperti Rian?" Katanya.


Rizal tertawa." Elo itu gemesin tau." Katanya. "Iya Sa, Kakak janji akan slalu ada untuk elo, bahkan lebih dari Rian." Katanya.


Rosa memejamkan matanya menikmati belaian Rizal dan akhirnya tertidur dipangkuan Rizal.


🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β™₯️, vote dan tekan bintang lima. Makasih atas partisipasinya. Love all 😘😘😘.


__ADS_2