
Belum sampe dua minggu Rosa bersekolah, dia sudah menjadi primadona sekolah dari kakak kelasnya sampai teman satu kelasnya pun suka dengannya dan berusaha pdkt dengan Rosa.
Ketika Rosa sedang duduk di bawah pohon. "Hai Sa, sendiri?" Kata Indra mendekati Rosa. "Loh Kak Indra? Disini? Bukannya Kak Indra tadi memberi pengarahan?" Kata Rosa.
"Gak kok, udah selesai, ini kakak bawa coklat." Kata Indra memberikan satu kotak coklat. "Wah coklat lagi Kak? Yang kemaren aja belum habis." Kata Rosa dengan mata yang berbinar.
"Elo suka?" Kata Indra. "Suka kak, bahkan suka banget, bahkan coklat itu makanan kesukaan Rosa, makasih kak." Kata Rosa.
"Oh ya? Klo gitu ntar besok kakak bawain lagi coklatnya." Kata Indra. "Gak usah kak, yang kemaren aja masih banyak." Kata Rosa.
Indra tersenyum. "Gak papa kok, elo pacaran dengan Rian?" Kata Indraq menatap Rosa. "Gak kok Kak, kami temenan berdua dari kecil." Kata Rosa.
"Oh gitu? Tapi sepertinya kok dia itu seperti gak suka klo elo dekat dengan cowok laen selain dia?" Kata Indra.
"Gak kok, perasaan Kakak aja kali, Rosa gak merasa begitu." Kata Rosa."Gitu yach?" Kata Indra.
Rosa hanya tersenyum. Merekapun bercanda tawa. Rosa, elo bener- bener gemesin klo lagi tertawa seperti itu, gue bener-bener ingin memiliki elo." Gumam Indra.
"Kenapa kak?" Kata Rosa menatap Indra yang terdiam. "Gak, dilanjutin aja makan coklatnya, kakak ke kelas dulu." Kata Indra mengacak rambut Rosa kemudian pergi berlalu.
Rizal menatap Rosa dari kejauhan. "Sepertinya Indra mulai melancarkan aksinya, gue harus gerak cepat ini." Gumamnya dalam hati. "Tapi gimana? Mau menampakkan diri gue gak berani." Gumamnya lagi.
π»π»π»π»π»
Ketika Rosa sedang makan di kantin. "Hai Sa." Kata Bobby mendekati Rosa. "Loh Bobby?" Kata Rosa menggeser tempat duduknya.
"Elo sendiri?" Kata Bobby duduk di samping Rosa."Iya, kelompok Rian dan yang lainnya belum istirahat. "Kata Rosa.
"Oh iya, kita satu kelompok, gue lupa." Kata Bobby. "Ach elo Bob, masa belum tua udah lupa." Canda Rosa.
__ADS_1
Bobby hanya tertawa. "Kaya'nya Kak Indra suka elo dech Sa." Katanya. "Perasaan elo aja kali, Kak Indra gak ngomong gitu kok sama gue." Kata Rosa.
"Percaya gue, elo itu cantik Sa, manis, pendiem, makanya banyak cowok suka elo." Kata Bobby. "Termasuk gue Sa." Gumamnya dalam hati.
"Ach elo Bob, bisa aja." Kata Rosa. "Gue serius kok, banyak orang yang berusaha deketin elo, elo aja yang gak nyadar." Kata Bobby.
"Ach masa iya Bob?" Kata Rosa. "Ya iya liat Amel aja gondok liat elo, karna banyak banget yang mau deketin elo sedangkan dia belum ada satupun cowok yang dapet." Kata Bobby.
"Gue gak merasa seperti itu." Kata Rosa. "Elo yang terlalu cuek dengan keadaan sekeliling." Kata Bobby.
"Gak tau ach." Kata Rosa. Akhirnya tertawa bersama.
πππππ
Ketika Rosa sedang main kerumah Rian. "Hai Sa." Kata Rizal mendekati Rosa. Loh Kak Rizal kok disini juga." Kata Rosa terbelalak yang membuat Rizal semakin gemas.
"Tadi Mimi nelpon Kakak, katanya dia buat kue di bantu sama elo, trus kakak disuruh ke sini klo mau icip-icip." Kata Rizal.
"Iya, emang tadi kami bikin kue, tapi gagal, bolunya keras banget bisa dilempar." Cerocos Rosa tanpa titik koma dan tertawa lepas.
Rizal terpaku melihat Rosa tertawa. "Rosa bener-bener gemesin kalo sedang bertingkah seperti ini, kok gue semakin salah tingkah?" Gumam Rizal dalam hati.
"Tapi tenang aja Kak, kami udah buat lagi kok, kue yang kedua berhasil dan enak lagi." Kata Rosa memukul pelan lengan Rizal. "Ayo kita ke belakang makan bolunya." Sambungnya menarik tangan Rizal. Merekapun kebelakang memakan kue.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Ketika sedang bercanda tawa bersama. "Sa, elo kasih Rian coklat banyak banget, kok kakak gak dikasih? Kakak minta satu yach?" Kata Mimi mengambi coklat di atas meja belajar Rian.
"Itu kan coklat gue kak? Kok diambil semua?" Protes Rian. "Walah, pelit banget sama saudara, minta lagi sama Rosa, dia pasti masih banyak, lah di kasih sekotak tiap hari." Kata Mimi.
__ADS_1
"Iya ich, elo Yan, pelit sama saudara, ambil di tas gue tuch ada satu kotak, tadi Kak Indra kasih lagi." Kata Rosa.
"Indra kasih elo coklat?" Kata Rizal.
Rosa mengangguk. "Maklum kak, primadona sekolah, belum sampe satu minggu sudah banyak cowok naksir." Canda Rian.
"Apaan sich elo." Kata Rosa menoyor kepala Rian. Rian tertawa. "Kak Rizal kenal sama Kak Indra?" Kata Rosa yang gak nyadar klo Rizal satu sekolah dengan dia. "Iya, orang tua kakak sama Indra patner bisnis, jadi kami sering bareng." Kata Rizal.
"Oooh, berarti Kak Indra itu anak orang kaya toh sama seperti Kakak." Kata Rosa. "Yang kaya itu kan orang tua Sa, bukan Kakak." Kata Rizal.
"Elo masih nerima coklat dari Kak Indra?" Kata Rian melotot. Rosa mengangguk. "Emang kenapa?" Katanya.
"Kan udah gue bilang Sa, jangan diterima lagi, Kak Indra itu suka sama elo dan gue gak suka." Kata Rian. "Masa iya? Dia gak bilang gitu sama gue." Kata Rosa.
"Ini nich klo jadi orang polosnya kelewatan." Kata Rian menggetok kepala Rosa. "Aduh sakit, ganas banget sich." Kata Rosa menggosok kepalanya.
"Elo itu klo dibilangin keras kepala." Kata Rian. "Ada orang ngasih coklat gratis kok ditolak? Gak boleh tau nolak rezeki, berisik loh ach, gue mau makan ." Kata Rosa berlalu meninggalkan Rian.
"Tuch kak, liat pacar Kakak, klo dibilangin, keras kepala." Kata Rian. Rizal tertawa. "Tar Kakak yang bisa meluluhkan hatinya." Katanya merangkul Rian kemudian menyusul Rosa.
"Klo emang elo suka Rosa, cepetan bilang, ntar keburu orang laen yang ngutara'in isi hatinya dan dia nerima." Kata Mimi. "Gue mau mengambil hatinya dulu Mi." Kata Rizal.
"Sepertinya Rosa udah nyaman dengan elo Zal, buktinya dia bisa cerita panjang lebar dengan elo, dia itu orangnya pendiem loh klo gak kenal." Kata Mimi. "Oh ya?" Kata Rizal.
Mimi hanya mengangguk. Merekapun masuk kedalam makan bersama Rosa dan bercanda tawa.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Buat kakak-kakak dan bunda-bunda yang baik hati, maaf sebelumnya klo ceritanya membosankan dan typo betebaran dimana-mana, tolong krisannya, maklum baru pemula. Tolong dukungan atas tulisan recehku yach. Tolong mainin jempolnya mampir ke tombol like, β₯οΈ, vote dan tekan bintang lima. Makasih atas partisipasinya. Love all πππ.
__ADS_1