
Rosa mempunyai sahabat dr kecil yang bernama Rian, mereka dilahirkan di hari yang sama hanya Rian lahir satu jam lebih cepat dari Rosa.
Rosa dan Rian dimasukkan kesekolah yang sama oleh kedua orang tuanya.
Pandu dan Ajeng orang tua Rian sangat menyayangi Rosa seperti anak sendiri karna selain mereka dilahirkan dihari yang sama mereka berdua adalah saudara sesusuan karna Pandu dan Ajeng sering menitipkan Rian dengan Arya dan Linda begitupun sebaliknya.
Ketika Rosa sedang menunggu jemputan di tempat kursus baletnya.
"Sa, pulang bareng yok, udah sore." Kata Rian mendekati Rosa.
"tapi nanti papa jemput, dia bingung nyari." kata rosa menatap rian.
"Tar papa kabari klo Rosa ikut pulang, kita makan dulu baru pulang, bentar lagi malem." kata Pandu.
"Iya nak, gak baik anak gadis kok sendirian duduk dihalte." kata Ajeng merangkul bahu Rosa.
Akhirnya Rosapun menurut mengikuti langkah Ajeng. Merekapun pulang bersama.
π»π»π»π»π»
Selain Rian, Rosa juga mempunyai sahabat yang bernama Susi yang tinggal didepan rumahnya. Mereka sering bermain sepeda bersama di taman termasuk dengan Rian dan mereka satu sekolah.
Di sekolah, selain Rian dan Susi Rosa pun mempunyai sahabat yang bernama Bayu, mereka sangat dekat, walau pertamanya Bayu dan Rosa slalu berantem tp semakin hari mereka semakin dekat setelah mengenali satu sama lain.
Mereka sering makan bareng dikantin dengan bekal masing-masing yang mereka bawa dari rumah, terkadang mereka sering tukar menukar bekal yang mereka bawa masing-masing dari rumah.
ππππ
Suatu hari dikantin sekolah, Rosa makan dengan Bayu, Rian dan Susi.
"Wah Sa, bagi donk rainbow cakenya." Kata Susi yang tau Rosa sedang membawa Rainbow cake. Rosapun membaginya, seperti biasa mereka pun saling tukar menukar bekal.
"Gue bakal kangen nich sm rainbow cake buatan elo Sa." kata Bayu sambil memakan rainbow cake yang diberikan Rosa.
"Emang elo mau kemana? Pergi jauh?" Canda Rian merangkuk bahu Bayu.
"Gue mau pindah, papa dipindah tugaskan kantor cabang disana." Kata Bayu.
"Elo mau pindah? Kemana?" Kata Rian, Rosa dan Susi bersamaan.
__ADS_1
Bayu tertawa melihat ekspresi sahabat-sahabatnya. "Kompak banget, nanya aja bareng, sampe pertanyaannya aja sama." Candanya.
"Namanya berarti sehati karna kita tak terpisahkan." Kata rian. Semua tertawa.
"Elo mau pindah kemana?" kata Rosa. "Papa dipindahtugaskan ke Lembang, jadi terpaksa gue ikut, kemaren gue gak mau ikut, mau tinggal sama nenek dan sekolah bareng disini sama kalian, tapi mama gak nyuruh takut ngerepotin nenek." Kata Bayu.
"Kok sama? Gue juga mau pindah ke Lembang, kata Papa kasian nenek sendirian udah tua gak ada yang jaga." Kata Susi.
Jadi kalian mau pindah semua?" kata Rosa pelan. "Tenang aja Sa, masih ada gue kok." Kata Rian merangkul Rosa.
"Iya Sa, kita masih bisa kok surat-suratan walau berjauhan tapi kan kita deket disini." Kata Susi menunjuk dada Rosa.
"Iya Sa, Susi bener, gue janji kita akan berkumpul lagi suatu saat nanti dan tugas elo Yan, jaga Rosa seperti yang elo lakukan selama ini dan buat dia bahagia, gue juga akan jaga Susi sampe dia menemukan kebahagiaannya agar suatu saat nanti kita bertemu lagi." Kata Bayu.
"Dalem kata-kata elo Bay, gue pegang janji lo." Kata Rian merangkul bahu Bayu.
Apaan sich, gue gak ngerti." Kata Rosa. "Ntar juga elo ngerti Sa." kata Rian merangkul Rosa.
Semua tertawa. Merekapun bercanda tawa sampai bel istirahat usai.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Usai Rosa ganti baju ketika habis berenang. "Nungguin Rian Sa?" Kata Rezan mendekati Rosa yang sedang duduk sendirian.
"Rosa, mata elo itu bener-bener tulus, andai gue bisa deket dengan elo sama seperti Rian dan yang lainnya." Gumam Rezan menatap Rosa.
"Kenapa Zan?" Kata Rosa menatap Rezan.
"Gak papa, elo kaya'nya selain deket dengan Rian deket banget sama Susi dan Bayu." Kata Rezan.
"Ya kaya'nya emang cuna mereka yang mau temenan sama gue, elo khan tau sendiri gue paling gak bisa deket sama orang." Kata Rosa pelan menundukkan kepalanya.
"Kok gitu?" Kata Rezan menatap mata indah Rosa.
"Gue cuma minder Zan, gue sadar kok gue gak sama dengan yang lainnya, gue cuma anak seorang pegawai kantoran, sedangkan elo tau sendiri teman-teman kita di sini? Semua rata-rata anak pengusaha termasuk Bayu dan Susi, cuma mereka berdua mau jadi temen gue." Kata Rosa.
Rezan mendesah. "Andai elo tau Sa, kehidupan elo masih lebih beruntung daripada gue." Gumamnya menatap Rosa.
"Kenapa elo liatin gue gitu? Gue salah ngomong yach? Maafin gue yach." Kata Rosa memegang lengan Rezan.
__ADS_1
"Gak kok, elo gak salah, elo itu terlalu baik Sa, slalu menjaga tutur kata dengan orang, gak mungkin lah elo salah ngomong." Kata Rezan.
"Syukurlah klo gitu, gue takut klo kata-kata gue nyakitin elo." Kata Rosa menatap Rezan.
Rezan tersenyum. "Elo mau tau Sa? Elo masih termasuk beruntung, masih banyak orang yang lebih kurang daripada elo, gue contohnya." Kata Rezan.
"Maksudnya." Kata Rosa menatap Rezan bingung.
"Elo tau sendiri? Gue masuk sekolah kita bukan seperti kalian yang dibiaya orang tua yang mampu, gue kalo gak karna beasiswa gak akn pernah bisa sekolah di tempat kita, makanya gue jarang suka kumpul bareng kalian, karna apa? Karna sepulang sekolah gue harus bantu ibu jualan dan slalu tutup mata dan telinga ketika diejek temen-temen sekolah kita terutama Amel." Kata Rezan.
"Alah omongan Amel kok didengerin, gue masuk telinga kanan keliar telinga kiri, bagi gue semua manusia itu sama, kita ini masih anak-anak, klo pun terlahir di kalangan orang berada toh yang berada itu orang tuanya." Kata Rosa.
"Makanya gue slalu giat belajar Sa, gue bertekad akan jadi orang yang membanggakan orang tua, tapi tetap aja gak bisa ngalahin elo." Kata Rezan.
"Jadi maksudnya gue saingan dimata elo?" Kata Rosa.
"Gak lah, gue malah pengen deket samam elo sama seperti Bayu, Rian dan Susi, tapi seperti kata elo tadi, gue minder dan malu mau deketin elo aja gue takut." Kata Rezan.
"Takut kenapa?" Kata Rosa. "Takut elo gak mau berteman dengan gue." Kata Rezan.
Rosa tertawa. "Elo ini Zan, lucu tau, masa mau deket sama gue aja takut, emang gue makan orang apa." Katanya.
"Jadi kita temenan yach." Kata Rezan. Rosa menganggukkan kepalanya.
Ketika sedang bercanda tawa.
"Dooooor." Kata Rian memukul bahu Rosa dan Rezan.
Rosa berteriak kaget. "Elo tuch yach, nyebelin banget, seneng banget ngagetin orang." Kata Rosa mengacak-acak rambut Rian.
Rian tertawa. "Ngobrolin apa sich? Seru banget." Katanya.
"Gak ada yang penting, ya kan Sa." Kata Rezan menatap Rosa.
Rosa mengedikkan bahu. "Pulang yuk, gue laper." Katanya. "Terserah." Kata Rian.
πΉπΉπΉπΉπΉ
"Bareng yuk Zan." Kata Rosa menarik tangan Rezan. Akhrnya mereka pulang bersama.
__ADS_1
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan,maklum baru pemula, tolong dukungannya yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, vote dan tekan bintang lima. Love all πππ
Β